5

13K 705 72

Pov Cery
Aku benar-benar dibuat bingung sekaligus takut dengan semua hal yang menimpaku baru- baru ini, aku benar- benar tidak menyangka kalau makhluk seperti dia itu ada, entah nama apa yang pantas aku beri kepada pria rupawan itu, walaupun sebenarnya aku tidak berniat tinggal di kastil ini terlalu lama.

Memang benar kastil ini memiliki arsitektur yang mengesankan tetapi aku harus ingat tujuanku pergi ke hutan ini, apalagi temanku Caroline belum ditemukan.

Kemarin malam aku meminta pria itu untuk membantuku mencari temanku yang berpisah dariku waktu itu dan dia menyanggupinya dengan senang hati.

Aku memandang pemandangan yang ada didepanku dengan datar, sekarang aku berada diluar kamar yang aku tempati semalam, lebih tepatnya aku berada dibalkon.

Sebuah pelukan membuatku sedikit kaget tetapi setelah aku tahu siapa yang memelukku aku membiarkannya.

Dia adalah pria tampan itu, posisi ini membuatku tidak nyaman tapi karena aku takut dia marah aku jadi membiarkannya.

"Apa yang kau pikirkan mate?”

Mendengar dia lagi-lagi memanggilku dengan sebutan mate membuatku tidak nyaman karena aku sendiri tidak tahu apa maksud dari panggilan mate ini, bagaimana jika artinya tidak baik.

"Tidak bisakah kau tidak memanggilku mate karena aku merasa tidak nyaman.”

"Tapi aku menyukai panggilan itu mate, dan jika kau tidak mau dipanggil mate apa aku harus memanggilmu baby atau sayang," dia membuatku terdiam dengan ucapannya itu,  aku jadi tersipu sekarang, apa dia sering mengucapkan kata- kata manis seperti ini pada wanita lain.

Memikirkan itu membuatku tidak rela, aku juga tidak tahu kenapa aku merasa seperti ini dan tidak mungkin aku menyukai pria ini apalagi  kami barus saja bertemu.

"Ada apa mate? Kenapa kau terdiam?”

"Berapa kali kau mengucapkan kata-kata manis seperti ini pada seorang wanita.”

"Aku sering mengucapkannya dan apakah kau cemburu mate?” Tidak  mungkin aku cemburu lagi pula untuk apa aku cemburu, dia bukan siapa-siapa dihidupku.

"Aku tidak cemburu dan aku hanya bertanya saja, tidak lebih dari itu.”

"Aku tahu kamu cemburu mate, tetapi kau tidak perlu cemburu karena wanita yang aku maksud adalah adikku," ada perasaan lega saat aku mendengar dia hanya mengatakannya pada adiknya.

Pria ini berdiri di sampingku dan memegang pundakku untuk membalikkan tubuhku agar menghadap padanya, sebenarnya aku tidak mau berhadapan dengannya karena entah kenapa aku merasa wajahku pasti terlihat senang sekarang dan aku tidak mau dia mengira kalau aku bahagia karena dia mengatakan kalau hanya kepada adiknya dia berkata semanis tadi.

"Kau terlihat senang mate dan aku tahu menyebab dirimu senang seperti sekarang.”

"Jangan terlalu percaya diri, aku senang bukan karena kau mengatakan itu tetapi senang karena  aku melihat pemandangan yang indah didepan sana," jangan harap aku akan mengakuinya.

"Apa maksudmu mate? Aku juga mengira kau senang  dengan pemandangan didepan sana, memangnya kau mengira apa mate," keterlaluan ternyata dia menjebakku dengan kata kataku sendiri, dia membuatku malu dan menutupi wajahku dengan kedua tanganku karena saking malunya.

Aku merasakan sebuah pelukan yang terasa begitu nyaman dan aku tahu siapa yang memelukku , siapa lagi kalau bukan pria itu "jangan merasa malu mate, itu hal yang wajar," sebuah kecupan dikepalaku membuatku semakin malu dan aku memilih melepaskan kedua tanganku dari wajahku dan menenggelamkan wajahku pada dada bidang pria ini.

Terdengar suara tawa yang tidak lain datang dari lelaki tampan ini tetapi aku tidak peduli lagi pula dia tidak merasa keberatan.

Terserah jika dia menganggapku perempuan penggoda aku tidak peduli lagi sekarang yang terpenting sekarang aku menikmati rasa nyaman yang aku rasakan saat ini.
******
Pov King
Aku berada di teras belakang kastelku ini bersama sahabatku yang tidak lain adalah Pablo, dia sudah mengabdi kepada diriku selama bertahun tahun.

"Aku ingin menyampaikan sesuatu yang penting King.”

"Aku tahu itu karena jika itu bukan sesuatu yang penting aku akan menghukummu karena sudah mengganggu kebersamaanku bersama mateku," aku tidak pandang bulu untung menghukum siapa pun walau orang itu adalah orang terdekatku sekali pun.

"Yang ingin aku sampaikan adalah tentang sahabat ratu yang hilang , sekarang dia berada di kerajaan vampir dan mata-mata ku mengatakan kalau kemungkinannya adalah jika sahabat ratu yang bernama Caroline itu tertangkap dan dia adalah mate dari raja vampir.”

"Maksudmu dia adalah wanita yang aku bunuh dulu dan sekarang dia berinkarnasi," aku tidak menyangka kalau sahabat mateku adalah istri dari musuh terbesarku yang sudah membunuh kedua orang tuaku.

"Itu benar King, jadi aku menunggu perintahmu apa yang akan kita lakukan selanjutnya.”

"Awasi terus kerajaan vampir itu dan jangan sampai mateku tahu tentang ini.”

"Baik King.”
*****
Please Vote and Comment guys 😊😊😊

CAGED DEVILBaca cerita ini secara GRATIS!