Balada Rindu sang February

87 1 0

Dari belahan dunia yang berbeda
Kau jauh disana, sangat jauh tuan
Dan aku disini, dengan rindu dan juga lara
Tak pernah kau fikir seberapa rindunya batin diri tuan

Dua puluh hari tuan kau hendak pamit
Di bulan Februari ini hanya ada dua puluh delapan hari saja
Ku berteriak; itu sama saja satu bulan sayang
Dan kau hanya menyerngit
Tangan mu yang bertato dan besar terasa, hangatnya memelukku
Tubuh mungilku yang setiap waktu bisa merindu

Setiap malam ku memimpikan kamu hadir
Mencoba percaya jika pergimu hanya mimpi
Namun tidak; ini nyata batin ku berbicara
Terselip pertanyaan, apa kau merindukanku?
Tanya yang tak pernah ada jawab
Sebelum dia menelfon dan berkata; i miss you
Akankah

Ku rasa dalam senyum kecut ku
Menyerngit dalam diam terpaku
Mengasihani diri yang terus kaku
Tanpa terbalas oleh peluk rindu
Serta kecup hangat yang sendu

Disini aku menjaga cinta kita yang kian tumbuh
Dan kau disana menuduh aku berbagi cinta
Apakah logikamu telah mati disana tuan
Disaat aku berperang dengan rindu ku kepadamu
Rindu yang terus bergerumuh ingin bertemu

Tak ku sangka
Sepicik itu akal sehat mu
Serendah itu pemikiran mu
Sekotor itu otak mu

Kau bilang kau cinta tapi tak percaya
Cinta macam apa yang kau tanam
Hingga terus kau pertanyakan
Padahal seharusnya cinta itu kau rasakan

Mungkin saja aku bisa terluka dengan ucapanmu
Tapi lantas apa aku tidak cinta lagi kepadamu?
Tidak! Cinta tidak bisa di patah kan semudah ucapanmu
Agar kau mengerti apa yang bisa ku perbuat untukmu?
Jika terus kau tak percayakan
Bukankan cinta di bangun dengan kepercayaan
Serta untuk apa cinta tanpa kepercayaan
Karena cinta tak melulu soal kesetiaan
Begitu pula soal pengorbanan
Jika ini semua ternyata hanyalah sebuah penantian

February, 2018
Sby-NewDelhi

Luka Dan RinduBaca cerita ini secara GRATIS!