Bayangkan Rasakan

1.3K 81 2

" Eh... Tapi Aisyah belum jawab pertanyaan gue," Disini Aisyah tambah dilanda bingung, ia seperti direbutkan 2 pangeran tampan, " Gimana Syah? Mau sama gue atau sama Ari?"

Devano memang belum mengetahui jika Aisyah adalah istri pertama Ari, karena yang Devano tahu Ari mempunyai 2 istri dan Devano hanya baru tahu Yoriko. Devano bekerja dikantor Ari baru menjelang 1 bulanan

" Aisyah? Kok malah ngelamun sih."

" Eh iya iya, gue sama Ari aja Dev, nanti kapan-kapan aja ya kita lunch bareng," ada rasa kecewa dihati Devano tapi ia tersenyum karena nanti ia akan bertemu lagi dengan Aisyah, " Oke deh kapan-kapan ya, kalo gitu gue duluan ya Syah."

Ari dan Aisyah mematung melihat Devano memcium kening Aisyah dan berlalu pergi meninggalkan mereka yang masih mematung, hati Ari terbakar api cemburu rasanya Ari ingin mencabik-cabik Devano sekarang juga

***

Hening

itulah suasana dimobil Ari, tak ada dari salah satu nya membuka suara, perasaan Aisyah bercampur aduk. rasa gugup, kesal, benci, takut bercampur menjadi satu. Suasana hati Ari juga tak jauh beda dari Aisyah

" Ayo turun " Aisyah melihat sekitar ia tak sadar jika mereka sudah sampai tempat tujuan " Mau sampai kapan disini? Cepet turun." suara Ari kembali menyadarkan Aisyah

Aisyah turun dari mobil Ari dan berjalan menyusul Ari, Aisyah berjalan dibelakang Ari sambil menundukan kepalanya sampai dimeja Aisyah masih menundukan kepalanya

Ari memesankan makanan untuk merk berdua, setelah pelayan itu pergi. suanan diantara mereka semangkin canggung, tapi Aisyah mengalah dan membuka suaranya

" Lo sama Yoriko gimana?" Ari menatap mata Aisyah " Nggak gimana-gimana," Aisyah menghela nafas binggung ingin mencari topik

" dan lo siapa nya Devano?" tanya Ari to the point, Aisyah mendongakan kepalanya " Dev.. Anuu... Devano i..tu," belum selesai Aisyah berbicara Ari memotong pembicaraannya

" Selingkuhan lo? Heh denger ya Syah, kemarin elo yang bilang Yoriko selingku tapi sekarang lihat, Elo sendiri yang selingku."

Kretek

seperti itulah suara hati Aisyah. Sakit? ya hatinya kembali sakit dengan kata-kata yang dilontarkan Ari " Kenapa diam? Gue benerkan?" Ari kembali menohok hati Aisyah, tak terasa air mata Aisyah turun, Aisyah menggelengkan kepalanya

Apa yang semua yang dikatakan oleh Ari itu tidak ada yang benar, Aisyah berdiri dan melangkah keluar restaurant dengan air mata yang bercucuran, meninnggalkan Ari sendirian yang masih diam ditempat tak ada gerakan dari Ari untuk mengejar Aisyah. Aisyah menyetopkan taxi

" Drama banget sih hidup gue, hiks hiks," Aisyah masih saja menangis didalam taxi, " Mba kita mau kemana? udah keliling-keliling?" tanya supir taxi yang bingung ingin kemana karena sudah 30 menit berkeliling tanpa ada arah tujuan

"Hiks... ke alamat ini pak jln.xxx" mobil taxi nya berjalan kembali, tak lama Aisyah sudah sampai ditujuan ia pun membayar taxi tersebut dan turun

Aisyah memencet bel rumah dan tak lama pemilik rumah pun keluar dan ia terkejut setengah mati melihat sahabatnya datang-datang berlinang air mata

"Cipaaaaaaaa" Aisyah menghambur kepelukan Rasyifa dan menangis sesegukan. Rasyifa menyuruh Aisyah masuk kedalam rumahnya dan mengambilkan Aisyah air putih

"Hiks...Hiks... Cipp.. A..Ar..Ari Ja..Ja..hat... A...Ari te..tega sama g...guee Hiks...Hiks..." Rasyifa kewalahan menenangkan Aisyah, ia mencoba membujuk Aisyah cerita dan setelah Aisyah cerita, Rasyifa tersulut emosi

Orang Ketiga[COMPLETED]Baca cerita ini secara GRATIS!