You and Me

744 4 0

Hidup Alana Pramitha awalnya berjalan normal, sangat normal. ia tinggal disebuah rumah kontrakan bersama adik kesayangannya, Mezi. ia punya pekerjaan yang cukup sebagai seorang asisten manager di sebuah perusahaan. tak begitu besar memang, tapi cukup untuknya. ia melalui hari-harinya seperti orang-orang lain. bekerja, bersantai bersama adiknya, sembari menyusun mimpi-mimpi mereka berdua.

Orang tua ? itu adalah bagian terumit dari hidupnya. Baginya Mezi yang selalu ada di sisinya sudah cukup. 

Tapi tiga hari yang lalu, tiba-tiba kehidupan normalnya berubah. dunianya berputar dan mengubah semua yang telah tersusun rapi. Mezi, adik kesayangan dan satu-satunya saudara yang dimilikinya, meninggal dunia karena kecelakaan. adiknya yang bawel itu menjadi korban tabrakan saat ia hendak pulang dari kampus.

Si penabrak bertanggung jawab, ia segera membawa Mezi kerumah sakit. tapi ternyata Mezi tak tertolong. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Alana menangis histeris. ia bahkan sempat tak merelakan Mezi pergi, tapi teman-temannya mengingatkannya

Alana sempat mengamuk, tapi saat ia mengetahui bahwa yang menabrak adiknya itu adalah seorang kakek tua, ia mereda. teman-temannya menyarankan agar ia menempuh jalur hukum, menuntut kakek tua yang terduduk lemas di kursi tunggu rumah sakit itu. tapi Alana menolak, tak akan ada gunanya. toh, Mezi tetap tak akan kembali. dan kakek tua itu malah membuatnya iba. tak mungkin ia menuntut seorang kakek-kakek, bukan ?

Tapi tetap Alana tak mau menemui kakek itu. ia memaafkannya, tapi ia juga kesal. bagaimana bisa seorang kakek yang sudah tua dibiarkan menyetir mobil sendirian ?! keluarganya pasti menyebalkan !

Perlahan Alana mencoba untuk kembali hidup normal, walaupun terasa sangat sepi. tak ada lagi celotehan si cerewet Mezi, atau rengekan manjanya, atau saat mereka saling berteriak satu sama lain, atau saat dimana mereka duduk berdua, saling bercerita mengenai hari masing-masing, dan mimpi-mimpi mereka.

Perlahan Alana mulai bisa terbiasa, melakukan semuanya sendiri, tanpa Mezi. tapi tuan takdir sepertinya masih ingin bermain dengan nasibnya, kemarin mendadak ada orang yang menjemputnya saat ia sedang bersiap-siap untuk pergi kerja. awalnya ia kira ia akan diculik, tapi tiga orang berjas hitam itu sangat sopan untuk ukuran seorang penculik. dan juga... terlalu rapi.

You and MeBaca cerita ini secara GRATIS!