20

1.5K 126 0

"Jadi sekarang kalian sudah baikan?"

"Yep" Daryl mengangguk senang. Dia berada di rumah Alena. Seperti biasa, Daryl mencari Ibu beranak satu itu sebagai tempat curhat.

"Kemajuan dong. Terus kamu sudah bilang suka atau nyatain perasaan ke dia?"

Daryl tertawa mendengar pertanyaan Alena. Baru saja baikan, masa dia sudah langsung menyatakan perasaannya. Setidaknya Daryl harus melakukan sesuatu dulu baru bisa menyatakan perasaan. Dia juga ingin tahu apakah gadis itu memiliki perasaan yang sama dengannya atau tidak.

"Enggaklah. Yang penting sekarang statusnya udah single" kata Daryl narsis. Alena hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Daryl.

"Lah kamu disini? Pantesan dari tadi aku cari di kantor gak ada. Taunya lagi nongkrong sama emak-emak" Alena merengut, dia tidak suka dibilang emak-emak. Wajahnya masih bisa dikatakan mulus dan tidak terlihat terlalu tua.

"Baguslah kamu datang tepat waktu. Saya gak kuat ngegendong Daffa lebih lama lagi. Berat banget" Daffa berumur 3 tahun. Diumur yang seperti itu dia tidak bisa diam dan hiperaktif.

"Baru begini aja sudah ngeluh. Gimana kalau kamu sudah jadi Ayah. Jangan sampai nitipin anak kamu ke aku" ejek Alena. Daryl tidak mengambil pusing ejekan gadis itu, toh dia juga gak sungguh-sungguh bilang Daffa berat.

"Aku sudah mau pamit, ada janji sama seseorang"

Alena dan Miguel saling melirik dan melemparkan senyum mesum pada Daryl. Mereka sudah tahu siapa yang akan ditemui Daryl. Tentu saja hanya satu orang yang berhasil membuatnya berbunga-bunga, Rachel.

...

Hari ini Daryl sudah membuat janji dengan gadis itu. Dia akan mengajak Rachel ke Jogja. Dulu dia memang sudah pernah berjanji, dan baru hari ini dia bisa menepatinya. Rachel juga tidak ada kuliah, jadi mereka memutuskan untuk berangkat hari ini.

"Kamu lagi dengerin apa?" tanya Daryl.

"When you say nothing at all"

Dia melirik Rachel yang duduk adem ayem sambil memakai earphone. Daryl mengambil sebelah earphone gadis itu. Daryl bisa mendengarkan lantunan lagu yang keluar tahun 2001. Daryl juga menyukai lagu Ronan Keating itu, liriknya sangat romantis dan cocok dengan hatinya saat ini.

Sesuai janji Daryl, dia mengajak gadis itu berkeliling ke tempat-tempat rekreasi yang ada disana. Salah satunya di museum De Mata. Alena yang memberitahu Daryl tentang tempat itu. Katanya disana ada banyak patung lilin dan tempat foto 3D. Itu salah satu tempat yang lagi booming.

"Ih ada Hulk!" Rachel berpose di depan patung lilin Hulk. Gadis itu berpura-pura ketakutan. Daryl menahan tawa sambil mengarahkan kameranya. Setelah itu mereka bergantian. Daryl yang berpose di depan Hulk.

"Ekspresinya dong. Wajah kamu gak mungkin lebih menyeramkan dari dia. Pura-pura takut atau apa kek" cerocos Rachel.

It's amazing how you can speak right to my heart

"Emangnya menurut kamu wajah aku bagaimana? Ganteng?" goda Daryl, sekarang hobinya adalah menggoda gadis itu. Jadi Rachel perlu hati-hati berbicara.

Selain itu ada salah satu tempat foto 3D yang ingin Rachel naiki. Ada sebuah perahu kertas berukuran sedang yang bisa dinaiki. Gadis itu membayangkan film perahu kertas.

"Mbak dan Mas silahkan naik, biar saya yang fotokan" kata seorang petugas yang biasanya stand by untuk membantu pengunjung. Rachel dan Daryl berdiri ragu. Bukan gaya Daryl berfoto romantis berdua. Rachel juga ragu karena harus foto berdua dengan pria itu. Mereka akan terlihat seperti sepasang kekasih.

APOLOGYBaca cerita ini secara GRATIS!