14 ¦ The Plan [2]

5.4K 778 27

Enam orang yang sedang berada di kamar hotel, memandangi Elsya yang terlelap diatas kasur.

"Ini beneran yakin mau—"

"Elah Farhan, lo kalau nggak mau ikutan mening pulang sekarang." Potong Derry dengan gemas.

Farhan menelan ludahnya dan terdiam. Malam ini Derry, Gibran, Farhan, Erga, Tania, dan Salma mengikuti rencana yang Gibran usulkan.

"Obat biusnya yakin tahan nggak nih?" Tanya Derry.

Gibran mengangguk. "Yakin,"

"Udah nggak usah pake lama deh. Buruan kalian para lelaki keluar!" Seru Tania galak.

Mereka memang membagi tugas untuk melakukan rencana jebakan ini. Kebetulan juga Gibran mempunyai undangan di hotel, jadi mereka tidak perlu pusing mengatur semuanya. Setelah Tania memerintahkan mereka untuk keluar, lima belas menit kemudian Salma menyuruh mereka masuk kembali.

"Far, lo foto-nya mesti cari posisi yang bagus nih." Ucap Erga.

Farhan berdecak sambil mengutak-atik kamera miliknya. "Ck, iye-iye. Nggak usah rewel!"

"Udah Gi, buruan lo buka itu jas sama kemeja lo." Suruh Tania.

Gibran mengikuti ucapan Tania dan membuka jas serta kemeja yang melekat ditubuhnya. "Ini gimana nih posisinya?" Tanya Gibran kebingungan saat ia duduk diatas ranjang.

"YAELAH SI ONENG." Hujat Farhan gemas ketika ia udah siap-siap naik keatas kursi untuk memfoto.

Lantas hal itu membuat empat orang yang sedang menonton tertawa.

"Jangan tanya gue, belum pernah soalnya." Ucap Farhan. "Tanya Derry sama Erga noh, yang udah pengalaman." Celetuknya yang langsung membuat pipi Salma memerah.

Derry menendang betis Farhan pelan. "Kok jadi gue sih? Gue juga baru sekali, sadar juga nggak." Dumelnya.

Erga tertawa kencang lalu menghampiri Gibran. "Lo mau jebak orang pake rencana lo sendiri, tapi lo sendiri bingung posisinya gimana." Ucapnya. "Geseran dikit, lebih deket lagi." Suruhnya.

Setelah itu Erga mengatur posisi yang tepat untuk mendapatkan foto yang bagus. Sebenarnya Gibran juga dari tadi protes sana-sini jika posisi mereka terlalu dekat. Bisa ribet urusannya nanti kalau ada salah dikit.

"Istighfar, Gi." Celetuk Derry ketika Gibran sedang memeluk pinggang Elsya.

Farhan dan Erga cekikikan. "Nyebut dah Gi, biar nggak ada setan yang usil." Timpal mereka.

Gibran mendengus mendengar mereka bertiga. "Elo bertiga setannya!"

Berbeda dengan Tania dan Salma yang sedari tadi hanya memandang mereka sambil geleng-geleng kepala. Ini cowok emang dasarnya nggak pernah bisa serius. Buktinya dari tadi cekikikan mulu, udah kayak nyaingin cekikikan Mbak Kunti.

Awalnya saat dimintai tolong oleh cowok-cowok ini, baik Salma dan Tania sama-sama menolak. Tapi berkat sogokan sepatu Christian Louboutin, akhirnya mereka mau membantu. Lagipula, bisa kacau kalau hanya mereka yang melakukannya. Namanya setan ada dimana-mana kan.

"Ah gitu doang adegannya? Nggak seru!" Ujar Tania lalu mendekati Elsya. "Gibran, lo naikkan dikit deh posisinya." Suruh Tania pelan lalu menggeser kepala Elsya hingga wajah cewek itu berada dileher Gibran.

"Wah Mbak, lo nyiksa gue?" Pekik Gibran dengan bisikan.

Tania nyengir. "Maaf ya, tahan." Bisiknya lalu mengarahkan tangan Gibran untuk merengkuh pundak Elsya.

Farhan makin cekikikan sambil memfoto mereka. Untung aja bukan dia yang menjadi model fotonya. Bisa-bisa Umi di rumah langsung kambuh asma-nya dan Abi-nya langsung membawakan stick golf buat mentung kepala Farhan begitu lihat foto-foto nya.

Paradoks [#2 EDF Series-Derry Story]Baca cerita ini secara GRATIS!