19 ¦ Otak Segede Sendok Obat

7.5K 772 16

Liburan berarti mandi juga libur, atau maximal banget mandi sehari sekali. Alias dirapel mandi pagi dan mandi sore. Begitu pula dengan Shinta yang baru selesai mandi pukul dua belas siang. Tapi sore hari menjelang maghrib, Shinta mandi lagi. Derry? Jangan ditanya, kalau belum Sasa atau Shinta meneriakinya untuk mandi, cowok itu udah pasti bisa dua hari nggak mandi. Kalau udah begitu, Derry lebih memilih untuk mengalah daripada harus denger ocehan dua orang perempuan yang ia cintai itu.

"Mas, Orlen kemana ya?" Tanya Shinta ketika ia baru keluar dari kamar dan tidak menemukan Orlen dikamar.

Derry yang sedang asyik bermain PS hanya menjawab Shinta dengan gumaman tidak jelas. Karena Shinta malas menganggu Derry yang ujung-ujungnya pasti dikacangin, akhirnya ia ke taman belakang untuk mencari Orlen. Namun hasilnya nihil, ia juga tidak menemukan Orlen disana. Hanya Sasa dan Redy yang sedang memberi makan ikan.

Cewek itu kemudian kembali ke ruang tengah. Ia menepuk pundak Derry yang menyender disofa dengan kencang.

"Mas Orlen dimana sih? Asyik bener main PS-nya, sampe kain bedong Orlen disitu!" Tegur Shinta.

Derry mempause game yang sedang ia mainkan, lalu menoleh kearah Shinta. "Kenapa sih?" Tanyanya kesal karena diganggu.

"Anaknya kemana? Masa iya ngumpet, jalan sendiri juga belom bi-astagfirullah Mas Derry! Kenapa Orlen disitu?" Shinta terkejut ketika melihat posisi Orlen. "Anaknya diapain?"

Gimana nggak terkejut coba? Derry memasukkan Orlen kedalam kaus putihnya dan meletakkan Orlen diatas dada, sedangkan ia asyik-asyikan main PS. Kepala Orlen yang menyembul dari balik kaus sama sekali tidak terlihat oleh Shinta karena tertutup kain bedong Orlen yang sudah terlepas.

"Nggak aku apa-apain, aku ajak main PS malah tidur. Yaudah aku masukin kedalam kaus aja, biar nggak jatoh." Jawab Derry dengan nada tidak bersalah.

Dasar Bapak gendeng, mana ngerti PS anak bayi kayak Orlen.

Tapi hal itu malah membuat Shinta membatalkan kesalnya karena melihat wajah Derry. Ia kemudian berjalan kehadapan Derry dan mengambil Orlen yang terlelap.

"Ih, biar aja sih dia sama aku. Masih pules gitu, Sincostan." Protes Derry saat Shinta mengambil Orlen.

"Kasihan, Mas Derry. Aku mau pindahin Orlen dulu ke kamar. Udah sana, lanjut main PS aja."

Derry menahan tangan Shinta. "Abis pindahin Orlen, balik lagi kesini ya."

Shinta mengangguk, lalu tidak sampai lima menit cewek itu kembali lagi dan ikut duduk disamping Derry. Ketika Derry berhenti memainkan PS-nya, Shinta mengernyit.

"Kok udahan?" Tanya Shinta.

Bukannya menjawab, Derry malah merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepala diatas paha Shinta. Ia menarik tangan Shinta kearah kepalanya. "Ngantuk aku. Elus-elusin dong rambut aku, biar kayak Orlen gitu kalo kamu lagi kelonin dia."

Shinta berdecak malas. "Kamu cuti kerja cuma buat tidur sama main PS aja ya? Dari kemarin kayaknya itu aja yang kamu kerjain."

"Emangnya kamu mau kemana malam tahun baru nanti?" Tanya Derry.

"Dugem." Jawab Shinta asal.

Derry langsung melotot. "Nah, jangan konyol kamu. Inget ekor di rumah ya, sayang." Balas Derry kesal.

Shinta tertawa melihat raut wajah Derry. "Enggak lah, emangnya aku udah gila. Asyik-asyikan dugem dan ninggalin anak di rumah."

"Awas aja berani-berani ke tempat itu lagi, aku kurung kamu di kamar." Ancam Derry.

Paradoks [#2 EDF Series-Derry Story]Baca cerita ini secara GRATIS!