CH 4 [Gone.]

91 3 1

"Eobseo!" Pekikku kaget saat membuka lokerku.

Padahal waktu hari Senin, aku yakin aku menaruh tugas musikku itu di sini.

Lokernya juga terkunci.

Bagaimana bisa hilang?

"Kyungri-ya. Musun illijyeo?" Tanya Minhyun yang muncul tiba-tiba.

"Ah, Minhyunnie. Tu-tu-tugasku hilang." Ucapku terbata-bata.

"Tugas yang mana?"

"Musik. Tapi.. aku punya satu lagi sih."

"Pakai yang itu saja. Mungkin yang satu lagi ketinggalan."

"Tapi kemarin aku yakin ada di sini kok."

"Yah.. kalau gitu.. mollayo."

"Ya sudahlah. -.- Untung saja aku bikin satu lagi."

"Eh, Haesung mana?"

"Ah, tadi dia ke toilet."

"Oh gitu. Aku ke perpustakaan duluan ya. Annyeong."

"Hmm." Aku mengacak-ngacak lokerku mencoba menemukan tugas itu.

Hasilnya nihil.

Ah, sudahlah.

Pip! Ada pesan masuk. Aku membacanya. Ternyata Seonna-eonnie.

'Kyungri-ya, lusa nanti eomma dan appa akan kembali dari Thailand. Mereka mengajak kita dinner. Kau mau ikut?'

Lalu kubalas.

'Aku ikut.'

Singkat, padat dan jelas. 

Setelah membaca pesan itu, aku memasang earphone dan mendengarkan lagu Runaway oleh Kara, dan menunggu Haesung di depan toilet.

"Kyungri-sunbae! Lihat Minhyun-sunbae tidak?" Lagi enak-enaknya dengerin lagu Seyoung, ketua kelas X muncul.

"Tadi dia baru saja ke perpustakaan."

"Oh, kamsahamnida!" Balasnya kemudian berlari.

Hmm.

Aneh.

Untuk apa Seyoung mencari Minhyun?

Mereka kan tidak dekat.

Ah, mungkin tentang klub basket.

Aku terlalu khawatir.

Dan juga terlalu banyak berpikir.

"Heeeh? Choi Seyoung? Nyariin Minhyun? Tidak biasanya." Tiba-tiba dari belakangku terdengar Haesung.

"Oh, Haesung-ah akhirnya keluar juga."

"Kau tahu tidak kalau Seyoung pernah ditolak Minhyun waktu kelas IX?"

Hah?

Aku baru tahu.

"Mollayo."

"Aku juga dengar katanya Minhyun nolak dia gara-gara suka sama orang lain. Siapa ya?"

"Udah-udah, jangan gosip. Langsung ke perpustakaan aja yuk."

[][][][][][][]

Seperti biasa aku dan Minhyun menyusuri rute pulang sekolah kami. Haesung naik bus karena rute pulang kami berbeda.

"Kyungri-ya."

"Hmm?"

"Tugasmu ketemu?"

"Eh? Ani."

"Lusa nanti kau diajak keluargamu makan malam kan?"

"Kok kau tahu? Waeyo?"

"Keluargaku dan keluarga Haesung juga ikut."

JEGER.

"Hah? Aku kira cuma keluargaku saja."

"Aku juga bingung. Biasanya keluarga kita bertiga jarang ketemuan."

"Kira-kira ada apa ya?"

"Aku juga nggak tahu. Mungkin tentang warisan?"

"Ngarep. Oh iya, tadi Seyoung mencarimu. Kau sudah ketemu dia?"

"Ah, belum. Waeyo?"

"Cu-ma-ingin-ta-hu."

"Kau ini."

[][][][][][][]

Akhirnya hari ini tes musik dimulai, aku masih tidak punya ide kemana tugasku yang satu lagi menghilang.

Aku juga baru ingat kalau ini tugas berkelompok. Untung saja di kelompokku, Minhyun dan Taeil belum bikin apa-apa.

Dan sehari sebelum tes, kami bertiga sudah berlatih.

Tes dimulai dengan kelompok Jihyun, Yeeun, dan Gongchan.

Mereka memperform lagu klasik yang menggunakan violin dan cello.

Kemudian dilanjutkan dengan kelompok Changjo, Hyunsik dan Yoonmi.

Lagu yang mereka perform lebih ke arah balad pop dengan duo gitar.

Kelompok selanjutnya adalah Jooyeon, Sojung dan Gyura.

Saat mereka naik ke atas panggung ruang musik, Jooyeon, entah kenapa melihatku dengan tatapan sangat meminta maaf.

Apa maksudnya?

Mereka menyiapkan gitar dan violin dan mulai bermain.

Tunggu.

Lirik ini terdengar familiar.

Ini kan.

Laguku.

[][][][][][][]

A/N

Annyeong! Puff here! FYI puff lagi di salon pas bikin ch ini.(?) Abaikan. -.-

Oh iya, loker yang Kyungri buka di awal chapter ini beda dengan yang di chapter 1. Kalo yang di sini loker hallway dan kalo di chapter 1 itu loker di ruang ganti. Semoga pada nggak bingung. ._.

Dan puff ini bukan Nyonya Puff.-3- (spongebob refrence.:P)

Ditunggu Saran & Vommentnya!

Much luv, Puff ;3

p.s. ini double publish, jadi part selanjutnya langsung ada. Babai saranghae ;3

p.p.s. IYA PUFF PUBLISH TENGAH MALEM SOALNYA PUFF GREGET.

My MemoriesBaca cerita ini secara GRATIS!