Konflik Hati

3.6K 273 0

"Mas, acaranya resmi apa gimana?" Tanya Naya sambil memasukan baju di dalam kopernya.

"Acara kaya makan malem aja sama karyawan gitu. Kaya gathering lah." Sambil tiduran di kasur dan memainkan smartphonenya.

"Padahal aku tanya resmi apa engga malah jawabannya kaya gathering gitu."

"Iyaiya resmi sayang."

Naya mendekat kearah Rian, dan mengajak Rian untuk bangun dari tidurannya.

"Mas, Naya mau ngobrol bentar. Tapi mas jangan marah ya?" Sambil duduk di atas kasur saling berhadapan.

"Hmm"

"Ih mas serius kalo mas ada niat buat marah Naya ga jadi ngomong deh."

"Iyaa adek Naya, cepet ngomong mas dengerin."

Naya menghela nafas panjang sambil meyakinkan dirinya kalau dia mampu untuk mengatakan semuanya.

"Mungkin dulu selama Naya deket sama mas, Naya belum ngerasain yang namanya sayang. Tapi setelah menikah Naya ngerasa kalo Naya itu ternyata butuh mas dan pengen selalu deket sama mas Rian. Nah, kali ini Naya mau jujur biar gaada yang Naya tutup-tutupin lagi biar lebih baik juga buat kedepannya..

..jadi, sekitar bulan februari mantan Naya tiba-tiba hubungin Naya lewat whatsapp dia selalu minta ketemu sama Naya, tapi Naya gamau. Dan sampe akhirnya, kemaren Naya waktu di IKEA tiba-tiba jetemu sama dia, Naya kaget takut karena Naya udah bertahun-tahun ga ketemu sama dia semenjak putus tapi dia seakan tiba-tiba muncul dan minta Naya buat ngobrol berdua sama dia."

"Terus? Naya mau ngobrol sama dia?" Tanya Rian melihat Naya yang sedang tertunduk seperti merasa bersalah.

"Enggak, Naya ga mau buat ketemu sama dia . Naya takut. Naya gamau ada salah paham kalau ada orang lain yang tau Naya. Maafin Naya mas kalo selama ini Naya ga pernah cerita." Sambil meneteskan air mata. Rian meraih tangan Naya dan menggegam seraya menguatkan.

"Nay, mas sebenernya udah tau semuanya dari Dio. Dio bahkan udah cerita soal hubungan kalian dulu, mas memaklumi itu semua walaupun mas ada perasaan ga terima kalau waktu kita deket Naya seolah masih ada hati buat Dika."

"Mas kok tau namanya?"

"Dio yang ngasih tau, dan maaf juga sebelumnya karena mas pernah buka hp kamu dan ternyata ada chat dari dika. Mas buka, mas baca chatnya ga semuanya tapi mas tau. Naya, sekarang mas mau minta kesediaan hati Naya buat menerima mas sepenuh hati tanpa ada hati yang lain. Mas sekarang udah jadi suami yang memiliki kamu sepenuhnya begitupun denganmu. Mas gamau kalau Naya ternyata masih berhubungan dengan lelaki lain apalagi lelaki yang pernah menyakiti Naya, makasih Naya udah mau jujur sama mas. Mas percaya kalau Naya mampu ngejaga hati Naya buat mas, begitupun dengan mas yang akan selalu ngejaga hati mas buat Naya." Rian memeluk Naya yang terisak. Sungguh ada kelegaan dalam dirinya setelah mengutarakan apa yang selama ini ingin diungkapkan.

"Tapi Naya udah bener-bener ngelupain dia kan?"

Naya membisu, karena ia pun tidak tahu, yang ia tahu sekarang ia sangat mencintai Rian tidak mau menyakiti hati Rian sedikit pun. Bukankah melupakan seseorang yang sangat berpengaruh dalam proses hidup kita itu sangat susah? Mungkin itu yang Naya rasakan.

