Akad

4.1K 308 0

Tiga bulan berlalu, segala hal yang berhubungan dengan persiapan pernikahan Naya dan Rian sudah dipersiapkan dengan matang. Begitupun dengan perkuliahan Naya, Naya sudah lulus pada sidang skripsi dan akan mengikuti wisuda pada periode bulan Mei.

4 april, jatuh pada hari Minggu. Sudah dipastikan semua keluarga besar datang untuk menyaksikan peosesi akad nikah. Akad tersebut diadakan di rumah Naya dengan mendirikan tenda didepan halaman rumah Naya yang luas. Tenda bernuansa putih dengan dekorasi berwarna pastel menjadi tempat dimana Ijab Qabul berlangsung.

Naya yang berada dikamar dapat mendengar secara langsung Rian mengucapkan ijab qabul yang disahut oleh suara para saksi dan keluarga 'sah'. Naya menangis bahagia di pelukan mba Raya. Setelah Rian telah menjadi suami yang sah dari Naya, Naya keluar dari kamar untuk duduk disebelah Rian didepangan penghulu dan para saksi untuk menandatangani buku nikah.

Naya terlihat seperti bidadari surga, riasan yang manglingi dengan kebaya berwarna putih mampu membuat kesan elegan dari dirinya, sedangkan Rian mengenakan beskap berwarna putih mampu menjadi perhatian dengan kegagahan dan ketampananya. Aura bahagia terpancar dari kedua mempelai. Alhamdulillah.

Setelah Ijab Qabul, saatnya para keluarga besar melaksanakan walimahan atau jamuan makan sebagai wujud syukur kepada Allah SWT. Betapa bahagianya kedua keluarga besar terlihat merasakan kebahagiaan pula.

"Kok malah lo duluan sih Yan?" Tanya Dio duduk menyebelahi Rian yang berada diantara saudara-saudaranya.

"Katanya gue disuruh buru-buru nikah. Giliran gue nikah duluan malah lo protes."

"Aduh gue jadi pengen cepetan bulan Juni. Biar cepet-cepet sah, cepet merasakan nikmatnya berumah tangga."

"Nikmat berumah tangga apa nikmat malam pertama?" Goda Rian kepada Dio sambil menyenggol lengannya.

"Astgahfirullah Rian, lo udah kebelet malam pertama emang? Gue aja ga mikir sampe situ." Dio menjawab dengan tertawa.

Sementara itu Naya berada di kamarnya menemui para kerabat perempuan yang sekedar ingin berfoto dan mengucapkan selamat.

"Hm jadi malam pertamanya mau setelah wisuda apa ntar malem nih?" Goda para teman kuliah Naya yang rumpi. Maklum cewe. Naya hanya menjawab dengan senyuman dan muka merahnya tidak bisa ditutupi.

Para tema Naya meninggalkan kamar Naya menuju ke tenda untuk berbincang-bincang dengan yang lain. Anisa pacar Dio masuk, Anisa ini juga kakak kelas Naya dulu, Anisa juga tahu persis bagaimana kisahnya dengan Dika dulu dimulai. Dengan senyuman Anisa duduk menyebelahi Naya yang terduduk di tepian bed.

"Naya, akhirnya malah kamu duluan yang nikah." Ucap Anisa sambil memeluk Naya.

"Mba Anisa kan juga sebentar lagi sama mas Dio nyusul." Jawabnya dengan senyuman menggoda ke Anisa.

"Mba, waktu kemaren aku lagi di cafe, aku ngeliat Dika."

"Dika? Dika Nandika maksudmu?" Anisa terkejut.

Setelah menceritakan kejadian di Cafe kepada Anisa, tiba-tiba saja Rian memasuki kamar dibuntuti dengan Dio dibelakangnya. Akhirnya perbincangan itu terhenti, takut saja kalu Rian tersulut emosi di hari bahagianya ini.

-
4 april, malam harinya diadakan resepsi pernikahan mereka yang berada di ballroom sebuah hotel bintang lima. Kali ini yang diundang teman-teman Rian dan Naya dan beberapa kerabat dari ayah dan ibu kedua mempelai. Naya dan Rian memilih adat jawa untuk resepsinya warnanya merah marun dengan payet hitam. Terlihat mahal dan elegan dipakai mereka berdua menambah kecantikan dan ketampanan ribuan persen. Acara resepsi yang dimulai pukul 19.00 berakhir pada pukul 22.00. Naya dan Rian tampak sangat kelelahan, setidaknya acara pernikahan mereka mampu berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan. Para keluarga besar ada yang sebagian menginap di hotel ada juga yang memilih untuk pulang ke kota masing-masing. Selesai sudah mereka menjadi raja dan ratu sehari.

Naya memasuki kamar yang digunakan untuk makeup, dan melepas baju kebaya dan segala macamnya kemudian berganti pakaian dengan baju tidur lengan panjangnya. Disusul dengan Rian yang juga mengganti pakaiannya, namun setelah itu Rian memutuskan untuk pergi ke kamarnya sementara Naya masih sibuk dengan membereskan beberapa printilan untuk diserahkan ke MUA. Setelah selesai semua, Naya pergi ke kamarnya yang hanya berjarak kurang lebih 10 meter dari kamar makeup, sambil berjalan melewati lorong ia menyempatkan untuk membuka smartphonenya, banyak sekali teman-teman instagramnya menge-tag Naya dalam foto. Banyak juga yang mengucapkan selamat, namun Naya belum sempat membalasnya satu persatu.

Naya memencet bel kamar, tak lama Rian membukanya. Terlihat jelas sekali wajah Rian yang kelelahan namun masih terlihat aura tampannya.

"Udah?" Tanya Rian sambil berjalan kembali untuk merebahkan diri di kasur.

"Udah, mau bersihin makeup tapi mager hehe."

"Mas ngantuk Nay." Sambil memposisikan diri tengkurap.

"Ya tidur lah, Naya juga mau tidur bentar lagi masih mau bersihin makeup biar bantalnya ga kotor kena dempul." Sambil melepaskan kerudung instannya dan mulai menghadap kaca untuk membersihkan makeup yang masih menempel. Pertama kalinya Naya memperlihatkan rambutnya kepada Rian, sayangnya Rian masih dalam posisi tengkurap hingga ia tidak menyadari kalau Naya sudah melepas kerudung dan menggerai rambut sebahunya.

"Mas?" Tanya Naya sambil melihat Rian dari pantulan cermin. Tidak ada jawaban dari Rian, mungkin sudah tidur pikir Naya.

Naya melangkahkan kakinya untuk berbaring disebelah Rian yang sedari tadi tidak bergerak. Hanya suara dengkuran lirih yang ia dengar. Selagi Naya menarik selimut, Rian membenarkan posisi tidurnya telentang dan membuka matanya sedikit. Dilihatnya wanita disebelahnya, kecantikan yang alami ditambah dengan mahkota di kepalanya hitam sebahu. Matanya semakin melebar melihat ke arah Naya yang sedang memainkan smartphonenya.

"Kok belum tidur Nay?"

"Iyaa ini otw tidur." Sambil meletakkan smartphonenya di nakas sebelah kirinya. Naya berbaring miring menghadap kearah Rian yang ternyata sudah tertidur lagi. Perlahan Naya pun memejamkan matanya.

Dan malam pertama mereka pun juatru tenggelam pada mimpi mereka masing masing karena terlalu lelah untuk seharian menjadi raja dan ratu.

RumahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang