Ini udah 3 bulan Brian pergi kerja, tapi ga pernah sekalipun nelpon aku. Dia kerja apaan sih? Sesibuk itukah?
Agatha menatap langit-langit kamar Brian di lantai 25, yang di dominasi warna merah maroon. Agatha berbaring terlentang dikasur super besar milik Brian. Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphone nya. Ia menelpon nomer Brian dan seperti biasa, tidak diangkat.
Agatha berjalan mengelilingi kamar Brian yang sangat besar itu dan melihat foto Brian dan Budi yang dipajang di atas perapian.
Budi!!
Agatha langsung menelepon Budi saat itu juga. Tak lama berselang, suara budi menyambut disebrang sana.
"Halo tha, kenapa?"
"Hai bud! Aku.. Aku cuma mau tanya kabar Brian"
"Lo kan pacar nya tha.. Kenapa ga lo tanya aja sendiri? Haha"
"Eerrr.. Aku udah telpon dia berkali-kali tapi...." Agatha enggan untuk melanjutkan kalimatnya.
"Tapi? Tapi kenapa tha?"
"Ga Brian angkat bud.. Apa mungkin di Amerika ga ada sinyal ya?"
"............"
"Bud? Ko diem?"
"Oh, sorry tha.. Mungkin Brian sibuk.."
"Iya kali ya bud.. Emang dia kerja apaan si bud di amerika?" Tanya Agatha dengan suara manja khas nya.
"Haha, emang nya lo ga tau tha?"
"Engaaa.. Brian ga mau kasih tau juga. Dia kan kaya banget, bisa beliin pabrik obat buat aku, tapi aku ga tau dia kerja apaan ya?" Rengek Agatha.
"Gimana kalo lo dateng aja ke Amerika? Lo liat sendiri deh dia kerja apa.."
"Serius bud?"
"Lagian 3 hari lagi Brian ulang tahun, biasanya kalo pas dia ulang tahun bukan hari weekend, pestanya di undur sampe weekend. Tiap taun pestanya selalu diadain di London. Kalo lo ke Amerika sekarang, yaa itung-itung kasih Brian surprise.."
*tut tut tut tut
Agatha langsung mematikan sambungan telepon nya dengan brian.
Duuuh! Brian ulang tahun. Kasih kado apa yaa? Brian suka apa sih? Apa yaa?
***************************************
Akhirnya Agatha memutuskan membelikan sebuah kalung titanium berwana hitam dengan bandul salib. Ia memesan tiket ke Amerika hari itu juga. Meminta alamat Brian pada Budi. Yang tidak Agatha ketahui adalah... Di Amerika sedang musim dingin.
Agatha sampai di negeri paman sam itu dengan sweater hitam tipis berwarna hitam dan celana katun berwarna coklat muda. Ia amat kedinginan tapi tekadnya terlalu kuat untuk bertemu Brian.
Ia memesan taksi dan langsung menuju ke Apartement megah di pusat kota New York. Sesampainya disana, Agatha tak bisa berbahasa inggris dan hanya menyebut nama Brian pada penjaga yang langsung menolaknya mentah-mentah. Ia terpaksa menunggu diluar gedung dengan suhu -10 derajat celcius.
Sudah 2 jam ia menunggu, tapi Brian tak kunjung datang. Waktu menunjukan pukul 9 malam, saat seseorang memanggil namanya.
"Agatha ya?" Sapa suara itu.
Agatha mendongak dan kecewa karena itu bukan Brian.
"Kita ketemu di lift dan pestanya Brian. Inget? Gue stylist nya Brian, nama gue Arman. By the way, Ngapain disini? Mau ketemu Brian?"
Agatha hanya bisa tersenyum dan mengangguk pelan.
"Duh, Brian manggung. Baru kelar jam 11 an paling. Gimana kalo kita makan dulu sambil nunggu Brian?"
Agatha kembali mengangguk.
***************************************
Arman membawa Agatha ke sebuah restoran Thailand dan memesan kan Tom Yam untuk nya. Ia memasangkan sebuah jaket di pundak Agatha.
"Cuma itu yang ada di mobil gue. Itu punya Brian, sebenernya Brian ga suka kalo bajunya dipake orang tapi karena lo kelinci nya, gue rasa dia ga bakal marah.. Haha"
Agatha hanya tersenyum.
"Gue tau lu kedinginan. Makanya lu musti makan ini biar anget. Lu mau kasih surprise kan ke Brian?"
Agatha mengangguk.
"Yaudah abisin gih.."
Agatha menghabiskan dua mangkok Tom Yam dan merasa lebih baik.
"Makasih yaa Arman.. Hehe" Agatha tersenyum lebar ke arah Arman yang sedang membayar di kasir.
"Sama-sama.. Lain kali lo telpon dulu dong ke gue kalo mau gini-ginian. Mana salah kostum." Kata Arman sambil tersenyum balik ke arah Agatha.
"Hehe, iya lain kali aku telpon kamu aja yaa.. Oh iya, Brian tu kerja dimana si? Emang sibuk banget ya?" Tanya Agatha.
"......." Arman melihat Agatha dengan tatapan tidak percaya. "Lo ga tau Brian itu siapa? Sumpah?"
"Sumpah... Kenapa sih semua orang musti kaget pas aku bilang aku ga tau Brian kerja dimana?" Tanya Agatha dengan wajah polos.
"Hahahah, because Brian is a Mega Star and it's probably you're the only one person in this world who didn't know about that!" Jawab Arman sambil tertawa.
"Man, maaf.. Aku ga ngerti bahasa inggris."
Arman sukses tertawa di kasir sebuah restoran Thailand di tengah kota New York.
***************************************
Arman membawa Agatha ke sebuah Club tempat Brian berada malam itu. Pukul menunjukan pukul 12 malam. Waktu yang tepat untuk mengucapkan selamat ulang tahun ke Brian.
Suasana di club itu sangat ramai. Lampu dan musik yang hingar bingar membuat Agatha agak pusing. Ia dan Arman naik kelantai Atas tempat tamu-tamu VIP berada. Sesampainya didepan ruangan itu, hati Agatha berdebar kencang. Ia bahkan tidak tau mengapa hatinya berdebar sangat kencang.
Arman membuka pintu dan tiba-tiba saja membeku tak bergerak. Membuat Agatha yang berada tepat dibelakang nya tak bisa masuk ke dalam. Tiba-tiba Arman berkata dalam bahasa inggris yang Agatha tak paham artinya.
"Bro, you can't do that right now. Trust me bro!" Sahut Arman kepada seseorang didalam ruangan itu.
Tiba-tiba suara itu terdengar. Suara yang Agatha kenal.
"What is it? Why you looks so pale?"
Agatha yang kebingungan membuka pintu ruangan itu dan menyeruak masuk. Pemandangan yang dilihatnya sangat membuat nya marah dan kecewa. Brian sedang menindih seorang wanita telanjang berambut pirang di sofa. Ia hanya bisa terdiam. Otaknya berusaha mencerna semua nya.
"What the fuck Arman?!" Bentak Brian sambil melihat kearah Arman.
"Pergi! Ngapain sih tha lu disini? Bikin mood gue rusak! Pergi ga lu? Pergi gue bilang!! Sekarang!!!!" Brian membentak Agatha dengan suara yang membuat Agatha ketakutan.
Agatha mundur perlahan. Dengan gemetar, ia melepaskan jaket dan melempar kotak hadiahnya ke lantai. Agatha menangis, dan berlari keluar.
"Seriously, Brian?! Dia nungguin lo kayak orang goblok berjam-jam di depan apartemen lo dengan baju tipis kaya gitu! Gue pikir dia kelinci lo, makanya gue bawa dia kesini! Yang jelas kalo ngomong anjing! Jangan bikin gue ngarasa berdosa sama perempuan itu!" Balas Arman sambil berlari keluar mengejar Agatha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Posesif (Tamat)
ChickLitCerita cinta picisan tentang Agatha yang polos dan Brian yang kasar dan posesif. WARNING!!!! 1. Usia 18++ 2. Contain a lot of English 3. Baca sampe akhir, if you dare.. ? Ceritanya bersambung ke cerita baru berjudul: Harton Academy.
