Comfortable #1

263 26 1
                                                  

Yoona

Setelah kejadian itu di apartmentnya, hubungan kita pun menjadi canggung. Sangat canggung, lebih tepatnya. Dan ini sudah satu minggu setelah itu, kita masih canggung. Tidak pernah mengobrol, ketemuan saja sudah tidak. Mungkin kita terdengar seperti seorang kekasih yang baru saja putus cinta bukan? Mungkin juga kalian berpikir kita hanyalah seorang sahabat namun setelah mengetahui hati masing-masing, we become stranger.

Aku pernah membaca bahwa jika kita mencintai atau berkencan dengan sahabat dekat kita sendiri, hubungan itu akan langgeng. Langgeng, my ass. I laughed. Kita saja yang belum berpacaran, sudah seperti ini.

But the truth is I want more. That’s not enough. Itu belum cukup untukku, aku masih ingin lagi. Ingin dicintai oleh lelaki yang kalau aku jadi founder dari majalah Times, aku akan menyuruh bawahanku untuk memasukkan lelaki kebangsaan Korea yang bernama Oh Sehun dalam list ‘100 Orang yang Berpengaruh di Dunia’. Tentu saja aku akan meletakkannya di nomor 2. Why number 2? The number one is definitely Adam Levine. No one can beat his sexiness.

Aku masih ingat saat tiga bulan yang lalu saat aku dan Sehun menonton konser John Mayer di Korea. Kita berdesak-desakan dengan ribuan penonton hanya ingin menikmati alunan suara dan gitar John Mayer. Oh ya, I will choose John Mayer as number 3 on the list. Who doesn’t love Mayer? Sudah tampan, sexy as hell, and his writings for his songs are so deep. Okay, you can call him a douchebag but I don’t care. Dan mungkin masih banyak lagi, namun walaupun aku tulis Why I like John Mayer sampai setebal buku Harry Poter pun Sehun tidak akan pernah mengerti dan mungkin akan mengejekku sambil berkata, “My dearest yoong, what the fuck is this?”

Sebenarnya waktu itu aku memaksanya untuk ikut konser ini, karena aku memenangkan voucher gratis dari sponsor  konser ini sebanyak dua tiket. Aku langsung kegirangan dan menelfonnya untuk menemani aku di konser ini. Karena konser ini sampai tengah malam dan the only person that I trust is him, daripada ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi, aku memutuskan untuk mengajaknya. Aku pun sangat menikmati konser itu dan kalau tidak salah aku sampai berteriak seperti anak yang baru pubertas lalu menonton konser idolanya. Aku tahu ini darinya.Who cares.

“My dearest Yoong, kamu tuh ya nonton konser John Mayer saja sudah seperti anak yang baru pubertas yang baru diijinin sama orang tuanya buat nonton konser boyband. Coba kalau Maroon 5 nanti, when your beloved Mr.Levine put off his shirt, wow, aku sudah tidak bisa membayangkan. Sorry not sorry, if you ask me again, I won’t do it,” katanya sambil mengejekku setelah pulang dari konser itu.

“My dearest Hoon, you know, this is free ticket, gratis berarti harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. I’ve gave you this for free, so just shut up or I’ll kiss you right know. Kalau gak gratis, mungkin aku sudah tidak bisa menonton this great concert of John Mayer and probably I would cry like those crazy girls. Masalah Maroon 5, siapa bilang aku mau mengajakmu? I have fandom, y’know” jawabku sambil bercanda ke arahnya.

“Wait, what dom? Condom?”

“Fandom! Otak kamu tuh ya!” Kita tertawa.

“Daripada nonton konser, mending kamu antarkan aku nonton Victoria’s Secret Angel Fashion Show deh, the models are so ‘great’ you know ” Dia tersenyum nakal ke arahku sambil membayangkan yang aneh-aneh.

“Big no! Mau nonton apa aku disana? Girls with big boobs? Girls who wears underwear? Oh c’mon, I don’t like sexy girls, I love hot boys.” aku berkata dengan nada sarkasme. Berpura-pura untuk marah kepadanya.

“Okay then, go home alone, bye!” Dia meninggalkanku sambil tersenyum lebar. Aku hanya tertawa lalu berlari ke arahnya dan mengapit lengannya. Waktu itu sudah memasuki jam 11 malam. Kalau tanpa Sehun, mungkin aku sudah naik bus di tengah malam ini dan mungkin ada juga orang mabuk yang mengganggu dan melakukan hal yang tidak diinginkan. Than those jerks fuck my body, I prefer Sehun does this to me, then I get pregnant and we’ll get married.

Shit, I must be crazy right know. Pardon my words.

“Tunggu aku! Well, aku mau menemani kamu and tell the models that I have a super duper handsome bestfriend tapi otaknya agak miring,” candaku kepadanya.

“Yang super ganteng sih oke, tapi yang satunya gak usah deh.” Dia mengacak-ngacak rambutku dan menaruh lengannya di pundakku. 

Kita berjalan menuju tempat parkir sambil sesekali bercanda gurau.

“Hmmm, sudah jam 11 malam, wanna drink?” tanyanya.

“Jangan menggodaku dengan itu lagi. I’ve stopped drink that shitty drink.”

“Woah, you’ve called it ‘that shitty drink’. Such a nice girl.” Dia mengacak-ngacak rambutku lagi dan tersenyum manis kepadaku. “But hey, c’mon, I miss our late night talk with alcohol!”

“Should we?”

“Yes, of course! Nah, that’s my dearest Yoong!” 
Sehun, do you know how much I miss that moment?

No, I won’t tell the models about it, I will tell the models that I love this guy so much but why he never realize it.

And I  miss having a late night talk with alcohol and you, darling. I will drink that shitty drink as much as you want.

Oh crap, I feel like a crazy girl who obsessed with her idol.

-tbc
Jangan lupa voment nya🙆🙆

[COMPLETE] FeelingsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang