17 ¦ Saranghaeyo Sincostan

7.1K 801 8

Kumprang.... 

"PAPIIIIIII.... Kenapa beli ikan hias lagi?" Teriak Sasa dari taman belakang setelah bunyi piring yang pecah karena dilempar.

Lantas suara gaduh tersebut membuat Derry dan Shinta yang masih terlelap disofa ruang tengah, terlonjak kaget.

Kumprang....

"Mami nggak mau tau, itu ikan harus Papi jual lagi!"

"Tapi Mi, ini susah dicarinya."

Shinta beranjak dari sofa dan mengintip taman belakang lewat pintu kaca. "Mami sama Papi lagi berantem deh kayaknya." Ujar Shinta pada Derry.

Derry yang masih mengumpulkan nyawanya menggendong Orlen dan mendekati Shinta. Seketika matanya membelalak kaget melihat pecahan piring hadiah dari membeli sabun, berceceran dilantai teras belakang.

"Astaga, ini nenek-nenek sama kakek-kakek ngapain sih berantem pagi-pagi pake pecahin piring?" Derry terkejut bukan main.

"Coba tanya gih, Mas. Sini Orlen sama aku,  aku mau jemurin Orlen terus mandiin dia." 

Pelan-pelan Derry menyerahkan Orlen pada Shinta. Ia kemudian menggeser pintu kaca, lalu menghampiri kedua orangtua-nya yang masih bertengkar.

"Pokoknya Mami nggak mau tau! Mau susah dicari atau apapun itu alesan Papi,  harus dijual ikannya."

Redy menatap Sasa dengan memohon. "Nggak mau, Mi. Papi nggak bakalan jual!"

Kumprang....

Derry memejamkan matanya ketika mendengar suara piring pecah lagi. Haish, the power of emak-emak emang ya. Kalau udah emosi, langsung meledak kayak kembang api.

"Papiiiiiiii!" Teriak Sasa lalu bersiap melayangkan piring kehadapan Redy.

Melihat Mami-nya udah ambil ancang-ancang, Derry langsung berlari dan menahan tangan Sasa agar tidak melemparkan piring tersebut.

Buset emak gue galak bener.

"Mami, ini kenapa sih pagi-pagi udah nge-war? Mening kalo nge-war di Mobile Legend, nah ini Mami pake piring hadiah sabun! Setan lewat aja Mi, berabe urusannya." Seru Derry.

Dari jauh, Redy terlihat mengusap dadanya lega ketika Derry menahan Sasa.

Sasa menarik tangannya hingga terlepas dari pegangan Derry. "Mami kesel sama Papi kamu. Beli ikan hias harganya nyaingin kayak beli mobil!"

Hadeuh pantesan Kanjeng Mami ngamuk, wong bapake beli ikan hias harganya nggak nanggung-nanggung.

"Iya Mi, Derry paham Mami kesel sama Papi. Tapi nggak usah lempar Papi pake piring ya? Emang Mami tega kalau Papi kenapa-napa?"

Wajah Sasa terlihat sedikit tidak rela. "Ya enggak sih." Ujarnya. "Tapi Mami kesel!" Sambungnya buru-buru.

Derry menatap Redy yang hanya nyengir. "Papi juga cari masalah sih. Ngapain beli ikan hias yang harganya mahal? Ikan hias Papi udah banyak banget ituuuuu." Ucapnya geregetan.

"Mening Papi tabung uangnya, terus sisa-nya 'kan bisa kita belanjain atau Mami beliin perhiasan." Celetuk Sasa.

"Itu sih emang kemauan Mami. Bilang aja Mami mau beli tas lagi! Mami juga kadang beli tas harganya bisa nyamain beli tiga motor baru." Sahut Redy tak mau kalah.

Bisa gila gue lama-lama denger mereka nggak ada yang mau kalah.

"Eh, Mami beli tas tuh ada gunanya tau. Buat dipake, nah kalau ikan hias? Yang ada juga kasih makan, ngerawat ini-itu. Mami juga beli tas nggak sampe seharga mobil ya, Mami juga pikir-pikir."

Paradoks [#2 EDF Series-Derry Story]Baca cerita ini secara GRATIS!