Part 1✔

4.3K 161 10

"Jangan pernah memaksakan diri untuk menyukai apa yang sudah terlanjur kamu benci."

~~~

"Sye! Tungguin gue dong!" teriak seorang perempuan dari kejauhan.

Sye menoleh dan ia mendapati Qilla yang sedang berlari menghampiri Sye.

"Hah...huh...hehh aduh cape banget gue Sye. Lagian lo sih gue panggilin daritadi juga nggak nengok-nengok," keluh Qilla dengan nafas yang tak beraturan.

"Hahahaha...Qilla Qilla bego kok dipelihara. Lagian lo tuh ngapain coba ngejar-ngejar gue? Ngefans sama gue? Lo nggak perlu lari-lari gitu juga gue tau kok kalo lo ngefans sama gue," balas Sye dengan penuh percaya diri.

Qilla hanya memutarkan bola matanya untuk menjawab perkataan Sye. "Oh iya Sye, tadi gue liat Kak Faldo, Kak Rey, sama Kak Bisma lagi berdiri di depan tiang bendera sambil megang kuping tau," ucap Qilla dengan penuh antusias.

"Yaelah Qil palingan juga mereka bikin ulah lagi. Udah deh nggak usah heran kalo mereka itu kena hukuman. Udah biasa," jawab Sye dengan santainya.

"Iya sih,"

"Gue mau ke loker dulu ya, mau naro seragam cadangan dulu. Lo mau ikut nggak?" tanya Sye pada Qilla yang berjalan sejajar dengannya.

"Ya udah yuk, masih pagi juga belum ada orang di kelas," ucap Qilla menyetujui.

"Oke,"

Mereka berdua berjalan menyusuri koridor lantai dua yang masih sunyi karena belum banyak siswa yang datang.

“Qil, perpus yuk, ajak Sye sambil meletakkan seragam cadangannya di loker miliknya.

"Ayok, siapa tau ada novel baru yang bikin nangis gitu kan," Qilla berjalan mendahului Sye yang belum selesai menata seragamnya di loker.

"Dasar cengeng," gumam Sye yang menyusul Qilla dibelakangnya.

Sesampainya di perpustakaan, mereka berdua belum mendapati penjaga perpustakaan yang biasanya sudah berada di kursinya.

"Tumben banget belum ada yang jaga," tutur Qilla.

"Kesiangan kali," singkat Sye yang sudah mulai menelusuri novel-novel terbaru yang berada di rak khusus buku terbaru.

Sye mulai sibuk dengan novel yag dia temukan. Begitupun dengan Qilla yang masih mencari novel yang akan ia pilih. Tiba-tiba ada seseorang yang mengejutkan mereka dari arah belakang.

"DOR!!!" teriak orang itu sambil menepuk bahu Sye dan Qilla yang tak menyadari kehadirannya.

Sye dan Qilla melonjak kaget karena suara yang sudah membuat mereka terkejut.

"Ya ampun Pak Dino bikin kaget aja sih," keluh Qilla pada Pak Dino yang sudah mengagetkan mereka berdua.

"Ya habisnya kalian ini kok spaneng banget to bacanya? Mbok ya jangan terlalu tegang gitu loh kalo baca buku cinta-cintaan gitu," tutur Pak Dino dengan logat jawanya yang kental.

"Ya kan meresapi isinya, Pak," jawab Sye ikut menimpali.

"Oh, gitu to. Lah ini kalian nggak masuk kelas po? Bentar lagi bel udah mau bunyi itu loh," tanya Pak Dino pada Sye dan Qilla yang belum juga masuk kelas padahal dua menit lagi bel akan berbunyi.

"Iya ini juga mau ke kelas kok Pak," Qilla memasukkan novelnya ke dalam tas lalu berdiri mendahului Sye yang masih memasukkan novelnya.

"Duluan ya, Pak," ucap Sye dan Qilla secara bersamaan.

"Ya sudah, cepat sana nanti telat kalian," ucap Pak Dino.

♦♦♦

Sesampainya di kelas, Sye langsung duduk di kursinya. Tak lama kemudian, Bu Linda selaku guru Biologi masuk ke dalam kelas dengan membawa setumpuk buku tulis yang mana itu adalah buku-buku milik anak kelas XI IPA 3.

Sye sangat tidak menyukai pelajaran Biologi. Maka dari itu, selama pelajaran itu berlangsung Sye hanya melamun yang kadang diselingi dengan membaca novel secara diam-diam karena takut ketauan oleh Bu Linda.

"Sye, gue bosen banget sumpah. Keluar yuk," ajak Una yang memang lebih tak menyukai pelajaran Biologi dibanding Sye.

"Niat banget dihukum emang ya lo," sahut Qilla yang duduk dibelakang Sye dan Una.

"Please deh, lo liat tuh. Gurunya aja ngomong sendiri jelasinnya, gimana gue nggak boring?" tutur Una meluapkan kekesalannya pasal Bu Linda.

"Lo tinggal cari kesibukan lain kek dibanding bolos-bolos gitu. Mending kalo nggak ketauan Bu Della, kalo ketauan? Bisa masuk BP kita," ucap Sye yang memang tak menyukai apapun yang melanggar ketentuan sekolah termasuk bolos saat jam pelajaran berlangsung.

"Ish, iya-iya," Una melipat kedua tangannya lalu menenggelamkan wajahnya di dalam lipatan tangannya itu.

KRINGG!!!

Bel istirahat pun berbunyi dengan nyaringnya. Seluruh siswa langsung berhamburan keluar kelas dan pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah berbunyi sedari tadi.

"Kalian mau makan apa guys?" tanya Una.

"Gue mie ayam aja deh, Na," jawab Sye.

"Gue samain aja Na sama Sye," balas Qilla sembari mengacungkan ibu jarinya.

"Okey," jawab Una.

♦♦♦

Karena hukuman yang diberikan oleh Pak Dino, Faldo dan teman-temannya berniat untuk mengerjai Pak Dino.

"Lo berdua udah siap kan?" tanya Faldo meyakinkan teman-temannya.

"SIAP BOS!" jawab Rey dan Bisma bersamaan.

1...2...3

BYURR!!!

Mereka memasang jebakan air bekas kobokan yang mereka dapat dari dapur sekolah serta campuran telur didalamnya. Pak Dino yang tidak mengetahuinya langsung saja terguyur jebakan ketiga badboy tersebut.

"Seleketep. Sopo iki sek nyiram aku karo banyu koyok ngene to?" tanya Pak Dino setengah emosi.

Karena mereka bertiga langsung sembunyi, Pak Dino tidak mengetahui bahwa merekalah yang melakukannya.

"Ahahaha dasar guru bego. Dikerjain sama muridnya sendiri aja nggak tau," olok Bisma yang merasa puas karena berhasil mengerjai Pak Dino.

Faldo tersenyum miring tanda kepuasan hatinya karena berhasil mengerjai Pak Dino. Sebenarnya, Faldo bukan tipe orang yang suka membalas dendam kepada seorang guru. Tapi, karena dihasut oleh kedua sahabatnya maka Faldo terpengaruh untuk ikut mengerjai Pak Dino.

"Yaudah balik yuk, udah puas gue ngerjain guru tua kurangajar itu," ajak Bisma.

"Maksud lo? Bolos gitu?" tanya Rey kebingungan.

"Ya iyalah menurut lo apa lagi? Bosen gue belajar mulu di kelas," jawab Bisma dengan nada nyolot.

"Sorry bro, kalo masalah bolos-bolos gini gue nggak ikutan deh. Ya lo tau sendiri kan orang tua gue itu donatur terbesar sekolah ini. Kalo mereka sampe tau gue bolos bisa dicabut tuh semua fasilitas gue," elak Rey.

Ya, orang tua Rey adalah salah satu donatur terbesar SMA Cendrawasih. Maka dari itu, jika Rey ketauan bolos sekolah oleh orang tuanya maka seluruh fasilitas yang diberikan akan dicabut oleh mereka.

Sebenarnya Rey bukan tipe laki-laki yang takut dengan ancaman. Namun, ia tak ingin memulai genderang perang dengan kedua orangtuanya. Karena, sekali ia melakukan kesalahan maka hukuman yang ia jalani lebih lama dari yang ia perkirakan.

"Yaelah takut amat lo. Yaudah deh gue bolos sama Faldo aja. Yuk do ikut gue." bujuk Bisma pada Faldo.

"Yaudah deh gue ikut lo aja. Gue juga bosen di kelas." jawab Faldo pasrah.

~~~

Rafifah Taqiyah & Septiranny Rizqika

Follow ig : rafifahranny.ofc

Love Is Miracle [COMPLETED]Read this story for FREE!