14

1.2K 131 0

Hari-hari Rachel di kampus terasa ganjil. Baril menghiraukan gadis itu. Ketika mereka tak sengaja saling bertatapan, pria itu akan memalingkan wajahnya duluan. Rachel merasa menjadi orang yang menjijikan di mata pria itu. Bahkan saling bertatapan saja tidak bisa. Terus bagaimana caranya untuk memperbaiki hubungan mereka jika pria itu tidak sudi berbicara dengannya.

"San, aku mau curhat"

Sandra menyudahi catatannya. Dia menatap Rachel yang berbicara dengan nada serius. Gadis itu sudah bisa menebak arah pembicaraan.

"Tentang Mas Baril?" tebak gadis itu. Rachel mengangguk. Wajahnya kusut terlihat sedang memikul banyak beban.

"I see, ada yang beda antara kalian berdua. Kayak gak akur" jelas Sandra. Dia tidak tahu akar permasalahan mereka dan tidak berniat bertanya. Dia akan siap ketiga Rachel bersedia memberitahunya.

"Kita break" Rachel meringis mengatakan kata 'break'

"Whattt? Selama ini kalian itu kayak pasangan yang adem banget. Kok bisa sih" kata Sandra. Selama ini Rachel dan Baril memang selalu akur. Mereka tidak pernah berkelahi dan terlihat sangat langgeng.

"Mas Baril mergokin aku jalan sama Daryl"

"Terus kamu gak jelasin ke dia?" Rachel menggeleng. Dilihatnya Sandra menghela napas berat. Sandra sudah menduga alasan Rachel tidak memberi tahu Baril.

"Sudah pasti Mas Baril bakalan mikir kalau kamu itu selingkuh di belakangnya. Tetapi saran aku mending kamu jelasin semuanya ke Mas Baril. Toh kalian pacaran. Kalau kamu memang cinta sama Mas Baril tidak ada salahnya berbagi rahasia, namanya juga orang pacaran. Harus bisa saling mempercayai. Aku juga yakin Mas Baril gak akan mikirin latar belakang kamu ataupun ngejelekin Om Johan yang.. you know what I mean"

"Thankyou San"

Rachel kembali memikirkan saran temannya itu. Apakah itu cara yang terbaik agar hubungan mereka bisa membaik? Rachel belum tahu jawabannya.

Bisakah Baril menerima apa yang akan dia katakan nanti? Apakah Baril akan mengatakan tidak apa-apa mengenai orang tua Rachel? Apakah Baril akan menutup mulut tentang Ayah angkatnya? Rachel terus memikirkan hal itu. Entah mengapa ia bisa meragukan pria itu.

Tetapi seperti apa yang telah dikatakan Johan, pria itu akan baik-baik saja toh itu semua adalah masa lalu yang tak akan pernah berubah. Dia akan baik-baik saja jika dikatakan pria brengsek yang pernah berselingkuh. Johan sama sekali tidak keberatan. Tapi yang selama ini keberatan adalah Rachel.

Begitu pula Daryl. Pria itu tidak pernah melarangnya untuk menutup mulut. Daryl tidak pernah melarang Rachel untuk memberitahu orang-orang bahwa gadis itu tinggal bersama. Sama sekali tidak. Sebaliknya, Rachel sendiri yang ingin menutupinya.

Selama ini Rachel beranggapan kalau dirinya adalah aib keluarga. Gadis itu jadi serba salah. Dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Baril, tetapi tidak ingin membongkar apa yang telah dijaganya selama ini.

"Kalau kamu cinta Mas Baril, harusnya kamu percaya sama dia"

Rachel mengulang kembali kata-kata Sandra. Jika selama ini dia memang mencintai Baril, harusnya dia percaya pada pria itu.

...

Suasana di kantor Daryl sedikit berbeda. Beberapa kali Raya masuk ke ruangan pria itu untuk mengingatkan Daryl agar segera bersiap-siap.

"Pak, sudah jam 12" kata Raya lagi. Gadis itu geregetan melihat bosnya yang hanya mengangguk dan sibuk dengan ponselnya.

"Pak kita bisa terlambat" kata Raya untuk yang kesekiankalinya. Gadis itu sudah menjadwalkan kegiatan Daryl untuk makan siang bersama infestor penting. Kalau Daryl terlambat dan menyinggung rekan kerja mereka, tentu saja Raya duluan yang akan kena omel.

APOLOGYBaca cerita ini secara GRATIS!