6

9.8K 515 4

Pov Cery
Menikmati senja dihutan ini sungguh mengesankan tetapi  sekaligus menakutkan, kabut-kabut yang tebal mulai menyelimuti sebagian dari hutan ini.

Kadang aku teringat dengan rumahku yang nyaman dan juga teman temanku yang berada jauh dari diriku, mengingat itu membuat sebagian diriku menyesal karena telah pergi ke hutan terkutuk ini dan sebagian diriku entah mengapa merasa bersyukur bisa bertemu dengan sosok yang membuat jantungku berdetak dua kali lipat dari biasanya.

Aku juga tidak tahu apakah ini adalah cinta atau hanya rasa suka karena dia adalah sosok yang tampan bahkan melebihi itu, jika memang ini hanya cinta yang disebabkan oleh fisik aku berharap perasaan ini cepat hilang karena cinta karena fisik adalah cinta yang semu dan hanya kebahagiaan duniawi tetapi jika memang ini cinta yang tulus aku berharap semoga perasaan ini tidak pernah hilang.

Kudengar seseorang membuka pintu dan mataku tertuju pada seseorang yang membukanya yang tidak lain adalah lelaki yang aku pikirkan sedari tadi, kulihat kakinya melangkah mendekati diriku sedangkan mata kami terkunci satu sama lain.

Tangannya mengelus kepalaku dan aku dengan senang hati menikmatinya karena sebelum ini tidak pernah ada seorang lelaki yang berlaku seperti ini kepadaku, aku memang pernah beberapa kali memiliki kekasih tetapi mereka semua berakhir dengan menyakiti hatiku, seolah alam tidak bisa memberiku satu senyum tulus untuk beberapa saat.

"Apa yang kau lamunkan mate?” Bokong sexy nya duduk tepat di sebelahku dan mata tajamnya menatapku penuh dengan kasih sayang dan cinta, mungkin di bagian cinta itu tidak benar.

"Tidak ada, aku hanya memikirkan tentang temanku, apa dia belum ditemukan?” Tidak  mungkin aku mengatakan kalau aku memikirkan tentang dirinya lagi pula aku tidak mengatakan kebohongan dengan mengatakan kalau aku memikirkan temanku walaupun itu bukan secara keseluruhan.

"Maaf mate tetapi aku belum menemukannya," aku tidak bisa mengendalikan perasaanku saat dia mengatakan itu, kesedihan mendera diriku.

"Dimana Caroline berada kalau begitu? Dia masih hidup kan," pikiran- pikiran negatif merasuki akalku dan aku tahu seharusnya aku tidak berpikir seperti ini "temanmu pasti baik-baik saja mate," dia benar temanku pasti baik-baik saja saat ini, Carol adalah orang yang kuat dia tidak akan mati begitu saja.

"Terima kasih sudah memberi keyakinan padaku.”

"Itu sudah tugasku untuk tidak membuatmu sedih," dia mengecup pelipisku dan menyelipkan rambutku di belakang telingaku "aku suka saat kau menggerai rambutmu mate, kau terlihat lebih cantik,” pipiku merona mendengarnya karena memang sebelumnya aku jarang sekali menggerai rambutku bahkan hampir tidak pernah karena itu membuatku merasa gerah.

Malam pun tiba dan dia mengajakku ke meja makan sekaligus memperkenalkan diriku pada adiknya, di meja makan yang megah ini aku melihat seorang wanita yang memiliki paras yang cantik memberiku senyuman manis dan menambah aura kecantikannya.

"Aku kira kau tidak akan datang kak karena kau tidak pernah makan denganku " jadi selama ini lelaki yang berada di sampingku ini tidak pernah makan satu meja dengan adiknya " kenapa kau tidak pernah makan bersama?” Saat aku bertanya pada dia, para pelayan berseragam putih menata piring-piring sambil menyajikan makan yang akan kami makan.

Kulihat makannya bermacam macam dan karena aku kagum dengan makannya aku langsung duduk tanpa dipersilahkan duduk terlebih dahulu "ternyata kakak iparku sudah lapar tetapi sebelum itu perkenalkan namaku Angel, aku adik lelaki yang tidak memiliki nama itu,” menyadari tingkahku yang tidak tahu malu membuat pipiku bersemu tetapi aku tetap menyapa Angel dengan malu-malu "namaku Cery dan bukankah orang tua pria ini meninggal sebelum memberinya nama, lalu bagaimana bisa kau adik dia," aku baru menyadari satu fakta ini "sebenarnya aku bukan adik kandungnya, dia menemukanku didalam hutan dalam keadaan mengenaskan," Angel bergumam dengan lirih, seharusnya aku tidak menyinggung masalah ini.

"Maaf Angel aku tidak bermaksud mengingatkanmu masalah ini," dia menatapku dan kembali merubah suasana yang tadinya sedih "tidak apa- apa kak," baru kali ini ada yang memanggilku kakak seceria dia padahal Angel memiliki masa lalu yang cukup tragis.

"Kalian menganggap aku apa, kalian hanya sibuk berbicara sendiri tanpa menyangkut pautkan diriku," kulihat dia menampakkan wajah kesalnya pada kami dan membuatku dan Angel tertawa memandangnya.
*****
Please vote and comment guys 😊😊

CAGED DEVILBaca cerita ini secara GRATIS!