13 ¦ The Plan

5.4K 714 22

Tadinya mau post part ini besok, ah tapi tangan gue gatel mau post sekarang juga. Yaudah anggep aja ini bonus ya hahaha, monmaap kalo ada typo hehehe:) happy reading ya!

°
°
°

Pagi ini ada yang berbeda dari Derry. Dengan wajah yang masih ada bekas lebam, Erga dan Farhan langsung sikut-sikutan saat melihat wajah Derry dan cowok itu terlihat murung. Biasanya, tiap pagi dateng ke kantor pasti deh Derry berisik banget mulutnya. Ada aja yang dibahas, entah video yang lagi viral atau hal-hal yang menurutnya lucu saat ia lihat di jalan.

"Itu Derry mukanya kenapa, Far?" Tanya Erga berbisik.

Farhan mengangkat dua pundaknya. "Habis dilempar piring kali sama Shinta." Jawabnya sambil cekikikan.

Erga berdecak lalu menjitak kepala Farhan. "Yeh si bego, gue serius nanya."

"Gue nggak tahu, Erga Hadiwjaya menantunya Bapak Jendral yang terhormat." Sahut Farhan lalu melempar kertas berbentuk bola ke wajah Derry. "Eh soang, bengong aje lo pagi-pagi. Itu muka kenapa? Abis nyebur gorong-gorong?" Tanyanya.

Derry menatap kedua temannya. "Ngopi dulu yuk dibawah. Kerjaan lagi nggak banyak ini, nanti sekalian dibawah gue ceritain." Ajak Derry.

"Kuy, yakali nggak kuy!" Seru Farhan. "Kuy Er, kita cabut ngopi kebawah."

Mereka bertiga akhirnya duduk di kedai kopi yang berada di lantai bawah gedung kantor mereka. Setelah memesan kopi, Erga membuka percakapan.

"Jelasin itu muka bisa begitu kenapa," ucapnya.

"Gue abis kena bogem bokap." Sahut Derry.

"Lah? Kok bisa?" Tanya Farhan kaget.

Derry mengambil rokoknya dari saku celana. "Bisa, orang gue udah bawa Shinta sama Orlen ke rumah. Terus gue ngaku." Jawab Derry.

"Anjir, jadi muka lo babak belur gitu gara-gara Om Redy. Mantep juga pukulannya." Ucap Erga dengan kagum.

"Mantep lah, orang bokap gue anak taekwondo." Dumel Derry.

Farhan mengambil sebatang rokok milik Derry. "Terus-terus gimana kelanjutannya? Lo jadi kawin nih sama Shinta? Elsya dikemanain?" Tanya Farhan bertubi-tubi.

"Kayaknya gue bakal beneran poligami deh."

Rokok yang dipegang Farhan langsung terjatuh, sedangkan Erga langsung mematikan lighter-nya untuk menyulut rokok.

"Anjing." Seru Erga dan Farhan bersamaan.

"Wagelaseh dia beneran poligami, Er. Laki nih begini?" Nyinyir Farhan.

Erga meletakkan rokoknya yang tidak jadi ia nyalakan. "Lo serius? Gila-gila, gue nggak ngebayangin lo punya bini dua."

Farhan menoyor kepala Derry. "Eh soang, lo sebenernya mau sama siapa sih? Lo cintanya sama siapa? Maruk banget anjir."

Derry berdecak sebal menatap Farhan. "Shinta lah! Gue cinta mati sama itu cewek, gila aja sih gue ngelobi dia sampe mati-matian."

"Nah itu kalo tau, kenapa elo nggak ninggalin Elsya. Dasar oneng."

"Der, udah dibilang dari kapan tahu suruh pilih salah satu. Gue sama Farhan bukannya gimana-gimana atau ngelarang elo poligami. Cuma—"

Derry memotong ucapan Erga. "Elo berdua nggak tahu sih, gimana diposisi gue. Didesek sama bokap sendiri plus kena bogeman. Terus lagi nih, gue nggak ngerti kenapa Elsya bisa seobses itu sama gue! Gila ya, itu cewek udah gue bilang baik-baik masih aja nggak mau ninggalin gue. Ya gue juga pusing lah, tai."

Paradoks [#2 EDF Series-Derry Story]Baca cerita ini secara GRATIS!