[4] Do Kyungsoo

119 9 0

Lima tahun yang lalu...


"Yah! Park Chanyeol! Kau berkelahi lagi?!" bentak Serin memelototi sahabatnya yang sedang duduk selonjoran di lantai atap sekolah dan penuh lebam di wajahnya.

Chanyeol tidak menjawab dan menghindari mata Serin. Gadis itu hanya menghela napas tidak percaya kemudian berjongkok mensejajarkan tubuhnya di hadapan Chanyeol.

Serin mengambil napas dan memandangnya lembut. "Kalau kau seperti ini terus, aku sungguh tidak mau berteman denganmu." ujarnya pelan sambil tetap memandang lelaki di depannya ini yang wajahnya sudah setengah babak belur.

Lelaki Park itu menoleh menatap Serin tajam. "Kalau gitu ya sudah, pergi saja sana." balasnya pelan, namun dengan nada sinis.

Serin sudah tak mampu berkata-kata. Entah sudah ke berapa kalinya Chanyeol membuat dirinya sulit. Orang tua Chanyeol benar-benar mempercayakan Serin untuk menjaga Chanyeol agar ia sedikit mengurangi kebiasaan berkelahinya. Kalau tidak, Chanyeol terancam akan diusir dari rumah oleh orang tuanya. Keluarganya benar-benar bakal angkat tangan.

"Kau membuat aku dalam keadaan sulit juga. Apa yang akan kukatakan pada ibumu nanti?" Serin menggenggam tangan Chanyeol dan menjaga nada bicaranya agar tetap rendah. "Apakah kau sama sekali tidak memikirkan posisiku?" lanjutnya.

Chanyeol menepiskan tangannya karena merasakan genggaman Serin yang semakin kuat. Gadis ini ada benarnya, ia sungguh egois karena selama ini tidak pernah memikirkan orang lain dan selalu bertindak semaunya.

BRAK!!!

Terdengar suara gebrakan pintu dari arah tangga. Tiga siswa pria terlihat mendekati atap sekolah. Serin menoleh ke arah datangnya suara dengan cepat dan membelalakkan matanya seketika.

Sial, itu Han Gongtae dan kawan-kawannya. Dengan sigap Serin langsung berdiri dan memasang badan untuk melindungi Chanyeol.

"Sedang apa kau?" tanya Gongtae dengan wajah angkuhnya. Serin sedikit memundurkan tubuhnya karena merasa terintimidasi dan sebenarnya ia agak takut dengan tubuh besar Gongtae yang sedang menghampiri mereka berdua.

"Oi, Park Chanyeol! Kau apakan temanku, hah?!" bentak Gongtae terus mendekati Serin dan Chanyeol. Seorang teman yang dimaksud Gongtae itu benar-benar terlihat babak belur dan kini hanya bersembunyi di balik tubuh besar Gongtae.

Serin terus mengedipkan matanya dengan cepat karena ia terlalu gugup takut Gongtae akan melayangkan pukulan ke arahnya sewaktu-waktu. Bangunlah, Chanyeol! Apakah kau akan terus membiarkan aku yang melindungimu detik ini? Serin benar-benar tidak mengerti akan dirinya karena sejujurnya ia merasa tidak konsisten pada pikirannya sendiri. Ia sungguh tidak ingin Chanyeol terus-terusan berkelahi, namun di sisi lain ia juga tidak ingin berada dalam situasi mendesak dan butuh perlindungan seperti ini!

Gongtae yang melihat Serin bertindak seakan ingin melindungi Chanyeol hanya terkekeh geli di depannya. "Oi, Park Chanyeol, kau benar-benar tidak malu ya, dilindungi oleh seorang gadis?"

Chanyeol masih dalam keadaan duduk. Ia terlihat mengepalkan tangannya dengan kuat. Ia sudah sangat siap ingin meninju wajah si gendut Gongtae detik ini juga, namun belum sempat ia berdiri dan hendak melayangkan pukulannya, tiba-tiba Baekhyun datang berlari cepat menghampiri mereka.

"Yah! Yaaah! Tunggu dulu! Tunggu!!!" jerit Baekhyun dari jauh. Lelaki itu langsung memasang badan dan merenggangkan kedua tangannya lebar-lebar untuk menghalangi Han Gongtae yang terlihat seperti hendak mendorong Serin yang sedang mencoba untuk menghalanginya.

***

Serin terus menggerutu di dalam hati sambil meletakkan buku-buku di pangkuannya ke dalam rak. Sial sekali, gara-gara insiden di atap tadi, semua yang terlibat jadi kena hukuman. Chanyeol, Baekhyun, dan Gongtae cs dihukum berlari di lapangan. Sedangkan Serin karena menjadi satu-satunya siswi yang terlibat, jadi hanya ia yang dihukum merapikan buku di perpustakaan. Sebenarnya ia lebih suka dihukum berlari dibanding harus terjebak sendirian dalam hukuman individu yang sangat membosankan ini.

Universe in His EyesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang