10

1.6K 142 10

"Where did you two go yesterday?"

Pagi ini mereka semua sarapan bersama Johan. Rachel melirik Daryl, pria itu masih memasang wajah datar dan tidak menanggapi pertanyaab Ayahnya. Bibi Noor yang baru saja membawa air minum melirik kearah tuan rumah.

"Bibi Noor said you guys went home late at night" tambah Johan. Pria paru baya itu tidak marah, dia hanya mengkhawatirkan anak bungsunya. Selama ini dia selalu melihat Daryl yang memberikan kesan buruk dan tidak suka pada gadis itu. Johan khawatir kalau kemarin Daryl mengerjai gadis itu.

"Ke Bandung" jawab Daryl. Dia tidak tahan ditatap terus seolah-olah dia telah berbuat salah.

"How come you went there?"

Daryl meletakkan garpunya kasar. Dia tidak suka dengan sikap Ayahnya yang seperti ini. Daryl merasa menjadi seorang tersangka yang tertuduh berbuat jahat. Memang benar selama ini dia selalu mengkasari Rachel, tidak bisa dikatai kasar dalam artian memukul. Dia hanya suka berbicara ketus. Tetapi itu semua dia lakukan karena memang saat itu dia tidak bisa bertingkah manis. Dan kebetulan kemarin dia menyinggung hati gadis itu, Daryl merasa bersalah. Dan untuk menebus rasa bersalahnya, Daryl mengajak gadis itu jalan-jalan.

"Dad, don't worry. Aku hanya mengajaknya berjalan-jalan" jawab Daryl sambil memutar bola matanya. Lantas wajah Johan berubah sumringah. Begitu pula Bibi Noor yang tersenyum aneh.

"Really? Since when did you two get along well?"

Kenapa pula Johan bertanya seperti itu. Rachel hanya tersenyum dan melanjutkan sarapan, begitu juga Daryl. Mereka masih tidak seakur dulu, tetapi setidaknya Daryl tidak terlalu dingin seperti sebelumnya. Itu semua dilakukan Daryl agar gadis itu tidak mengungkit lagi masa lalu mereka. Ada sisi di hati Daryl yang menginginkan gadis itu tetap tinggal di rumah yang sama dengannya.

...

Kampus masih sepi, beberapa mahasiswa mulai berdatangan. Termasuk Rachel. Dia datang cepat karena Sandra mengiriminya pesan kalau pagi ini ada kuis dadakan. Sandra ketua kelas mata kuliah Analisa Struktur, sehingga dia adalah pusat informasi bagi Rachel.

"Hei San!" panggil Rachel. Benar saja, pagi-pagi Sandra sudah ada di kelas sembari mengatur proyektor.

"Rachel, kemarin kamu bolos kemana? Aku gak berani bantuin kamu tipsen" Rachel memang meminta tolong untuk titip absen. Tetapi gadis itu tidak berharap lebih karena tahu dosennya sangat ketat.

"Kemarin aku diculik orang ke Bandung" Sandra tidak bertanya lebih lanjut setelah Rachel mengatakan nama seseorang yang sudah pernah diceritakannya. Dulu Daryl pernah datang ke rumah Sandra untuk mencari Rachel. Dan setelah itu Rachel mulai curhat semua masalahnya pada Sandra. Hanya Sandra yang tahu kalau Rachel tinggal di rumah pengusaha kaya raya itu.

Kuis kali ini terasa mudah. Rachel paham masalah struktur, beda lagi dengan mata kuliah keairan. Bukan makanannya sama sekali. Gadis itu kuliah di jurusan teknik sipil sesuai saran Johan. Mengingat perusahaan mereka bergerak di bidang konstruksi, Rachel juga tertarik setelah mendengarkan nasihat Johan tentang apa saja yang mereka kerjakan.

"5 menit lagi kumpulkan lembar jawaban kalian di atas meja"

Rachel mengkoreksi kembali semua lembar jawabannya. Setelah dia memastikan tak ada yang salah, Rachel mulai membenah peralatan tulis menulisnya. Tepat 5 menit, gadis itu langsung mengumpulkan lembar jawabannya.

"Chel, kantin yuk? aku belum sempat sarapan" Rachel mengangguk.

Mungkin karena masih pagi, kantin kampus belum terlalu ramai. Biasanya di jam makan siang Rachel tidak akan kebagian tempat duduk. Selain untuk makan, banyak juga mahasiswa yang memang berniat nongkrong sambil buat tugas ataupun numpang wifi.

APOLOGYBaca cerita ini secara GRATIS!