Qilla hanya dapat memejamkan mata mendengar ucapan Faldo yang sangat keras tadi.

Faldo yang melihat Sye menunduk dengan mata berkaca-kaca karena bentakannya tadi pun merasa iba.

"Hei, gue keterlaluan ya?" Faldo bertanya dengan nada yang sangat halus sambil memegang kedua bahu Sye.

"Boneka itu dia dapetin hasil dia main tadi kak, mungkin dia sedikit kecewa karena itu hasil perjuangannya," Qilla menjelaskan asal muasal boneka itu.

Faldo menarik tangan Sye dengan halus dan membawanya ke tempat dimana Sye mendapatkan boneka itu. Sye mengerutkan keningnya, bingung dengan tingkah kakak kelasnya.

Faldo langsung bermain tanpa menjelaskan apa maksudnya dia mengajak Sye ke tempat itu. Beberapa detik kemudian, Faldo berhasil mendapatkan boneka yang sama dengan yang Sye miliki.

"Nih, buat lo," Faldo mengucap dengan nada yang berbeda dari biasanya. Kali ini kata-katanya dilontarkan dengan halus.

"Ini beneran buat aku kak?" Sye meyakinkan pemberian Faldo itu.

"Ya kali gue boong," ucap Faldo memantapkan.

"Makasih, Kak," Sye berterimakasih pada Faldo karena ia sudah mau bertanggung jawab atas apa yang ia perbuat.

"Sama-sama," ucap Faldo lembut disertai senyuman manisnya.

"Gini dong, baik sama adik kelas, jangan bisanya cuma ngejek doang," olok Sye memecah kelembutan diantara mereka.

"Lo tuh ya, udah mending gue ganti tuh boneka," ujar Faldo menyombongkan dirinya.

"Emang nyatanya gitu 'kan? Kak Faldo seorang badboy kelas kakap yang suka ngejek adik kelasnya," Sye mengolok kejelekan Faldo.

"Lo tuh bener-bener, ya,"

"Wleee." Sye menjulurkan lidahnya dengan tangan diletakkan di kepala seperti menirukan telinga kelinci lalu Sye berlari karena takut kakak kelasnya itu menerkamnya.

Faldo mengejar Sye yang sudah mengoloknya tadi. Sye berlari kecil namun cukup cepat, hingga Faldo sulit untuk menangkapnya.

Qilla heran melihat tingkah kedua anak manusia yang tiba-tiba saja berubah sedikit akrab.

Sye yang sedang berlari kecil menghindari Faldo pun tak sadar jika jalan yang dia lewati semakin licin karena hujan. Sye terpeleset dan hilang keseimbangan.

TAP!!!

Ada yang menangkap tubuh langsingnya supaya tidak terjatuh.

"Lo nggak apa-apa?" ucap seorang laki-laki.

Sye menoleh melihat ke arah orang yang telah menolongnya.

"Karel?" sontak Sye terkejut ketika melihat kehadiran Karel yang telah menolongnya.

Sye melepaskan tubuhnya dari dekapan Karel.

"Wuuihh, heh culun, ternyata cowo lo lumayan juga ya?" ejek Faldo memulai.

"Temen, bukan pacar," elak Sye karena memang nyatanya, Karel hanya teman bagi Sye.

"Temen tapi mesra maksud lo?" ejek Faldo lagi untuk kesekian kalinya.

"Terserah kakak aja." Sye berlalu pergi meninggalkan Faldo.

Karel yang tak mengenal Faldo juga ikut pergi seperti Sye, namun berlawanan arah dengan Sye.

"Pulang yuk, Qil," ajak Sye.

"Udah puas?" Qilla meyakinkan.

"Belum sih, tapi ya udahlah besok lagi aja, nggak mood gue,"

Mereka berdua pun memutuskan untuk pulang dan melupakan tentang segala keseruan di karnaval itu.

~~~

Rafifah Taqiyah & Septiranny Rizqika

Follow ig : rafifahranny.ofc

Love Is Miracle [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang