Bagian 2

296 23 0
                                                  

Tiga tahun kemudian...

Umma dan Airin telah kembali ke Sukabumi dua tahun yang lalu tepat ketika Aisha lulus dari SMA Kebangsaan. Di sana mereka kembali tinggal di rumah warisan abi yang ternyata sang pembeli menurut Bi Ikah, adiknya Abi bersedia meminjamkan untuk Aisha dan keluarganya.

Ini juga tahun kedua Aisha kuliah. Beasiswa tjandra group Aisha ambil karena ia dan dua rekan lainnya berhasil menjadi tiga lulusan terbaik, tentu di sana ada nama Ridho. Aisha ambil peguruan tinggi negeri terkenal di selatan Jakarta. Setelah bergelut lumayan lama tentang perguruan tinggi akhirnya Aisha memutuskan perguruan tinggi yang tidak di Jakarta. Aisha hanya ingin hidup lebih normal, berteman, dan tidak melulu materi di sekitarnya. Tjandra group sendiri menginginkan para penerima beasiswa sebisa mungkin kuliah di Jakarta untuk sewaktu-waktu dibutuhkan perusahaan. Namun, tidak menutup kemungkinan di luar Jakarta jika jurusan yang diinginkan lebih bagus.

Sementara Ridho dengan beasiswa tersebut masuk universitas negeri terkenal di Jakarta bukan betul-betul di Jakarta sebenarnya. Tapi, orang-orang lebih familiar Jakarta, jaraknya sendiri ada kurang lebih 30km ke Jakarta. Rudho di sana ambil jurusan akuntansi. Ya, jurusan yang sering dibutuhkan oleh perusahaan manapun.

Aisha sendiri memutuskan teknologi pangan. Awalnya pihak Tjandra Group menolak, mereka berkilah tidak terlalu membutuhkan jurusan ini. Perusahaan mereka di bidang makanan sudah mapan jadi inovasi belum menjadi target urgent, begitulah kira-kira alasannya. Tapi, Aisha meyakinkan bahwa suatu hari industri makanan akan berubah jika Tjandra Group tidak terus melakukan inovasi maka bukan tidak mungkin akan tertinggal. Bukan karena alasan Aisha ini membuat Tjandra Group menerima, Aisha sendiri pun faham, Tante Lia tentu ada di balik semua ini. Berharap dengan jauhnya Aisha dari Jakarta akan semakin cepat melupakan semua yang telah terjadi dan meminimalisir kembali hubungan, apapun itu.

Jalanan Kota Hujan basah sore ini menggenang air di lobang jalanan satu dua. Pepohonan di kanan kiri nampak enggan didekati karena basah dan lembab. Hawanya dingin rasanya ingin segera masuk kamar dan berkemul dengan selimut. Ditemani teh hangat dan pisang goreng tidak akan ada yang menolak. Rasa-rasanya sore seperti ini surga bagi pedagang minuman hangat. Sepanjang kanan kiri jalan penjual minuman hangat mulai menggelar tenda, satu dua pelanggan mulai memasuki berharap kehangatan dan sedikit canda tawa khas warung kopi.

Aisha terus berjalan. Ia tidak pernah sekalipun selama dua tahun di sini berhenti dan duduk sebentar di warung tenda-warung tenda itu. Sekali dua teman-temannya mengajak kumpul di sana tapi Aisha merasa canggung dan kemudian menolak. Bukan, bukan karena tempatnya kurang baik atau berkonotasi negatif. Hanya saja Aisha tidak suka dengan kepulan rokok yang membuat nafasnya sesak dan hingar bingarnya suara di sana sini, perempuan laki-laki, itu yang membuat Aisha canggung dan ragu ikut serta di dalamnya.

Paling banter Aisha nongkrong di kantin kampus ngobrol dengan teman-teman dekat sembari mengerjakan tugas kuliah. Aisha juga aktif di kerohanian islam, minimal seminggu sekali ia akan terlihat di masjid kampus.

Aisha sangat menikmati kehidupannya sebagai mahasiswa. Selama di sini ia kos di kosan khusus putri sepuluh menitan dari kampus berjalan kaki. Aisha fokus belajar. Bagaimanapun ia berhutang budi pada pemberi beasiswa selain itu bukankah masa depan di depan mata? Aisha tidak mau menyia-nyiakannya, jadi apa nantinya, ia harus berpendidikan untuk anak cucu nya kelak.

Sore ini Aisha berjalan cepat menuju kantin kampus setelah mata kuliah terakhir selesai. Teman SMA nya dulu hendak berkunjung. Kerudung warna pink menari-nari tersibak angin sore yang dingin. Tas slempang dan beberapa buku yang ia dekap di dada, berjalan menunduk menelusuri jalanan kampus yang basah. Sepatu sket nya sedari tadi sudah kotor oleh cipratan air yang bercampur tanah oleh hentakan langkahnya sendiri.

AishaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang