19

8.3K 1K 203

ArnoldiA; Pagi Garread

EdgarA; Pagi kakkkk
EdgarA; *sent a sticker*

ArnoldiA; lo kok serem gt stikernya?—readArnoldiA; Ini dibajak y?—read

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ArnoldiA; lo kok serem gt stikernya?—read
ArnoldiA; Ini dibajak y?—read

EdgarA; Enggaklah kak, kan biar ada kemajuan gitu lhooooo
EdgarA; hubungan kita kapan ada kemajuannya kak? (Harhar)

ArnoldiA; Lo sendiri? Menurut lo gmn? Mau maju g hubungannya?—read

EdgarA; Majuin gimana emangnya kak?

-

"Gar, itu kamu yakin nggak jadian sama Andrew?"

"Nggak," jawab Edgar seadanya. Edgar tuh walaupun mau kirim kata loveyou-loveyou-an, sayang-sayangan, stiker cinta-cintaan ... selama belum ditembak secara pasti ya berarti belum pacaran. Yaaa, gimana ya? Edgar kan masih newbie suka-sukaan sama cowok, tuh. Apalagi Edgar sadar diri aja gitu punya badan kecil, tytyd kecil, masih muda lagi ... udah pasti Edgar dapet posisi ceweklah!

Tapi, Edgar takut sebenernya kalau Andrew nembak sekarang. Edgar ... Edgar belum siap buat ditusuk!

Oke, pikiran Edgar memang mulai nista semenjak baca buku dewasa yang waktu itu. Ya, Edgar sudah ternoda otaknya, jadi mesum gini kan.

"Masa belum jadian?" tanya Mama Edgar lagi.

"Belum, Ma ...," jawab Edgar malas. Edgar lagi pusing, nih! Bingung mau jawab apa kalau ditembak Andrew nanti. Kan Edgar harus siap-siapin jawaban. Kalau langsung nge-iyain nanti dikira murahan, kalau nolak ... nanti Edgar ditinggalin beneran. Edgar belum siap menjanda sebelum diresmikan.

Ribet emang jadi Edgar tuh.

"Tapi ini kok Mama liat chat ini, sih?"

Edgar bengong, mulutnya terbuka saat melihat ponsel pintarnya ada di tangan mamanya. Edgar menengok ke tempat tidurnya. Nihil, nggak ada ponselnya. Ternyata memang benar kalau yang dipegang mamanya itu emang handphone Edgar.

Lah? Kan tadi udah dibilang kalo itu emang handphone-nya Edgar! Duh, gemas:(

"MAMA SEJAK KAPAN NGAMBIL HP AKU!?" Edgar berteriak sambil merebut paksa ponselnya, dilihatnya notifikasi Line dari handphone-nya.

ArnoldiA; Jadian yuk?

!?!+#&(+%#(?! Edgar nggak bisa berkata kata lagi, hatinya kalang kabut waktu baca pesan dari Andrew barusan. Edgar nge-scroll ponselnya pelan, membaca kata demi kata chat 'mereka'.

"MAMA!!!" teriak Edgar nyaring saat melihat kamarnya kosong, mamanya sudah lari duluan saat Edgar mengambil ponsel dari tangan mamanya, "MAMA NGEBAJAK LINE AKU!?"

-

Di lain sisi, Andrew mondar-mandir di kamarnya. Ia sedang menunggu jawaban dari Edgar. Masalahnya, sudah lima menit lebih Edgar ngebaca chat dia tadi, tapi sampai sekarang masih belum dibalas-balas. Andrew takut ditolak Edgar.

Tring!

Ponsel pintar Andrew berbunyi, Andrew pun langsung buru-buru melihat ponselnya. Andrew harus kecewa saat melihat tulisan yang ada di layar handphone-nya itu.

Pesan dari LINE TODAY!

Asu, kirain dari Edgar. Ternyata cuma notif dari LINE. Emosi Andrew jadinya.

Karena tak kunjung dibalas Edgar, Andrew pun menekan pesan terakhirnya lama dan memilih opsi unsend.

Pesan ngajak jadiannya dihapus. Andrew mengetik pesan baru untuk Edgar, wajahnya terlihat serius.

ArnoldiA; Gar, entar ketemuan yuk.

Belum dibaca ... Andrew masih menanti balasan Edgar.

Sepuluh menit kemudian ....

Tring!

EdgarA; Mbb kak, tadi aku habis mandi
EdgarA; lho? Chat yang tadi mana ya? Aku lupa bales dahal
EdgarA; padahal mandinya udah aku cepetin karena keinget lupa bales chat kakak yang tadi
EdgarA; pesannya dihapus ya?
EdgarA; tapi kakak nembak akunya jadi kan?

Andrew speechless membaca balasan Edgar. Mukanya memerah pas keingetan kalau baru nembak Edgar. Mana si Edgar segala ngingetin lagi! Malu Andrew, tuh.

ArnoldiA; jadi kok (unsent)
ArnoldiA; jalan yuk, gar—read

EdgarA; kemana kak._.?

ArnoldiA; kehatimuuu (unsent)
ArnoldiA; kemana kek—read
Arnoldia; ntar sore gue jemput—read

EdgarA; okee

Duh, Andrew langsung kesenengan pas nginget kalau sore ini mau jalan sama Edgar. Mana sekarang hari sabtu lagi, berarti secara nggak langsung Andrew lagi ngajak malam mingguan Edgar, dong?

Cie, malam mingguan.

Muehehehehe ....






Bersambung—

Oh, Her Brother!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang