5. Pacar Brian

67.8K 2.9K 22
                                        

Ini sudah 2 hari sejak insiden yang memalukan itu dan Brian masih tidak percaya. Ia sangat malu terutama oleh Agatha. Brian duduk di sebuah sofa di dalam kamar nya. Menghisap ganja dan membaca berkas-berkas mengenai Agatha. Ia menyuruh seseorang untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang Agatha dan hasil nya membuatnya shock. Agatha memang sepolos yang kelihatan nya. Brian mengharapkan bahwa Agatha seperti perempuan lain nya, yang mendekati nya karena harta dan kepopularan nya. Tapi kenyataan nya... Tidak.

Diberkas itu tertulis riwayat pendidikan Agatha pekerjaan terakhirnya, jumlah teman yang ter nyata nol besar, tidak pernah pacaran, rutin pergi ke gereja dan perpustakaan kota, tidak suka nonton tv, tidak pernah terlihat mengikuti pesta dan yang paling penting.. Menurut keluarga nya sendiri, Agatha dinilai sangat lambat dalam berpikir kecuali dalam bidang matematika dan science.

Sebaliknya, Brian adalah kebanggaan keluarga nya. Selain dinilai genius dalam bidang musik, kemampuan nya di bidang bisnis juga tidak bisa diremehkan. Beberapa kali ayah nya akan meminta pendapatnya tentang bisnis yang akan mulai dibangun. Brian memijat pelan pelipis nya.

*tok tok tok*

Suara ketukan pintu kamarnya membuyarkan pikiran Brian tentang Agatha.

"Masuk!" Sahut Brian.

"Cewe itu lagi tuan" kata bodyguard nya sambil bergidik, "apa ga mau dipanghilin satpam aja? Kemarin bawa lap pel, hari ini dia mohon-mohon sampe gelayutan di lengan saya, katanya mau ketemu sebentar aja.."

"Haha.. Suruh masuk aja" timpal Brian

Wajah bodyguard nya melongo, "se..serius tuan?"

Brian mengangguk. Mematikan lintingan ganja di asbak, dan menyembunyikan berkas tentang Agatha dibawah sofa. Brian mencari baju kaos nya, tetapi ia tak bisa menemukan nya. Ia masih bertelanjang dada saat ia mendengar suara yang mirip dengan cicitan burung.

"Aku kan cuma mau mastiin dia kering.. Soalnya bahaya benget kalo dia ga kering" cicit suara itu

Brian tak kuasa menahan tawanya. Brian berdiri dan siap menyambut Agatha.

"Briiaaan!" Agatha berlari dan langsung memeluk Brian.

Brian balas memeluknya, mencium ubun-ubun Agatha dan membelai lembut rambutnya. Kejadian itu tak berlangsung lama. Agatha segera melepaskan pelukan nya dan mengacungkan sebuah kantung kertas bewarna coklat.

"Kamu mau ga? Ini donat yang aku beli untuk jaga-jaga kalo aku ga boleh masuk lagi kesini. Tapi aku kan udah masuk, jadi donatnya buat kamua aja.."

Agatha menaruh kantung donatnya di meja disamping tempat tidur dan bergegas menuju jendela kamar Brian yang sangat besar dengan pemandangan kota Jakarta. Brian memperhatikan gerak gerik Agatha dan tak mampu menahan senyumnya.

"Ya ampun! Ko kamu ga pake baju si bri? Baju kamu basah ya? Aku pulang dulu deh, aku pinjemin baju aku ya!"

Agatha mulai berlari menuju pintu kamar sebelum Brian menghentikan nya. Memeluk nya erat.

"Kamu tuh kaya kelinci. Lompat sana, lompat sini. Ga cape?" Tanya brian sambil mengelus rambut Agatha.

"Engga.." Sahutnya sembari berusaha melepaskan pelukan Brian.

"Lo kok khawatir banget sama gue? Lo naksir ya sama gue?"

Bilang iya please!

"Engga.." Jawab Agatha datar, "Kecuali kalo kamu kaya terus bisa beliin aku pabrik obat! Haha"

Agatha tertawa dan berlari mengambil kantong donat dan memakan satu donat dari dalam nya. Iya merebahkan badan nya di kasur king size milik Brian.

Brian menghampiri Agatha dan menindih Agatha yang sedang terlentang.

"Cuma itu? Bisa kok" bisik Brian.

"Serius bri?" Agatha mencoba bangun, tapi lengan Brian menahan nya.

Brian menggangguk, "Ada lagi selain itu?" Tantang nya.

"Kamu kaya yaa Bri? Sekaya bapak sama mami aku ya?" Tanya Agatha dengan mata yang berbinar.

"Lebih.." Bisik Brian lagi.

Brian memakan sisa donat yang ada di tangan Agatha dan menjilat sisa coklat yang ada di jari nya. Agatha hanya memperhatikan.

"Jadi.." Kata Agatha yang memecah kesunyian, "kalo kamu beliin aku pabrik obat, aku harus naksir sama kamu? Sampe kapan?"

Brian tersenyum, "iya, lo musti naksir sama gue. Gue mau lu jadi pacar gue, sampe gue ngerasa bosen sama lu. Gimana?"

Mata Agatha berbinar-binar, "tapi...." Sambungnya dengan suara murung, "caranya naksir kamu gimana bri?"

Brian hanya bisa tertawa terbahak-bahak.

Posesif (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang