Cheongdam-dong , mei 2012

"NONAAA BAU APA INI?"

'bau? Bau apa maksudnya?'

"ASTAGA TELURNYA!"

🌹🌹🌹

Kyungsoo memandang heran sarapan yang dibuat nonna-nya sekarang. ia menyumpit telur lalu memandangnya dengan tatapan datar

"ini kau sebut sarapan ala amerika?"

Hyunsoo menggaruk belakang kepalanya sambil tertawa aneh. Jelas saja aneh, saat ia tidak sengaja membuat telur nya sampai gosong. Bahkan Hyunsoo bersumpah makanan itu akan berakhir ditempat sampah nantinya

"hehe.. maaf kyung, aku tadi-"

"melamun? Huh.. jangan memasak lagi ! masih mending kau tidak membakar dapur kali ini" sambar kyungsoo cepat

Sontak mendengar jawaban adiknya, hyunsoo langsung menggapai sendok lalu memukul kepala adiknya dengan geram

"AAAA.. SAKIT NONNA ! kalau aku bodoh sepertimu bagaimana?!"

"apa kau bilang?! Dasar adik kurang ajar! Cepat habiskan sarapanmu, aku harus bersiap berangkat kerja sekarang" sahut hyunsoo lalu mulai bangkit dari duduknya menuju kamar

"mbo? Yak! Bagaimana aku makan dengan telur gosong begini?!"

"makan saja. masih mending aku berbaik hati membuat sarapan" hyunsoo menjawab tanpa berbalik melihat sang adik sedang bersumpah serapah tanpa suara dibelakangnya. Setelah sampai didalam kamarnya, hyunsoo langsung menghela nafas panjang. Tidak ada yang tidak membosankan selain bekerja.

"semangat Do hyun soo"

Do Hyun soo (29), berprofesi sebagai manajer restoran disalah satu hotel bintang lima dikawasan seoul. Mempunyai adik laki-laki bernama Do Kyung soo (21), seorang mahasiswa kedokteran di universitas seoul. Di umur yang terbilang matang, Hyun soo masih belum juga menikah. Jangankan menikah, memiliki kekasih pun tidak ada.

Kadang kyung soo khawatir melihat noona-nya yang terlalu sibuk bekerja tanpa memikirkan untuk mencari pasangan hidup. Apalagi melihat kelakuan ajiaib sang kakak yang kadang kyung soo terheran-heran dibuatnya

"nonna.. jangan lupa ke café minseok hyung, kau tidak lupa hari ini ulang tahun junmyeon hyung kan?" Tanya kyungsoo sambil mengekori kakaknya sampai didepan pintu rumah

Hyunsoo mengambil sepatu hak tingginya lalu menoleh cepat kearah adiknya. Ia menepuk kepalanya karena melupaka hal tersebut

"astaga, aku hampir lupa. Baiklah aku akan datang sehabis bekerja" lanjut hyunsoo sambil memakai sepatu hak tingginya

"kebiasaan sekali. aku akan menjemput nonna pulang kalau begitu"

Hyunsoo berbalik setelah tangannya memegang knop pintu "tidak perlu kyung. Kau langsung saja datang kesana. Aku akan menyusul nantinya"

"aku berangkat. Jangan lupa kunci semua pintu dan jendela" teriak hyunsoo lalu bergegas keluar rumahnya. Ia tidak boleh terlambat atau ia akan ketinggalan bus pagi ini

🌹🌹🌹

"yak! Katakana padaku bahwa itu tidak benar?!" kata seseorang disebrang sana. Yang ditelpon hanya bergumam malas sambil mengancing kemejannya

"astaga kau pasti sudah gila ! tidak waras !" cecar seseorang yang menghubunginya tersebut

"sudah lah hyung, itu semua sudah terjadi" katanya santai, sambil memasang jam tangan ke tangan sebelah kirinya. Menganggap apa yang sedang terjadi pada dirinya bukan masalah yang besar

Hembusan nafas keras terdengar dari sebrang sana, sepertinya orang tersebut sedang meredam emosinya "baiklah, apa pun yang terjadi aku hanya bisa mendukung keputusanmu"

"terima kasih suho hyung" kata lelaki itu sambil tersenyum. Walaupun lawan bicaranya disebrang sana tidak bisa melihatnya

"kau sekarang tinggal dimana Baekhyun-na? Kau bisa tinggal dirumahku ataupun chanyeol"

"tidak perlu. Aku sudah menyewa sebuah rumah didaerah cheongdam-dong " baekhyun melirik arlojinya. Ia menyambar handphone nya dan mematikan mode loudspeaker dan segera menempelkan handphone ke telingannya

"hyung sepertinya aku harus berangkat kerja sekarang. aku tutup ya" lanjut baekhyun sambil tangan satunya mengambil tasnya

"tunggu ! kau bekerja? Bekerja apa?!" teriak suho diujung sana, yang membuat baekhyun harus menjauhkan ponsel dari telingannya

"aish.. nanti aku jelaskan. Aku harus berangkat sekarang. aku tutup"

"tunggu dulu!"

"astaga apa lagi ?!" kata baekhyun frustasi. Ia semutar kunci rumahnya dan segera menuruni tangga

"jangangan lupa malam ini di café minseok-"

"iya.. astaga iya.. aku tutup" sambar baekhyun dan langsung memutuskan sambungan secara sepihak. Ia bergegas menuju halte bus.

Ia segera menaiki bus dan harus menghela nafas lelah saat melihat semua kursi didalam terisi penuh

'sial.. ini karena suho hyung aku jadi harus berdiri'

Baekhyun menyalahkan suho karena pria itu tadi tidak kunjung meneutup panggilan dan terus saja mengoceh membuat ia harus dengan sangat terpaksa berdiri dengan beberapa orang.

Ia menghela nafas "ini baru permulaan baekhyun. Tetap tenang dan nikmati saja" katanya kepada diri sendiri.

Bus melaju dijalurnya. Baekhyun ssekali melihat luar jendela atau tidak menoleh kesekitar untuk menghilangkan rasa bosan. Lalu ia tidak sengaja melihat wanita yang sedang membelakanginya sedang menomel dengan seseorang melalui ponselnya. Entah apa yang membuat baekhyun tertarik walaupun tidak melihat rupa wanita itu

'aish.. wae? Baik-baik, aku akan datang. Yak berhentilah membicarakan itu. ini sudah lebih tiga kali kau mengulangnya terus bodoh!'

Baekhyun tersenyum samar saat wanita itu mengkatai seseorang disebrang sana. Aneh, padahal tidak ada yang lucu, tapi ia begitu tertarik melihat punggung wanita tersebut

CITTT...

Bus mengerem mendadak membuat wanita yang berada didepannya terhuyung kedepan kalau saja baekhyun tidak reflex menangkap pergelangan wanita itu sampai berbalik dan menabrak dadanya. Wanita itu terpekik kaget karena kejadian mendadak tersebut yang membuat ia hampir jatuh

Mereka saling berpandangan dengan jarak yang dekat, bahkan hembusan nafas keduanya sama-sama tercium. Mata keduanya sama-sama terkunci dengan tatapan masing-masing.

'hyunsoo-ya, ada apa? Apa yang terjadi?'

'hyunsoo-ya?'

'Do hyun soo'

Wanita yang sekarang berhadapan dengan baekhyun adalah hyunsoo, ia bahkan lupa panggilan tersebut masih terhubung. Mendadak ia lupa dengan sekitar hanya dengan menatap mata pria itu. begitu pulan dengan baekhyun, ia mendadak terdiam saat melihat wanita yang hanya beranjak tidak lebih dari sepuluh senti dari dirinya

Tanpa mereka sadari, takdir juga yang mempertemukan mereka dan berlanjut mengiringi musim panas mereka berdua

Summer love~

🕊🕊🕊

Yeyeye.. chapter 1 akhirnya di publis.

Maaf kan lin yang baru kesampean publis cerita ini. Ide cerita ini hampir aja hilang entah kemana 😂

Semoga suka, dan kali ini lin pake gaya bahasa orang ketiga tunggal. Jadi maafkan rada kaku 😂

Bye bye 💋💋💋

Summer Love Baca cerita ini secara GRATIS!