16 ¦ Resek-resek Gini Juga Kamu Cinta

6.7K 799 5

An: Yang kemaren kesel sama Derry, siap-siap dibikin mesem-mesem sama doi di part ini. Oiya buat series EDF ini, semua cerita cuma ada 20 part + 1 part intermezzo (isinya chatting gitu, yang udah baca part intermezzo Lovely Neighbors pasti tau) + 1 extra part. Yang nunggu ekstra part Erga-Salma, sabar ya hehehe. Thankyou semua dan happy reading😉💚💚

°°°

Malam ini Derry dan kawan-kawannya baru selesai lembur pukul dua belas malam. Daripada udah deket libur tahun baru masih masuk kantor buat ngerjain kerjaan,  mening dikebut dari jauh-jauh hari biar bisa cuti. Karena jam udah menunjukkan pukul setengah dua pagi, Derry buru-buru menggembok pintu pagar.

Biarpun masih daerah komplek, mana tahu kan kalau tiba-tiba tuyul atau sebangsa mereka alias hantu usil yang iseng lewat depan Derry, lumayan juga bikin keringet dingin kalau lihat. Syukur-syukur deh kalau lewat doang, nah kalau pake say hi—wah kelabakan yang ada Derry. Bisa-bisa langsung pingsan sampai pagi di halaman rumah.

Ketika gembok rumahnya udah terpasang aman, Derry memgambil tas ranselnya dari dalam mobil kemudian berlari masuk kedalam rumah dan mengunci pintu. Lampu rumah yang beberapa udah dimatikan, membuat Derry menajamkan pengelihatannya dengan cahaya lampu yang masih nyala.

"Mas Derry baru pulang?"

Suara yang tiba-tiba muncul dan rambut digerai panjang, membuat Derry terlonjak kaget saat berjalan di ruang tengah. Ia menyalakan flashlight dari ponselnya. Terlihat Bi Anis yang sedang nyengir kearahnya.

"Astagfirullah! Bi Anis ngagetin aja sih, saya kira kuntilanak." Dumel Derry kesal.

Bi Anis yang masih dengan cengirannya hanya cengengesan. "Hehehe maap Mas, kirain saya malah Mas-nya maling."

"Ganteng gini disangka maling. Mana ada maling seganteng saya?"

"Adaaaa Mas, tuh di pilem-pilem bule yang suka Bapak atau Mas tonton. Saya suka lirik-lirik tipi kadang."

Derry menggeram kesal. "Aduh Bibi, itu film Hollywood namanya. Emangnya maling di Indonesia, nggak ada yang ganteng." Sahutnya gemas.

"Udah makan Mas? Mau saya siapin makanan dipiring sama sekalian minum teh gitu?" Tawar Bi Anis.

Derry menggeleng. "Nggak Bi, saya mau ke kamar aja mandi. Terus habis itu tidur. Udah Bibi lanjut tidur aja, kalau saya laper nanti saya bisa masak Indomie sendiri." Jawabnya sambil menaiki tangga.

"Yowes toh Mas, gut nait. Hep a nis drim." Ucap Bi Anis sok-sok bahasa Inggris yang jadinya logat Jawa.

"Iya-iya Bi. Gut nait juga, hep a nis drim." Sahutnya sambil tertawa pelan.

Derry menggeleng-gelengkan kepalanya dan tertawa geli saat masuk kedalam kamarnya karena masih mengingat logat Bi Anis. Haduh Mami-nya itu nemu dimana coba ART modelan Bi Anis. Lumayan juga sih jadi moodboster kalau lagi badmood.

Tidak perlu waktu lama untuk Derry mandi dan berganti pakaian. Namun ketika ia akan beranjak untuk tidur, Derry merasakan perutnya lapar. Padahal waktu di kantor tadi, Derry bersama Erga dan Farhan sempat memesan burger serta kentang goreng untuk mengganjel perut.

Sebenarnya sih udah dari tadi saat ia berada di jalan pulang terasa lapar lagi, tapi Derry sengaja bilang ke Bi Anis jika ia tidak lapar. Kasihan juga Bi Anis jika harus menyiapkannya makanan, subuh nanti pasti ia udah bangun. Dan Derry juga nggak mau jahat karena menganggu waktu istirahat Bi Anis.

Karena cacing-cacing diperutnya semakin rewel, akhirnya Derry beranjak dari kasur dan mengambil iPhone-nya. Ia kemudian keluar dari kamar dan menuruni tangga sambil membuka Instagram.

Paradoks [#2 EDF Series-Derry Story]Baca cerita ini secara GRATIS!