For every story tagged #WattPride this month, Wattpad will donate $1 to the ILGA
Pen Your Pride

Kriiiingg!!!

Bel yang berbunyi keras itu seperti baru saja menandakan kebebasanku. Hari ini hari terakhir aku berada di High School. Bukankah itu hari terbaik sepanjang masa? Pergi dari orang-orang menyebalkan dan tentunya, pelajaran matematika! Aku bersumpah, aku tidak akan mau balik ke sekolah ini. Hari ini harus dirayakan, seandainya aku punya seseorang untuk diajak merayakannya..

Gemma! Dia mungkin sedang kerja sekarang, tapi siapa peduli? Dia selalu bisa keluar sesukanya karena dia seorang pimpinan disana. Dengan cepat aku memasukkan bukuku ke dalam tas dan orang-orang di kelasku pun semangat setengah mati membereskan buku-buku mereka.

“Class, remember!” teriak Mrs. Skywood membuat kita memberikan perhatian kembali padanya. “Next week we have a prom night, don’t forget to come!” teriaknya lagi saat semua murid hampir meninggalkan kelas.

Aku berjalan ringan dengan perasaan yang ringan juga, no weight on my shoulders! Yah, setidaknya sampai kulihat Raquelle dan teman-temannya berdiri seperti malaikat maut di ujung koridor. Aku berusaha menyembunyikan diriku dari Raquelle And Sluts diantara kerumunan orang yang berjalan. Aku hampir melewati mereka! Jangan lihat ke pinggir, tatap saja lantainya lurus, jangan tatap mereka! Kupikir aku sudah berhasil melewati mereka dengan aman, tapi kurasakan tarikan kencang dari tas ranselku. Tarikan ini familiar, aku sudah pernah ditarik seperti ini setidaknya lebih dari 15 kali.

“Where do you think you’re going, sweetheart?” sekarang aku mengutuki badanku yang tidak cukup mungil untuk ditutupi orang-orang. Yang benar saja, ini hari terakhir sekolah, mereka tidak bisa merusaknya seperti mereka merusak sisa-sisa hariku di High School!

“Let me go, Raquelle!” kataku sambil menepas tangannya dari tas ranselku. Rambut pirangnya yang lurus dan tidak terlalu tebal terurai melewati bahunya, ingin sekali aku menarik-narik rambutnya itu sampai dia botak.

“It’s the last day of school, we’re gonna miss you.” Kata Mandy dengan senyuman. Aku mendengus dan mencoba berjalan pergi tapi semua jalanku sudah mereka blokir. Ini tidak adil, mereka berempat sementara aku hanya sendiri. Ah, bodohnya aku menyangkutkan keadilan dengan mereka berempat. Keadilan seperti hal yang sudah mereka injak-injak di bawah sepatu tinggi mereka.

Raquelle, Mandy, Jennie, dan Cady, lebih terlihat seperti empat binatang pengerat bagiku. Sangat mengganggu dan harus dibasmi. Kau tak akan percaya bila kujelaskan bagaimana mereka terlihat. Mereka berempat terlihat sama, ramping dan kurus dengan style khas kadarshian family. Yang membedakan mereka sepertinya hanya rambut; Raquelle, the meanest from them all, berambut pirang, lurus dan panjang rambutnya melebihi bahu tapi tidak terlalu panjang. Mandy berambut di atas bahu, lurus, tebal dan berwarna hitam dan dia suka menganti-ganti warna highlight di rambutnya dan sekarang dia sedang memakai sedikit warna biru. Jennie memiliki rambut paling panjang dan paling mencolok karena rambutnya sedikit keriting dibagian ujung dengan warna merah crimson. Yang terakhir, Cady, rambutnya ikal bergelombang berwarna brunette. Ah, entah bagaimana bentuk rambut mereka, yang pasti, aku membenci mereka berempat.

Raquelle menyenderkan punggungnya di loker dan aku berdiri menghadapnya, Mandy berdiri di sebelah kananku, Jennie di sebelah kiri, dan Cady di belakangku. Great. Mereka benar-benar merusak hari yang bahagia dan penuh kejayaan ini. Aku tau apa yang mereka tunggu saat ini, biasanya sih mereka menunggu sekolah sepi lalu mulai ‘bekerja’ dengan ‘pekerjaan’ bodoh mereka.

“What do you want?” tanyaku sambil melipat tangan dan terdengar capek, aku memang capek berurusan dengan mereka, tapi bukan berarti aku lemah dan pasrah. Sekarang aku bersyukur tubuhku cukup tinggi untuk berdiri di depan Raquelle, bayangkan saja bila sekarang tubuhku mungil, mati sajalah aku.

Koridor sudah mulai sepi. Jennie memegang rambutku, “we just-“

Dengan cepat kutepis tangannya, “don’t touch me.” Kataku datar.

Sweet EscapeBaca cerita ini secara GRATIS!