6 ¦ Rain and Kiss

6.2K 825 16

An: silahkan diputar mulmed nya;)

°

Derry buru-buru mengejar Shinta saat ia melihat Shinta keluar dari lobby rumah sakit. Ini cewek mau-nya apa sih sebenarnya, benar-benar deh. Setelah kejadian Derry yang memberi ayam bakar ke kamarnya, Shinta selalu aja menghindari Derry. Mereka kan masih punya urusan yang masih belum selesai dibicarakan. Gimana mau bicarain, orang Shinta kalau lihat Derry langsung kabur.

Emangnya dia pikir, cuma dia aja gitu yang punya hak untuk berkontribusi atas Orlen? Bah, Shinta lupa apa ya, waktu sama-sama nggak sadar emangnya siapa yang berkontribusi sampai bikin dia hamil dan akhirnya jadi Orlen? Derry lah jawabannya.

Saat Shinta berada didepan-nya, Derry meraih lengan cewek itu dan menahan-nya. Membuat Shinta langsung menoleh.

“Mas Derry mau ngapain lagi?” Tanya Shinta kaget melihat Derry yang masih memakai batik berdiri dihadapan-nya.

“Mau bikin kamu hamil anak kita lagi.” Jawab Derry asal, hingga mata Shinta membulat.

Shinta mendengus. “Orang gila.”

Derry tertawa kecil. “Gila-gila gini, aku tetep Papa dari anak kamu. Remember?” Sahutnya lalu memindahkan tangannya dari lengan Shinta ke pergelangan tangan cewek itu. “Ikut aku, ada yang pingin aku omongin.”

Shinta menarik tangannya sambil mengikuti langkah Derry menuju parkiran, memberontak agar terlepas dari genggaman Derry. “Aku teriak ya, kalau Mas Derry macem-macem.” Ancamnya.

“Sebelum kamu teriak, aku udah cium bibir kamu.”

You—

Derry menatap Shinta dengan tatapan menantang. “Apa? Apa? Kamu mau ngatain aku apa?” Tantang Derry.

Stupid, bastard!

Good. Aku suka tiap kamu ngatain aku, kelihatan cantik. Ayo katain lagi, aku mau denger. Biar kamu puas.”

“Makin gila kamu ya, Mas.”

“Daripada kamu, kabur terus. Ngehindar dari aku. Kamu tuh, mau-nya apa sih?” Tanya Derry ketika mereka berada diparkiran.

“Nggak ngerti bahasa manusia ya, udah berapa kali Shinta bilang kalau Shinta nggak mau ketemu sama Mas Derry? Buat apa sih, kita nggak ada hubungan apa-apa dari awal. Dan Orlen cuma kecelakaan diantara kita. Selesai.”

Derry tertawa sinis. “Kecelakaan? Okey, aku akuin itu kecelakaan. Tapi, siapa yang telpon aku jam satu pagi waktu kamu mabok? Dan kamu pernah mikir nggak, seandai-nya kamu nggak telpon aku, terus kamu bener-bener hangover sampai akhirnya aku juga ikutan mabok karena habisin minuman yang kamu pesen terus-terusan. Mungkin aja bukan aku yang hamilin kamu, alias cowok brengsek yang udah natap kamu dengan tatapan lapar waktu aku nemuin kamu duduk di meja bar sendirian.”

Shinta menutup matanya saat mendengar ucapan Derry. “Stop it.”

Yes, kena kamu sama jurus serangan Derry.

“Kamu mau lari lagi dari aku? Silahkan, dengan senang hati aku kejar.”

“Mas Derry!”

Paradoks [#2 EDF Series-Derry Story]Baca cerita ini secara GRATIS!