31. Home Sweet Home

3.6K 276 21
                                    

#BELLA's POV#

"kita sampai!!" kata niall riang seperti anak kecil baru dibelikan permen, "mommy... lily lapar.." rengek lily.

"iya, kata mommy kita mau cari makan tadi?" protes noah, "habis nya kalian semua tidur, jadi mommy tidak tega membangunkan kalian.." jawabku.

"yasudah, kita masuk dan daddy akan tunjukkan kamar baru kalian.. nanti kita pesan pizza saja ya?" rayu niall, "ok daddy.." jawab mereka serempak.

kamar yang ada disamping kamar kami, dulu. kami jadikan kamar mereka. rencana nya besok kami akan merenovasinya. membuatnya lebih nyaman untuk mereka.

kami malam ini tidur berempat. bisa kau bayangkan satu kasur ditempati 4 orang? untung saja lily dan noah kecil.

tepat jam dua dini hari aku terbangun karna lapar. entahlah, aku sering lapar akhir akhir ini. akupun bangun tapi kenapa kasur yang harus nya ditempati niall kosong? kemana dia?

akupun turun dari kasur dengan hati hati agar mereka tidak bangun. aku turun dan mendapati lampu dapur menyala.

pasti si monster makanan sedang menjarah kulkas, batinku.

aku berjalan mengendap endap dan benar saja, niall sedang duduk didepan kulkas dan sedang memakan sesuatu. iseng, aku berjalah dengan sangat perlahan.

"DOR!" seruku. niall yang sedang makan puding pun kaget dan puding yang dimangkuk nya jatuh.

"kau ini.... pudingku jatuh kan!" omelnya lalu memungut puding nya lalu membuang nya ketempat sampah, "puding nya jadi sia siakan.. dia terbuang begitu saja.." ujarnya.

"maaf.. habisnya kau malam malam duduk didepan kulkas sendiri.. seperti maling saja.." jawabku lalu mengambil sebuah botol susu, "tidak boleh! kau harus diberi pelajaran dulu!" tegas nya sambil merebut botol susu yang ada ditanganku.

"ih! kembalikan botol nya! pelajaran apa sih? akukan sudah tidak sekolah!" protesku, "rasakan ini!" langsung saja dia menubrukku dan menggelitikiku. aku tertawa terbahak bahak hingga kakiku lemas dan terbaring dilantai. menggeliat karna geli yang niall buat. dia terus menggelitiki pinggangku.

"HAHAHAH!! NI---HAHA--NIALL STOP!!! HAAHAHHA!!" pintaku sambil terus tertawa, "tidak sebelum kau meminta ampun.." jawabnya.

"IYA!! TAP----HAHAHAHAH HENTIKAN DULU!! HAHAHA" dia pun berhenti menggelitiki ku. aku mengambil napas dengan susah payah akibat tertawa, perut dan pipiku sangat sakit akibatnya. aku duduk sila didepan niall yang tersenyum puas kearahku.

"jahat.. perut ku sampai sakit dan lihat! aku sampai menangis!" omelku sambil menunjuk ekor mataku yang mengeluarkan air mata.

"say it, babe.." tuntut nya, "okay! aku minta ampun padamu.." kataku.

"good!" dia kembali membuka kulkas dan mengambil susuku tadi, "nih, susu mu tadi.. minumlah.." langsung saja kurebut dan meminumnya dengan rakus.

hingga susunta berceceran disekitar mulutku terutama diatas bibirku, "kau itu minum yang benar.. sini aku bersihkan.." tiba tiba dia mencium bibirku.

ciuman yang selama ini aku rindukan, ciuman lembut darinya. astaga... it's like this is my first kiss.

entah kenapa aku melingkarkan tanganku kelehernya. membuatnya memperdalam ciuman kami.

sentuhan tangannya pada tubuhku sangat kurindukan, dia menyentuh tengkukku, pipiku, perutku, hingga pahaku. membuatku sedikit merinding. perutnya bergelanyar aneh.

dia mendorong tubuhku pelan hingga terbaring dilantai. tangannya membuka satu persatu kancing piyamaku.

"niall.." lirihku, "i love you so much, bella.. i miss you.." balasnya sambil terus menciumi leherku.

Over Again [COMPLETED // Niall's] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang