Chapter 143 : Izin Diterima!

2.1K 104 21

Translator: https://www.wattpad.com/user/Musuyaba

Editing: Harazuo

ED note: edited ;)

Chapter 143: Izin Diterima!

_____________________________

Di saat yang bersamaan, Maou, Eveam juga menatap langit berbintang yang sama dengan Aquinas.

Apa yang telah terjadi hari ini, pasti akan meninggalkan sejarah kelam untuk dunia ini.

Pengkhiantan [Humas] dalam konferensi perdamaian. Kemudian invasi dari persekongkolan [Humas] dan [Gabranth] untuk menyerang [Demon Capital Xaos]. Selanjutnya pengkhianatan dari beberapa [Evila] sendiri.

Perang. Jika ditulis dengan benar, itu kata yang sangat pendek, tetapi kenyataannya, itu terisi kesakitan dan kematian.

Di sana tak ada yang bisa didapat. Namun, seseorang dapat mendapat kedamaian jika ancaman dari pihak luar hilang. Dan... itu memungkinkan untuk mendapatkan kedamaian.

Tetap saja, apakah ini jawaban yang benar? Berjuang dengan melawan seseorang, melukai mereka, membunuh mereka, dan saling membenci karena keharusannya ... Apakah itu benar-benar dapat memberikan kedamaian sejati jika menggunakan cara seperti itu?

Mengapa orang berhenti saling berpelukan? Zaman dahulu, setiap orang di dunia ini dapat tertawan bersama. Tentu saja, di sana terdapat pertarungan pribadi juga.

Namun, perkelahian itu tak menciptakan pembunuhan. Setidaknya, itu pasti pernah terjadi di masa lalu.

Namun, mengapa dunia menjadi seperti sekarang?

Eveam dengan ekspresi kelamnya menatap bintang-bintang yang indah itu.

".... Meski kita hidup di bawah bintang yang damai seperti itu... Mengapa ada seseorang yang melukai hatinya sendiri dengan membenci satu sama lain?" (Eveam)

Karena mulai berganti ke musim dingin, napas yang keluar menjadi seperti kabut putih.

Dia menjadi teringat kata-kata Raja Victoria, Rudolf, yang berada saat konferensi itu....

"Dalam hal ini, seandainya, mulai sekarang, keluargamu diasumsikan dibunuh oleh seseorang, dan balas dendam sudah tak bernilai lagi untukmu. Dengan menyelesaikan melalui konferensi... Dapatkah kau tetap memiliki wajah yang sama sambil menyelesaikan masalah terhadap orang-orang itu?"

Meski begitu, jika seseorang mengajukan pertanyaan kepadanya, dia tetap tidak akan menyerah menciptakan dunia yang damai. Namun, kenyataannya, dia dikhianati, dan banyak dari bangsanya terluka. Dan ada juga yang mati di antara mereka.

Ketika dia mengingat hal-hal itu, dia merasakan perasaan gelap keluar dari dirinya. Selain itu, ada kematian Greyald, dan laporan dari Aquinas bahwa Teckil masih belum ditemukan.

Ini semua disebabkan oleh perang yang dilakukan persekongkolan [Evila] dan [Gabranth]. Jika saja mereka tidak melakukan dengan kekerasan, semua orang dapat menerima hasil yang baik di konferensi, dan mungkin sudah dapat hidup bahagia satu sama lain.

Dia pernah mendengar jika kematian adalah bentuk rasa sakit terburuk. Begitu menyakitkan, menyulitkan, menyedihkan, dan menjijikkan. Dia ingin menyampaikan perasaannya kepada semua orang dengan segala cara.

Eveam mencengkeram pegangan teras dengan erat.

"Jangan sampai melakukan itu Eveam ... jika aku bergerak dengan perasaan ini, aku mungkin benar-benar melakukan sesuatu yang tidak bisa dikembalikan..!" (Eveam)

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!