14. Sex Education Before Dinner

57.6K 1.8K 15
                                        

Brian masih ogah-ogahan untuk menghadiri makan malam dengan keluarga Adidharmo. Semua Omongan Budi menancap jelas dalam kepalanya. Ia masih mengenakan celana training Nike berwarna abu-abu tanpa atasan. Jas berwarna hitam dengan dasi merah maroon telah disiapkan dan digantung rapih di kamarnya.

Agatha yang tiba-tiba masuk ke kamarnya, hanya bisa ngomel dan membuat mood brian makin rusak.

"Tha, udah lah.. Gue pusing.." Kata Brian sambil berjalan kearah laci tempat ia menyimpan obat-obatan nya.

Ia mengeluarkan shabu dalam plastik kecil dan bermaksud untuk menghirupnya sebelum Agatha memukul tangan Brian dan barang haram itupun berserakan tumpah di lantai.

"Oh my god.. Agatha!" Teriak Brian pada Agatha.

"Ga.. Ga boleh b.. Briii.. Itu ga.. Bagus.. A.. Aku.. Tau itu apaa.." Kata Agatha terbata-bata.

"Gue ga bisa mikir Tha kalo ga pake itu!" Bentak Brian

"Ntar.. A.. Aku yang.. Bantu mikir.."

Agatha berjalan mendekati Brian dan dengan ragu memeluk Brian. Brian langsung menarik Agatha mendekat padanya. Brian mencium ubun-unbun Agatha, pipi, lalu turun ke lehernya. Brian merasa lebih tenang.

"Lu udah bisa ngerayu ya..." Bisik Brian.

Agatha hanya bisa diam, otaknya berusaha memproses semua nya.

"Tha.. Gue.. Ga kuat lagi.."

Brian menyambar bibir Agatha dan langsung melumatnya. Ia mendorong tubuh Agatha ke arah kasur, membuka paksa blazer hitam Agatha dan merobek kemeja putih yang ada di dalam nya sambil masih terus mencumbu Agatha dengan ganas.

Brian melempar kasar tubuh Agatha di atas kasur dan membuka celana kain hitam yang dikenakan Agatha, menyisakan bra dan celana dalam berwarna hitam. Agatha yang mencoba menahan tubuh Brian malah membuat Brian semakin bernafsu.

Brian menahan kedua tangan Agatha dan mulai menciumi payudara Agatha.

"Brian!! Udah! Udaaaaaah!!" Teriak Agatha sambil menangis tetapi Brian tak begeming.

"Aaaaaaah sakit Brian! Sakiiiiit! Udaaaaaaah" mohon Agatha sambil terus menangis

Brian menggigit gemas daging payudara Agatha sehingga meninggalkan bekas memerah diatasnya. Brian mulai lepas kendali, ia sama sekali tak mendengarkan ucapan Agatha. Brian melepas paksa bra dan celana dalam hitam yang dikenakan Agatha dan mulai mencumbu semua bagian tubuh Agatha. Agatha masih terus berteriak, tetapi Brian enggan menghentikan semuanya.

Agatha mulai lemas dan berhenti berteriak walaupun ia masih menangis. Brian membuka paksa kaki Agatha dan berbisik di telinga Agatha sambil masih tengah-engah,

"Ini bakal sakit, tapi gue mohon.. Tahan ya tha.. Tahan sayang.."

Brian mulai menekan Mr.P nya yang sudah tegang kearah Vagina Agatha dan Agatha berteriak sejadi-jadi nya.

"Aaaaaaaaak! Aaaaaaak.. Ah! Ah!!" Teriak Agatha.

Mulutnya terus berteriak namun Brian tidak berhenti sedikitpun.

"Thaaaa... Aaaaah.. Ah.." Teriak Brian sambil menarik keluar Mr. P nya.

Tubuh Brian mengejang, ia memeluk Erat Agatha dan sperma pun tumpah diatas perut Agatha.

Agatha masih menangis terisak. Brian mengecup kening Agatha dan mengelus rambutnya. Brian langsung membopong Agatha ke kamar mandi.

"Tadi kamu ngapain si Bri? Aku ga suka.. Sakiiit.." Rengek Agatha dengan suara yang lemah.

"Tadi itu... Artinya gue sayang sama lu tha.." bisik Brian sambil mengecup ubun-ubun Agatha.

Posesif (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang