15. Keluarga Adidharmo

49.2K 1.8K 40
                                        

Semua keluarga Adidharmo telah tiba di restoran bintang lima itu, kecuali Agatha. Djoko Adidharmo,Liliana Sitompul Adidharmo, si sulung Orion Biantara Adidharmo dan anak keduanya Romeo Adwiko yang membawa serta pacarnya.

Saat Agatha datang dengan balutan gaun malam berwarna hitam, sepatu stiletto berwana ke emasan dan satu set anting dan kalung berlian, membuat semua orang terpana bahkan keluarga nya sendiri. (Semua itu milik mantan pacar Brian yang juga seorang model Victoria Secret yang masih tertinggal di dalam lemari baju Brian)

"Atha?" Panggil Orion sambil melihatnya dari ujung rambut ke ujung kaki.

"Tumben pake baju bener?" Kata kaka keduanya, Romeo.

"Pasti pacar kau yang pilihkan? Boleh juga seleranya" timpal Mami nya.

Agatha memandang muram keluarga nya. Badan nya terasa sakit semua.

"Kamu kenapa toh ndo?" Tanya Bapak nya, "Pacar mu mana? Ndak ketinggalan kan?"

"Ga.. Tuh! Lagi diajak foto sama orang.." Jawab Agatha sambil menunjuk kearah pintu masuk.

Memang ada semacam kerumunan di pintu masuk.

"Pacar?! Ada juga cowo yang mau sama kau! Haha" sindir Romeo

"Emang pacar mu kerja apaan tha?" Tanya Orion yang langsung dipotong sama Mami nya.

"Palingan cowo yang cuma mau duit" sambar Mami nya.

Semua orang tertawa, kecuali Bapak. Ia mengalihkan topik pembicaraan saat itu.

"Nah ini calon abang mu!" Sahut sang Bapak sembari menunjuk sesosok wanita yang duduk tepat disebelah Romeo.

Wanita itu menjulurkan tangan nya dan menjabat tangan Agatha sambil memperkenalkan diri.

"Hai Atha.. Romeo banyak cerita tentang kamu" sapa wanita itu yang di ikuti dengusan dari Romeo. "Nama aku Nania.." Lanjutnya lagi.

"Agatha.." Jawab Agatha singkat sambil duduk disebalah Mami nya.

Tiba-tiba kerumunan di luar makin terdengar saat pintu restoran itu dibuka dan seorang pria masuk.

"Holly shit!" Pekik Romeo, "Itu kan Brian Brown.. Ngapain dia..."

Belum sempat Romeo menyelesaikan kata-katanya, Brian mendekat ke arah meja mereka, berdiri dibelakang Agatha dan mengecup pipi nya dari samping. Agatha menepuk-nepuk kursi disebelahnya dan Brian langsung duduk di kursi itu. Semua orang terpaku melihat Brian.

"Gaga!" Kata Liliana memecah kesunyian. "How's Mommy and Daddy?" (Gaga adalah nama panggilan Brian saat ia masih kecil, hanya orang-orang yang mengenal Brian dari kecil yang tau nama panggilan ini).

"Hai tante Lian" sapa Brian, "baik, mereka lagi di Inggris"

"Orang tua kamu tinggal di inggris? Orang tua kamu orang inggris dong?" Tanya Agatha, "kok aku baru tau?!" Sambung nya lagi.

"Isn't it obvious? Muka gue bule kaya gini? Bokap gue orang sana, nyokap orang indonesia" jawab Brian sambil tersenyum ke arah Agatha.

"Lo.. Pacaran sama ade gue? Si Agatha? Are you loosing your mind or something?" Timpal Romeo dengan wajah tak percaya.

Brian tersenyum dan hendak menjawab pertanyaan itu sampai ia melihat sosok yang duduk disebelah Romeo. Brian tiba-tiba terdiam. Matanya terbelalak.

"Hai Brian.." Sapa Nania, "what a twist, huh? Pasti kamu udah denger dari budi.." Kata Nania sambil tersenyum.

Rahang Brian mengeras, perasaan nya campur aduk. Sosok yang membuat nya hancur berkeping-keping kini duduk dihadapan nya. Sosok yang seharusnya sudah mati sejak umur nya 18 tahun. Brian berdeham seolah ingin membersihkan tenggorokan nya.

"Kenapa gue pacaran sama Agatha? Come on bro! Look at your family. Lo pikir kalo gue pacaran sama seseorang kayaa..." Brian berhenti dan menatap kearah Nania. "Anak dari guru yang cuma pegawai negeri sipil misalnya? Apa yang bakal nyokap dan bokap gue bilang coba?"

Nania hanya bisa tertunduk sedangkan wajah Liliana Sitompul tampak kecewa. Ia tak menyangka bahwa Brian setegar itu.

"Emangnya siapa yang anaknya guru pegawai negeri sipil bri?" Tanya Agatha polos.

Brian tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Ia melihat ke arah Nania yang matanya mulai berkaca-kaca.

"Dan hai juga Nania.. I thought you were dead, because the last time i heard that you have something funny with your head. Udah baikan dong sekarang otak lu?! Congratulation!" Lanjut Brian.

"Brian.... Gue beneran minta maaf.. Banyak banget yang mau gue omongin..." Kata Nania dengan mata yang masih berkaca-kaca.

"Ngomong apa? Omongin aja disini!" Bentak Brian.

"Kenapa kamu kaya gini sih Brian? Aku tau kamu cinta sama aku dan aku minta maaf udah nyakitin kamu tapi aku punya alasan. Ini bukan Brian yang aku kenal.." Isak Nania.

"Brian yang lu kenal udah mati 7 tahun yang lalu. Apapun yang mau lu omongin, ga bakal ada gunanya!" Bentak Brian lagi.

Agatha yang tak mengerti dengan kondisi ini, memegang wajah Brian dengan kedua tangan nya. Wajah mereka berhadapan. Agatha mengecup lembut bibir Brian lalu memeluknya.

"Aku ga ngerti bahasa inggris dan aku juga ga paham kenapa kamu marah.. Jangan marah yaa.. Aku laper.." Kata Agatha.

*Prok.. Prok.. Prok..

Liliana bertepuk tangan sambil tersenyum sinis.

"What a drama! Menarik.. Sangat menarik karena kayanya kamu manfaatin keluguan nya Agatha buat bales dendam kan?

"Yes Mam.." Kata Brian, "Tante pasti tau berita tentang Brian Brown yang berakhir di rumah sakit di Amerika karena apaaaa...." Lanjut Brian sambil berpura-pura berpikir keras.

"Aaah!" Pekik Brian, "his girlfriend is miscarriage"

Brian tersenyum lebar kearah Liliana.

Posesif (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang