11 ¦ Kamu yang Bikin Aku Terjebak

5.4K 686 16

Dengan wajah setengah mengantuk dan lusuh, Derry melangkah masuk kedalam rumahnya. Mungkin jika ia anak perempuan, udah pasti habis diomelin Mami-nya karena pulang pagi begini. Semalam ia, Erga, dan Farhan begadang untuk nobar pertandingan bola di rumah Erga. Karena matanya terlalu berat untuk menyetir pulang subuh-subuh tadi, Derry memutuskan untuk tidur sebentar di rumah Erga bersama Farhan.

"Anak perjaka Mami baru pulang pagi-pagi begini. Malam minggu kemana kamu sampe pulang pagi?" Sasa yang baru melihat Derry baru pulang dan mengambil sebotol air mineral dari dalam kulkas, langsung menghampiri Derry.

"Dugem, Mi. Ajep-ajep biar asoy." Sahut Derry asal lalu meminum air mineral.

Spatula yang dipegang Sasa, langsung mendarat mulus dikepala Derry.

"Asoy-asoy, apanya yang asoy? Nambah dosa kamu bilang asoy! Jangan sampe aja, tiba-tiba kamu bawa perempuan yang udah hamil anak kamu ke rumah. Terus mohon-mohon sama Mami buat nikahin perempuan itu. Tak kentung ndasmu, kalo perlu Mami sunat lagi." Ancam Sasa.

Waduh mampus gue. Serem bener Mami ngancemnya. Disunat lagi? Masyaallah, kagak dah kagak.

Derry merengut. "Dih Mami, ancemannya gitu banget. Mau emangnya anak Mami jadi perjaka tua, terus nggak punya cucu? Derry anak satu-satunya Mami, loh."

"Eh, astagfirullah amit-amit! Jangan ngomong gitu dong, Der. Kalo ada malaikat lewat terus di-aminin gimana? Sembarangan aja."

"Makanya, Mami juga jangan suka ngancem Derry. Udah ah, Derry ngantuk. Mau lanjut tidur." Ucap Derry lalu melangkah meninggalkan dapur.

Ketika Derry akan menaiki tangga, suara bell rumahnya berbunyi. Teriakan Sasa dari dapur yang menyuruh Derry membuka pintu karena Bi Anis sedang membantunya didapur, membuat Derry dengan setengah hati membuka pintu.

"Cari sia—Elsya? Kamu ngapain?" Derry melebarkan matanya ketika melihat Elsya berdiri didepan pintu rumahnya.

Elsya tersenyum dan melambaikan tangannya. "Hai, udah lama kita nggak ketemu." Sapanya lalu memeluk Derry.

Gerakan Elsya yang tiba-tiba memeluknya, membuat tubuh Derry menengang kaget. Tangan kirinya masih memegang engsel pintu, dan ia tidak membalas pelukan Elsya.

Wah anjir, Elsya ngapain peluk gue gini coba?

"Aku udah Whatsapp kamu, kalau pagi ini bakalan ke rumah kamu buat bikin kue bareng sama Mami. Tapi kamu kayaknya belum buka Whastapp dari aku, pantes aja kamu bingung aku ada disini."

"Eh ada calon mantu Mami. Cie-cie, lagi melepas rindu ya? Sampe pelukan didepan pintu gitu. Malu kali ah, kalo diliat tetangga." Seru Sasa dari ruang tamu ketika melihat Derry dan Elsya.

Elsya melepas pelukkan nya, membuat Derry otomatis langsung mundur beberapa langkah agar memberi jarak diantara mereka berdua.

Woelah gerah gue deket-deket Elsya kelamaan gini caranya.

"Halo, Mami." Sapa Elsya dengan senyuman cerah.

Sasa membalas senyuman itu. "Halo sayang, ayo masuk." Ajaknya.

Derry memutar tubuhnya dan menatap Sasa dengan senyuman. "Mi, Derry keatas dulu ya. Mau tidur bentaaaarrrr aja." Pintanya.

Sekalian ngindarin Elsya sih, Mi. Sambung Derry dalam hati yang pastinya tidak akan ia ucapkan.

"Okey. Mening kamu tidur ajalah, daripada gangguin Mami sama Elsya bikin kue. Tinggal makan aja kamu nanti." Ucap Sasa.

Derry nyengir, padahal dalam hatinya siapa juga yang mau gangguin.

Paradoks [#2 EDF Series-Derry Story]Baca cerita ini secara GRATIS!