9 ¦ Sia Teh Saha

5.6K 731 27

An: Okey guys, gue melihat comment di part sebelumnya pada rame ya gara-gara Elsya? Hehehe kalem aja guys, tenang.. nikmatin satu persatu part nya ajaa wokeeehhh 👍 dan karena part kemarin juga, temen gue yang baca cerita ini juga, langsung heboh juga pas baca ucapan Elsya. Sejujurnya saudara-saudara sekalian, gue juga benci bgt yang namanya orang ketiga, pelakor, PHO ya pokoknya itulah whatever namanya. Jadi tenang aja yaaah keep kalem guys hehehe. So, gue janji update cepet dan ini dia part selanjutnya. Enjoy ya😋

°
°
°

Derry mengambil lighter dan menyulutkan kearah rokok yang telah ia apit dengan kedua bibirnya. Semilir angin sore, membuat asap rokok yang Derry hembuskan langsung terbang begitu saja. Saat ini, ia sedang duduk dikursi santai yang ada dibalkon kamar hotel.

"Eh gila lo ya, Der? Ini udah batang ke berapa lo hisap?" Tanya Farhan saat melihat asbak dimeja sudah berisi batang-batang merk rokok yang Derry pakai.

"Nggak tau, gue nggak hitung." Jawab Derry enteng.

Erga memberi kode pada Farhan agar tidak menganggu Derry. Namun, emang dasarnya si Farhan ini suka lepas kontrol alias suka gregetan sendiri kalau temannya sendiri sedang mempunyai masalah, tapi malah melarikan diri ke hal-hal yang merugikan, langsung aja deh itu mulut nyerocos.

"Eh bego, lo kalo ada masalah ya selesain. Jangan ngerokok mulu, anjir. Udah sepuluh hari kita disini, kerjaan lo tuh kalo udah sampai kamar hotel, ngerokok mulu. Sekalian aja itu bibir lo bakar pakai lighter, terus elo telen deh itu batang rokok. Paling cuma mampus habis itu." Ucap Farhan.

Derry tidak menyahuti ucapan Farhan, dan malah membuka kaleng sprite. Mereka memang sepuluh hari ditugaskan ke Yogyakarta untuk memantau proyek yang dikerjakan oleh tim mereka bertiga. Dan sepuluh hari itu juga, mereka bertiga satu kamar.

Erga menatap Farhan dengan kesal. Dalam hatinya, ia berdecak. Kebiasaan Farhan banget emang nih, cari masalah.

"Jangan didengerin, Der. Ini si bocah blegug emang mulutnya minta diselotip." Ucap Erga, kemudian menarik Farhan masuk kedalam kamar.

"Gue poligami aja kali ya." Celetuk Derry.

Lantas, ketika Erga dan Farhan mendengar celetukkan Derry, langsung aja mereka duduk bersamaan dibalkon lalu menatap Derry seksama.

"Kesambet setan Jogja apa gimana ini anak?" Gumam Erga.

Farhan menyentuh kening Derry. "Nggak panas dah, ini lo lagi ngelindur ya, Der?"

Derry berdecak sambil menepis tangan Farhan, lalu menekan-nekan ujung rokok diatas asbak untuk dimatikan. "Gue nggak kesambet setan atau ngelindur." Jawab Derry.

"Lagian ngomong mau poligami. Sia teh saha mau poligami? Emangnya siap berlaku adil?" Tanya Farhan to the point.

Erga menjentikkan jarinya dihadapan Derry. "Jangan main-main lo sama poligami, susah lho dan tanggung jawabnya gede."

"Pasti nih ada hubungannya sama Shinta dan Elsya. Hadeu, tong siar masalah makanya."

Derry menatap Farhan dengan malas. "Heh, elo ngomong sunda udah kayak emak-emak yang lagi nawar dipasar Cisarua noh, persis banget." Balasnya.

"Jadi, ini kenapa lo bisa mikir mau poligami?" Tanya Erga mengembalikan topik pembicaraan.

Paradoks [#2 EDF Series-Derry Story]Baca cerita ini secara GRATIS!