Why? *13*

668 20 0


There is something that i learned in life
You never know when will come happy, but did you know when the sadness is almost come

*******

Flashback
Nicholas POV

Pagi membosankan seperti biasanya. Lelah rasanya menjalani hidup seperti ini tiap harinya, tapi sudahlah jalani saja.

Aku sampai di sekolah jam enam kurang seperti biasanya. Pak satpam yang sudah ada di sekolahan pun membukakan pintu gerbang sekolah, beliau memang sudah mengenalku dengan baik jadi ia tak sungkan membukakan pintu gerbang lebih awal.

Aku berjalan melewati loby dengan tenang. Senyap. Itulah yang kurasakan. Sempat beberapa kali aku merasakan hawa hawa aneh, tapi tak kupedulikan.

Saat aku melewati kantor kulihat Bu Marwati sudah ada di kantor. Beliau keluar dari kantor dengan membawa setumpuk buku tebal dan secara kebetulan berpapasan denganku. Kulihat tumpuk buku tebal itu nampak berat, aku pun menawarkan bantuan beliau.

"Permisi bu, boleh saya bantu?" tanyaku dengan sopan

"Oh! Nicholas kau rupanya. Tentu saja" ujar Bu Marwati senang

Aku mengambil semua tumpukan buku itu. Dan benar saja semua buku itu ternyata memang berat.

"Terimakasih banyak ya Nicholas ibuk benar-benar tertolong" ucap Bu Marwati berterimakasih

"Ahaha iya bu sama sama. Buku ini mau dibawa kemana bu?"

"Ah! Iya! Buku ini harus dibawa ke ruang musik"

Aku sedikit terkejut mendengar jawaban Bu Marwati. Dalam hati aku bersyukur dan merasa sedikit lega karena membatalkan niatanku untuk kesana. Akhirnya aku dan Bu Marwatipun berjalan menuju ke ruang musik.

Sesampainya di ruang musik, Bu Marwatipun segera membuka gembok yang terdapat di pintu. Setelah pintu terbuka Bu Murwatipun menyuruhku untuk meletakkan tumpukan buku itu keatas meja guru yang ada di ruangan itu.

Bu Murwati kembali berterimakasih "Sekali lagi terimakasih banyak, ya Nicholas"

"Iya sama-sama bu" ujarku sembari tersenyum

"Em.. Nak Nicho bolehkah ibu minta bantuanmu lagi? Itupun jika nak Nicho mau?" tanya Bu Marwati menggantung membuatku bertanya tanya

"Bantuan apa bu?"

"Maukah kamu bantuin ibu ngajar hari ini?"

".......................Ha?" tanyaku bingung

"Begini, jam pertama nanti ibu ada jadwal mengajar di kelas XI IPS 1. Dan kebetulan babnya itu mbahas soal musik klasik. Kamukan jago main musik klasik, jadi ibu pengen kamu jadi contoh buat murid-murid nanti" jelas Bu Marwati panjang lebar.

"Jadi? Gimana? Apakah kamu mau? Ibu gak maksa kok" tanya Bu Murwati kembali meminta kepastian.

Mula-mula aku bingung sih, karena jam pertama aku juga ada ulangan Fisika. Tapi aku juga gak masalah sih kalo harus ikut ulangan susulan, menurutku Fisika itu gak juga susah-susah amat kok.

"Em- saya sih mau-mau aja bu, tapi jam pertama saya ada pelajarannya Pak Kamal" ujarku tak sepenuhnya terus terang.

"Oh, kalo itu tenang aja, saya bisa urus" ucap Bu Murwati mayakinkanku.

"Baiklah Bu, saya mau bantuin Ibu" ucapku dengan dengan mengulas senyuman.

"Baguslah kalo gitu, taruh saja dulu tasmu di kelas. Nanti kalo sudah bel kamu dateng aja ke sini yah" saran Bu Marwati.

BroSist ComplexsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang