ANCAMAN PAPA BONI

12 2 0

Jangan pernah lengah

Saat kamu dilanda musibah

Yakinlah kamu menang

Jika memang benar...

Rumah Larasati tiba-tiba ramai dengan celotehan anak-anak SMA, teman-teman sekolah Laras. Rumah besar yang asri itu biasanya hanya dihuni Laras, mamanya dan Simbok pembantu. Ditambah dengan satpam yang saban hari bersiaga di posnya.

Siang itu teman-teman kelompok kemping kemarin (minus Boni dan Chandra) sepakat untuk mengerjakan tugas di rumah Laras. Alasannya karena rumah Laras sepi, nggak bakal ada yang ngerecokin dan biasanya makanan selalu siaga!

Memang akhirnya Mama Laras memasakkan Ayam Bakar Super Duper Klenger, dengan resep seingatnya. Maklum, Mama Laras kan sibuk, mana sempat menghafal resep masakan. Bumbunya main cemplung aja, yang penting bikin klenger atau teler saking pedasnya.

Tapi teman-teman Laras fine-fine aja, bahkan saat rombongan Bambang tiba-tiba datang bergabung. Upin sempat protes keras.

"Ntar kalian bisa nyontek ide kita, doooong!" Upin berkacak pinggang waktu Bambang cs datang.

"Yaaaa.... Yang punya rumah kan bukan eluuu..." Bambang dengan cueknya menerobos ke dalam rumah. Anak buahnya menunggu di taman.

"Raaaas! Laraaas!" Bambang mencari-cari sampai dapur. "Ambooooy... harum nian masakan Tante..."

"Eh... Bambang!" Mama Laras spontan berbalik dan merangkul. "Kamu tambah tembem aja! Pangling Tante jadinya! Santai aja sana, Tante mau masak dulu!"

Bambang tersenyum dan merasa menang karena si empunya rumah sudah menunjukkan keakraban. Tapi lalu dia merasa aneh, ketika pundaknya terasa basah.

"Yaaaah.. Tante... ini mah kena bumbu!" Bambang menunjukkan bajunya yang terkena bumbu putih. "Mana baunya aneh, lagi.."

Laras yang barusan muncul di dapur ngakak melihat ekspresi Bambang. Mama Laras menahan geli meminta maaf. Simbok yang sedang mencuci piring terkekeh.

"Jangan ketawa, Mbok!" Bambang cemberut.

"Wong lucu kok ndak boleh ketawa!" Simbok makin geli.

Bukan di dapur saja Bambang mengundang tawa, di ruang depan Upin meledeknya.

"Itu tandanya kamu tidak diharapkan datang, Mbang!" Upin pura-pura berpetuah. "Makanya lebih baik kamu pulang saja!"

"Ih, emoh! Aku mau di gazebo saja, ya, Ras!" Bambang melirik Laras.

"Ya! Ntar makan siang bareng aja! Tadinya sih, karena nggak tahu kalian datang, jadi ayamnya cuma sedikit, tapi untung sekarang ada menu tambahannya..." Laras menahan geli, lagi kumat jahilnya.

"Wah! Apa tuh, Ras?" Bambang tampak berminat. "Aku jadi merasa lapar..."

"Udah mateng, kok... itu... tokek goreng!" Laras bersiap menghindar ketika

Bambang tersadar sedang dikerjai.

"Awas lu, Ras!" Bambang pura-pura hendak mengejar Laras.

Akhirnya dua kelompok kemping itu mengerjakan tugasnya di kapling yang berbeda. Kelompok Bambang di gazebo, sedang kelompok Laras di ruang tamu.

Kelompok Laras membuat penyaring air sederhana, dalam ukuran kecil, yang bisa diterapkan di rumah-rumah di daerah Wonogiri, Jawa Tengah, tempat mereka kemping dan mengambil sampel air sungai, di bawah bimbingan salah satu lembaga swadaya masyarakat yang peduli lingkungan.

Backpacker SurpriseBaca cerita ini secara GRATIS!