"Mas tau, mungkin melupakan seseorang yang pernah menjadi bagian proses hidup kita ga gampang. Sekarang mas masih memaklumi, tapi untuk kedepannya mas berharap Naya mampu melupakan seseorang itu, anggap saja dia hanya teman yang pernah menghibur Naya dikala sedih. Karena mas gamau ketika Naya masih belum melupakan akan dampaknya ke masa depan kita nanti. Mas harao kamu paham ya Nay."

"Naya sayang sama mas Rian. Naya janji ga akan pernah bikin mas Rian sedih, Insyaallah Naya bisa buat ngelupain semua tentang masa lalu Naya dan cukup hanya untuk dikenang. Maafin Naya sekali lagi mas."

Keduanya berpelukan, Naya yang tangisannya semakin deras ketika Rian mengeratkan pelukan. Tanpa disadari Rian juga meneteskan air mata. Air mata bahagia karena ia mempunyai istri yang sangat baik hatinya, Rian sangat bisa merasakan ketulusan hati Naya. Bersyukurlah Rian.

-

Bandung, 27 mei.

Bus pariwisata menghentikan lajunya di salah satu hotel berbintang lima. Rombongan dari HarsCorp, mulai menuruni bus satu persatu. Ada sekitar lima bus yang disewa untuk para karyawan HarsCorp. Para karyawan diperbolehkan untuk membawa istri dan anaknya, kecuali yang masih single hanya boleh sendiri saja. Kejam memang, namun itu sudah menjadi aturannya.

Rian dan Naya turun dari tangga dan akan segera masuk ke dalam kamar hotel. Namun, tiba-tiba saja Dio menghampiri mereka berdua.

"Yan, bentar gue mau ngomong."

"Mas, Naya ke kamar dulu ya capek mau siap-siap buat ngar malem."

"Iya Nay, nanti mas nyusul."

Dio mengarahkan Rian untuk duduk di sofa yang terdapat di lobby hotel. Terlihat dari wajah Dio yang seperti orang gelisah, cemas dan takut.

"Yan, nanti malem lo udah tau siapa yang ngisi acara?"

"Belom."

"Ehmm. Jadi.. nanti malem itu yang ngisi acara itu temen-temen band gue waktu SMA."

"Ya terus kenapa?"

"Aduh gimana ngomongnya yaa..."

"Ngomong apaan cepet deh gue pengen ngadem dikamar."

"Temen-temen gue SMA ya yang jadi vokalis itu si Nandika, Dika mantannya Naya."

Rian tercekat, ia benar-benar tidak tahu harus merespon apa kepada Dio. Ia terkejut karena ia sama sekali tidak menyangka.

"Gue gatau kenapa yang diundang itu ternyata the Vroovy. Karena yang gue tau kemaren mereka mau ngundang siapa gitu, dan ternyata baru dikabarin lagi jadinya the vroovy yang tampil di acara nanti. Gue harap lo jangan kebawa emosi ataupun canggung ketika lo tau mantan Naya."

Rian mencoba untuk menetralisir perasaannya yang sedang tidak karuan, antara capek emosi kaget bercampur jadi satu. Ia ingin segera bertemu dengan istrinya, ingin segera memeluknya ia dangat tidak ingin kehilangan istrinya.

"Thanks Yo. Gue kekamar dulu ya. Lo gausah khawatir acara nanti bakalan berantakan, gue insyaallah bisa jaga emosi gue apapun ntar yang gue liat didepan gue."

Rian segera menaiki lift memencet tombol angka lima, dan segera mencari kamar bernomor 508. Di pencet bel kamarnya, tak lama Naya membuka pintu dan Rian dengan segera menyerang Naya, Rian menggigit bibir bawah Naya, mereka semakin memperdalam ciuman. Disela-sela ciumannya, Rian berkata lirih "Nay, aku sayang kamu. Tolong jangan pernah ninggalin aku." Naya hanya mengangguk dan memeluk Rian dengan erat. Semuanya terasa nyaman, rasanya tidak ingin berakhir biarkan mereka saling memeluk untuk bersatu.

RumahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang