Part 11✔

2.1K 99 2

"Tak selalu memahami sebelum memiliki. Banyak orang yang sudah lebih dulu memiliki baru memahami apa yang mereka miliki."

~~~

Sepulang sekolah, Sye langsung menuju ke lapangan basket yang dimaksud oleh si ‘unknown’ dalam surat itu. Sesampainya disana, Sye tak menemukan siapapun kecuali seorang laki-laki yang mengenakan seragam basket bernomor punggung tujuh belas sedang berbincang dengan teman satu timnya.

Faldo. Ya, laki-laki itu adalah Faldo. Sye mengernyitkan keningnya, ia bingung dengan apa yang sedang terjadi. Apa mungkin yang mengirim surat itu adalah Faldo? Ditepisnya cepat terkaan itu dari pikirannya. Tidak mungkin Faldo yang notabenenya adalah musuhnya mengirim surat yang menyatakan perasaan kepadanya.

“Siapa sih yang ngirim surat itu?” Sye berjalan menuju tribun lalu duduk di tribun bagian bawah. “Aneh banget, ngirim surat misterius gitu,” Gumam Sye seraya mengayunkan kakinya.

Saat Sye sedang menunggu si pengirim itu datang, tiba-tiba ia dikejutkan dengan sebuah keranjang yang turun dari atas dengan kaitan tali di keranjang itu dan di dalamnya terdapat sebuah bucket bunga candytuft yang bertuliskan ‘Would You Be Mine?’ di bagian tengah.

“Ini dari siapa lagi?” Sye mendengus kasar melihat bucket bunga digenggamannya. “Yang tau kalo gue suka candytuft kan cuma Mami, Papi, Oma, Opa, Una, Qilla, sama Kak Faldo. Hah? Nggak mungkin kan bunga ini dari dia,” Sye menepis pikiran kacaunya itu dengan cepat.

‘Kita emang belum lama kenal. Tapi sejak awal gue ketemu sama lo, gue rasa kalo lo bisa bikin gue nyaman setiap gue sama lo. Awalnya gue kira lo itu cewek aneh yang berharap jadi pacar seorang cowok ganteng idaman para cewek. Tapi gue salah karena lo justru sebaliknya. Lo cewek culun yang mau nerima siapapun apa adanya, tanpa memandang kasta maupun harta. Dan kenapa gue selalu nolongin lo kalo lo lagi kesusahan? Karena gue sayang sama lo. Gue emang belum tau menyeluruh tentang lo. Tapi memahami butuh waktu kan? Apa salah kalo gue pengen milikin lo dulu baru seiring berjalannya waktu gue memahami lo? Gue butuh jawabannya Sye. Gue nggak peduli sama apa kata orang tentang keburukan lo. Toh mereka cuma liat lo dari sisi luar lo, bukan dari isi hati lo. Dan ‘unknown’ yang pernah sms lo itu gue Sye. Sorry kalo gue lancang, tapi gue sayang sama lo. Hati nggak akan bisa bohong. So, would you be mine, Atika Syeila Putri Adinata?'

Sye menitikkan air matanya dalam diam. Ia tak menyangka jika Karel rela berbuat seperti itu hanya untuk dirinya. Kecemasannya selama ini terjawab sudah dengan kehadiran Karel di hidupnya. Ia tak perlu lagi mencemaskan perihal misinya yang takut gagal. Walaupun ia tak tahu seberapa lama hubungan itu akan mengikat dirinya dan Karel.

“Please give me your answer now,” Karel terlihat gugup saat berdiri tepat di belakang Sye yang kini sudah berdiri di tengah lapangan.

Sorak sorai seluruh murid SMA Cendrawasih terdengar bergemuruh di seluruh penjuru lapangan itu. Semuanya berharap bahwa Sye akan menerima Karel saat itu juga. Walaupun ada beberapa murid yang merasa patah hati karena cogan keempat di SMA Cendrawasih sudah memiliki tambatan hatinya sendiri.

“Lo serius sama ini semua?” Sye meragukan apa yang sudah dilakukan Karel untuknya sore itu. “Lo udah pikirin ini semua baik-baik? Gue nggak mau lo cuma jadiin gue mainan lo doang ataupun pelampiasan lo,” Sye kembali menitikkan air matanya dalam diam.

“Dengan apa yang udah gue lakuin hari ini, apa masih belum cukup buat ngebuktiin kalo gue bener sayang sama lo?” Karel berharap-harap cemas dengan jawaban yang akan Sye berikan untuknya.

“Bukan maksud gue ngeraguin usaha lo, gue cuma ngerasa takut aja dengan penampilan gue kayak gini. Tapi, gue bakal jawab semuanya sekarang. Yes, I would,” Sye menganggukan kepalanya untuk memantapkan keputusan yang sudah ia ambil.

Love Is Miracle [COMPLETED]Read this story for FREE!