EPILOG

3.1K 179 5

Rachel mendorong kursi roda Johan. Mereka berada di taman belakang, melihat bunga-bunga yang ditanam Rachel. Disana juga ada anak-anak Rachel yang bermain air. Salah satu anak Rachel datang menghampiri mereka.

"Grandpa ingin jalan-jalan?"

"Ya Rafael, bisa tolong ajak Grandpa jalan-jalan?" Rafael mengangguk. Anak pertama Rachel itu sudah tumbuh besar. Sekarang Rafael menginjak sekolah menengah atas. Dia sangat dekat dengan kakeknya.

Setelah Rafael mengajak Johan jalan-jalan, Rachel harus mengurus anak kembarnya. Mereka masih kecil dan sangat nakal.

"Juna! Juno! Berhenti bermain! Kalian harus segera mandi!" Juna dan Juno berumur tujuh tahun. Mereka baru saja masuk sekolah dasar. Rachel menaruh perhatian pada mereka berdua. Hanya Daryl yang bisa menangani anak kembar itu.

"Tidak Mom, aku masih ingin main" kata Juna, dia lebih tua dari Juno, tetapi sikapnya lebih penurut dan setiap perkataannya sangat datar. Juna mewarisi sikap ayahnya yang cool.

"Gak bisa, kalian harus segera mandi!"

"Tangkap aku dulu! Blee" kata Juno. Juno mirip kelakuan Daryl saat mereka berdua selalu bermain kejar-kejaran. Sangat lincah dan susah diatur.

Dengan kekuatan ekstra akhirnya Rachel bisa menangkap kedua anaknya yang nakal itu. Setelah menceramahi mereka, Rachel terpaksa membawa kedua anak itu ke ruang kerja Daryl.

"Dad! Aku masih ingin bermain tapi Mom menyuruhku mandi!" tukang mengadu, batin Rachel. Juno selalu seperti itu, bermanja-manja pada Daryl.

"Aku juga masih ingin bermain" kata Juna. Rachel selalu ingin menahan tawa jika mendengar suara Juna. Mirip sekali dengan Daryl yang dingin, tapi keren.

"Kalau begitu kalian bisa bermain di dalam bak kamar mandi!"

"Ayo sebelum Mom melarang kita! Cepat Dad! Cepat Juna!"

"Kita main tembak-tembakan!" 

APOLOGYBaca cerita ini secara GRATIS!