1. Lift

82.1K 3.7K 24
                                        

Aku kadang tak mengerti dimana letak salahku? Aku merasa sudah sangat berusaha untuk menjadi anak perempuan yang baik untuk keluarga adidharmo. Aku tau aku hanya becus dalam hal2 yang berbau hitungan matematika dan ilmu science. Tapi apa itu salah?

*Duk*

Kepala Agatha terbentur sesuatu ke keras dan besar. Ia mendongakan kepala nya dan melihat seorang laki-laki agak bule berbadan atletis yang memakai kacamata hitam.

"Kok berdiri disini si mas?" Gerutu Agatha, "liat tuh, lipstik saya jadi nempel di baju mas.. Gimana sih?"

Lelaki itu menurunkan kacamatanya sampai bertengger dibatang hidung nya. Dengan ekspresi tidak percaya, Ia menaikan sebelah alis nya.

"Kenapa mas? Pusing? Harus nya saya yang pusing! Saya lagi ga mood nih mas" sambung Agatha.

"What?!" Hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut lelaki itu.

"Udah lah saya ga ngerti bahasa inggris.. Thank you, good bye!"

Agatha langsung masuk ke dalam lift dan menekan angka 9. Lantai tempat ia tinggal di apartemen ini.

"Wait!" Lelaki tadi dan dua orang teman nya berlari dan ikut masuk ke dalam lift.

Agatha cemberut melihat segerombolan orang menyesak masuk ke dalam lift yang tadinya hanya ada dia seorang.

Ini pasti cowo-cowo pemain bola deh. Liat aja badan nya begitu semua. Ga sadar apa badan aku kecil begini? Mana lipstik aku mungkin luntur.. Iiiiih ngeselin banget.

"Liat apa lo?" Sentak lelaki bule itu, diikuti tawa oleh ke dua orang teman nya.

"Liat muka kamu!" jawab Agatha sambil menunjuk wajah si bule, "kenapa? Salah? Terus aja salahin aku!" Sambung nya.

Sebelum lelaki bule itu menjawab, pintu lift tertutup dengan bunyi "Ting" yang cukup keras. Lelaki bule itu terdiam, menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan nya dengan keras.

Agatha masih menatap nya dengan wajah yang cemberut. Pipi nya dibuat tembam dan bibir agak nya maju.

Sampai di lantai 5, tiba-tiba saja lift berhenti mendadak. Membuat semua orang dalam lift kaget.... Kecuali Agatha.

"Lift nya macet" jelas nya, "dan sekarang kecepatan kita adalah 0. Artinya kita belum jatuh. Ga usah panik dulu, oke?"

Serentak ketiga laki-laki dalam lift memandang Agatha dengan tatapan tidak percaya.

Agatha menekan tombol emergency dan seseorang disebrang sana merespon.

"Mohon maaf, ada gangguan pada lift nya. Petugas kami akan segera bergegas memperbaiki nya. Mohon maaf atas ketidak nyamanan nya."

"Kira-kira berapa lama ya mbak? Saya kan perempuan sendiri. Yang lain nya cowo, ntar kalo saya diapa-apa in gimana?" Kata Agatha sembari menatap tajam ketiga laki-laki itu satu persatu dengan tatapan mengintimidasi.

"Saya kurang tau, tapi kami usahakan, secepat mungkin dan tidak usah khawatir karena ada CCTV di setiap lift untuk memantau pergerakan...." Belum selesai petugas memberikan informasi, agatha langsung memotong,

"Oh, oke kalo gitu" sambil menekan tombol end.

Ketiga lelaki di dalam lift itu memandang Agatha dengan tatapan yang tidak biasa. Mulut mereka agak mengaga sedikit.

Posesif (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang