21

1.4K 137 0

Setahun berlalu, setelah menempuh empat tahun kuliah akhirnya hari ini Rachel akan diwisuda. Setelah melewati berbagai suka duka membuat skripsi, akhirnya gadis itu bisa memakai toga. Disana sudah ada Johan dan Daryl yang menemuinya. Banyak orang yang memperhatikan mereka dan bertanya-tanya.

"Congratulations Rachel"

"Thankyou Dad" Rachel menerima bunga tangan berwarna kuning. Dia sangat menyukai warna bunga itu. Rachel rasa warna kuning adalah simbol masa depan untuk hari yang baru.

"Daryl don't daydream. Are you ashamed of Dad?"

Rachel melirik pria itu. Dia telah menjalin hubungan yang aneh selama setahun ini. Rachel tak bisa menganggap mereka sedang berkencan. Yang jelas hubungan mereka terlalu lengket jika dikatakan sebatas teman ataupun kakak-adik. Selama setahun belakangan ini pria itu selalu mengajaknya keluar sambil mengatakan 'ayo kita kencan' ataupun memberi perhatian yang berlebihan. Daryl tidak pernah menyatakan perasaannya. Tetapi pria itu selalu menyinggungnya seperti saat mereka jalan-jalan di Jogja.

"Kamu percaya gak kalau saya bilang saya cinta kamu?"

Pertanyaan itu yang berhasil membuat Rachel bertanya-tanya. Apakah itu termasuk cara Daryl menyatakan cintanya? Rachel bingung tetapi hatinya berbunga-bunga.

"Congratulations. Saya pikir sudah saatnya kamu menikah"

Jika saat ini Rachel sedang meneguk air, sudah pasti dia akan tersedak. Bagaimana bisa pria itu membahas pernikahan, ada banyak orang di tempat itu. Rachel juga yakin sebagian besar dari mereka pasti telah menguping pembicaraan mereka.

"I thinks so too. Daryl will also grow older if not get married soon" Rachel yakin Ayahnya pasti sedang menyinggung mereka berdua. Rachel maupun Daryl tidak pernah menjelaskan status mereka pada Johan. Tetapi setiap mereka sedang temu keluarga, baik Johan maupun Bibi Noor bertingkah seolah sudah tahu tentang kedekatan keduanya.

"Kali ini aku sangat setuju Dad" entah mengapa Daryl dan Johan melirik Rachel seolah meminta persetujuan gadis itu. Rachel sedang tersudutkan.

...

"Setelah ini kamu mau kerja dimana?" saat ini Rachel dan Sandra sedang berada di café. Minggu lalu mereka baru diwisuda, dan kemarin mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Baru hari ini keduanya bisa bertemu kembali.

"Rencananya aku kerja di R'O Construction. Daryl yang maksa aku kerja disana" jelas Rachel. Sudah beberapa hari ini dia melengkapi data dirinya untuk dimasukkan ke kantor. Daryl akan memasukan Rachel ke timnya Bima. Sebelumnya Rachel sudah bertemu dengan Bima dan Daryl percaya kalau Bima tidak akan macam-macam pada gadisnya.

"Bagus dong. Kayaknya dia gak mau jauh-jauh dari kamu" Rachel ingin menyetujui ucapan gadis itu. Tetapi Rachel lebih setuju jika Daryl takut kalau Rachel akan berkeliaran di tempat lain dan melirik cowok lain. Daryl terlalu cemburuan.

"Dia takut aku ngelirik cowok lain. Makanya ada Mas Bima yang bakal ngawasin aku selama disana" jelas Rachel.

"Oh iya, kamu jadi pulang ke Bali?"

"Yep, aku sudah dapat kerjaan disana" Sandra memang orang bali tetapi lama tinggal di Jakarta.

"Yah, bakalan sedih kalau ditinggal kamu" kata Rachel sedih. Sandra satu-satunya sahabat terdekat Rachel. Mereka sangat dekat untuk berbagi rahasia.

"Gak sesedih ditinggalin Daryl-kan" goda Sandra. Selalu saja pria itu menjadi bahan candaan mereka berdua. Sandra berani menjadikan pria itu bahan candaan, lagi pula Daryl juga tahu dan baik-baik saja selama candaan tentang dirinya berhasil buat Rachel ngeblush.

APOLOGYBaca cerita ini secara GRATIS!