Sumpah gue ga pernah ketemu sama cewe macem gini. Ini pertama kali nya ada cewe yang bisa mengintimidasi gue, dan gue pikir itu sexy banget. Padahal tu cewe ga ada bagus-bagus nya. Dada rata, walaupun pinggulnya boleh juga sih..
Brian menatap lekat sesosok perempuan yang terjebak di dalam lift bersama nya. Ia hampir tertawa saat perempuan itu melapor pada petugas. Tiba-tiba, ada hasrat yang begitu besar untuk mengetahui perempuan itu lebih dalam lagi.
"Lo kenal gue kan?" Pancing Brian.
Perempuan itu mengerutkan dahinya, "Emang nya aku harus banget tau ya? Emang kenapa? Kamu temen sekolah aku? SD? SMP? SMA? Oh! Kamu bule pasti temen aku pas kuliah di Australia ya? Yaa ampuuun" kata perempuan itu sambil langsung memeluk Brian.
Tingginya hanya sedada Brian, tapi perempuan itu berusaha menggapai leher Brian dan tak sengaja agak menjenggut rambut belakang Brian, membuat nya ntah bagai mana menjadi.... Terangsang.
"Aaaah..." Desah Brian yang instan membuat teman-teman nya tertawa terbahak-bahak.
Brian tersenyum, dan menarik pinggang perempuan itu untuk mendakat padanya. Perempuan itu tak berontak dan tidak juga menikmati. Brian mencoba membenamkan wajah nya ke leher wanita itu dan ntah bagai mana Brian sangat terangsang.
Shit. Kenapa sih sama gue? Gue ga pernah ngerasa sensasi segila ini. Gue bahkan ga kenal sama cewe ini. Kenapa gue kaya gini banget? Kenapa aroma tubuh dia kaya gini? Parfume apa yang dia pake? Sumpah gue sange.
Tiba-tiba Brian menghela napas dan melepaskan pelukan nya. Ia membuka kacamata hitam nya dan menatap lekat perempuan yang ada dihadapan nya. Wajah nya mungil dengan bibir agak tebal berwarna merah muda. Brian menelan ludah nya sendiri. Ia membukuk dan memegang wajah perempuan itu dengan kedua tangan nya.
"Bukan" tiba-tiba suara Brian melembut, "gue bukan temen lo. Tapi, gue mau tanya. Lo pernah ga liat gue?" Sambung nya lagi.
"Enggaaa.. " perempuan itu nyaris seperti mencicit karena pergerakan bibirnya terhambat akibat dua buah tangan yang cukup besar memegang kedua pipinya.
"Oke, gue boleh tau nama lo? Nama gue Brian". Brian melepaskan tangan nya dari wajah perempuan itu dan kembali berdiri tegak.
Perempuan itu menatapnya sambil mengerutkan dahinya. Ia dengan cepat meraba bokong Brian. Brian terlonjak kaget, tapi tak sanggup mengatakan sepatah katapun. Perempuan itu menggenggam dompet Brian, membuka nya dan mengambil KTP Brian sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
Setelah cukup puas, perempuan itu menaruh kembali KTP Brian di dalam dompet dan menyerahkan dompet itu ke Brian. Ia mengeluarkan dompetnya dari dalam tas, mengambil sebuah kartu dan memberikan nya kepada Brian. Sebuah KTP atas nama Agatha Larasati Adidharmo.
Brian membaca KTP itu dengan seksama. Dari mulai nama, alamat, pekerjaan dan golongan darah nya. Dari nama belakang nya, Brian sudah tau latar belakang keluarga perempuan itu. Brian tersenyum. Ada ide gila di dalam kepala nya.
" Agatha...."
"Panggil Atha aja" potong perempuan itu.
"Oke, Atha.. Kalo besok lo ada waktu, dateng ke party gue ya! Lantai 25. Pool party kok, jadi usahain pake bikini" sambuang Brian.
"Oke Brian!"
Tak lama setelah itu, pintu lift berhasil dibuka paksa dan mereka pun keluar satu persatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Posesif (Tamat)
ChickLitCerita cinta picisan tentang Agatha yang polos dan Brian yang kasar dan posesif. WARNING!!!! 1. Usia 18++ 2. Contain a lot of English 3. Baca sampe akhir, if you dare.. ? Ceritanya bersambung ke cerita baru berjudul: Harton Academy.
