:seventeen:

1K 232 40
                                                  

Taehyung menatap langit kamarnya dalam diam, bukan mengagumi lukisan Ayahnya yang beliau buat sewaktu Taehyung berumur 10 tahun. Bukan.

Ia hanya sedang memikirkan ucapan Sooyoung semalam.

"Aku menyukaimu, bodoh."

Sialan.

Taehyung jadi tidak bisa tidur karena kalimat itu menghantui pikirannya.

Setelah Sooyoung mengatakan hal itu, gadis itu berlari pulang tanpa mengucap salam. Membuat mereka berempat tertegun.

Jadi, selama ini, Sooyoung juga menyukainya? Ia merasakan perasaan yang sama?

Oh, Damn.

Taehyung tak bisa menyembunyikan senyumnya. Merasakan gelitikan kupu kupu yang terbang di perutnya. Ia suka sensasi ini.

Pria itu menutupi mukanya dengan selimut, berusaha keras untuk bisa tidur.

Lagipula, ia jamin ia akan bermimpi indah malam ini.

---

"Ah, bagaimana bisa aku berkata begitu?!"

Sooyoung menendang nendang udara, meninju bantalnya yang tak bersalah brutal.

"Bodoh! Bodoh! Bodoh!"

Gadis itu mengeluarkan kekesalannya dengan memukul mukul bantalnya, membuat suara gedebug yang memenuhi kamar.

"Memalukan! Aish! Mau ditaruh dimana mukaku nanti?!"

Sooyoung menutupi wajahnya dengan bantal, meraup oksigen dengan gusar.

"Aku menyukaimu, bodoh."

Astaganaga.

Sooyoung merasakan hawa panas menjalar ke pipinya, membuat gadis itu semakin membenamkan wajahnya.

"Hah, eotteoke?"

Gadis itu terlalu sibuk dengan rasa malunya hingga ia lelah. Membuat kelopaknya lama kelamaan tertutup.

---

"Pagi, Sooyoung Si Sok Berani."

Ledek Jimin ketika langkah Sooyoung memasuki kelas.

Tunggu.

Kenapa pria ini disini?

"Dimana Taehyung?"

"Mungkin sedang memborgol hati agar hatinya tak loncat keluar."

Kata Jimin tak serius. Pria itu mencoel lengan Sooyoung, membuat gadis itu mendengus sebal.

"Hey, aku hanya ingin bilang bahwa sebenarnya kita semua sudah berhenti melakukan hal itu sejak semalam. Semalaman kami berdiskusi, dan akhirnya diambil keputusan bahwa kami bertekad untuk normal."

Sooyoung membulatkan mata terkejut, gadis itu memegang bahu Jimin kelewat excited.

"Serius? Serius? Serius?"

"Of course."

Kata pria itu sambil melempar senyum hingga ke mata, membuat kedua bola matanya hilang digantikan garis melengkung indah.

"Bisa menyingkir dari kursiku?"

Oh my godness.

Suara husky itu masuk dengan begitu elitnya ke indra pendengaran Sooyoung, membuat gadis itu membeku di tempat.

"Tentu, bodoh."

Jimin menekankan kata bodoh, membuat dua entitas berbeda gender itu merona.

wнen yoυ love ѕoмeone. [ vjoy ]✔ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang