Kuy mari di vomment❤

***


Sena : 3 menit.

Daniel terdiam, menatap gue lemah dan memohon. Bahunya menurun, helaan nafas keluar dari mulutnya.

Sena : 3 menit atau engga sama sekali.

Gue berucap dengan tegas dan mantap, Daniel yang berdiri didepan gue lantas tersenyum lemah kemudian kembali menarik nafasnya dalam. Sedangkan gue mengetuk ngetuk lantai dengan sendal rumah gue beserta mata gue yang gak lepas dari stopwatch di ponsel gue.

Daniel : gua sayang sama lo, sama sekali gak terlintas buat bikin lo sakit hati tentang kemaren.

Gue menaikkan sebelah alis gue, entah kenapa gue pengen ketawa. Lucu gitu, dia bilang sama sekali gak terlintas buat bikin gue sakit hati. Lantas, perempuan mana yang gak sakit hatinya ngeliat laki lakinya meluk orang lain. Ralat mantan.


Daniel : gua sama sekali gak tau kalo Doyeon nemuin lo selama ini. Dia baru balik dari Inggris karena suatu masalah.

Gue berdecak pelan. Menggoyang goyangkan ponsel gue yang sudah menunjukkan angka 30 detik. Yang artinya sisa waktu Daniel cuman 2,5 menit.


Daniel : pelukan kemarin bukan apa apa Sena.


Mulut gue gatel asli.

Sena : mungkin gak berarti bagi lo, tapi berarti bagi gue. Seberapa pentingnya alasan lo lebih milih nyamperin Doyeon. Lo sama sekali gak pantes pergi ninggalin gue di bioskop sendirian tanpa sepatah katapun dari mulut lo!


Emosi kan gue.

Sena : lo laki laki kan? Lo punya mulut buat bilang ke gue. Lo bisa balik cuman buat izin ke gue. Pertanyaannya , lo menghargai gue sebagai pacar lo atau tidak?

Gue menatap Daniel yang gak bisa ngomong apa apa lagi ke gue. Ucapan menohok gue membuat dia kembali terdiam tidak menjawab. See? Dia emang gak mentingin gue sama sekali.

Melihat reaksinya, gue kembali berdecak dan menggoyang goyangkan ponsel gue didepan wajah dia.


Sena : waktu lo 1 setengah menit.

Gue memandang Daniel yang mulai menunduk, dia kembali menghela nafasnya kasar. Setelahnya, dia kembali menenggakan kepalanya dan menatap gue dengan merasa bersalah.



Daniel : gua sama Doyeon emang pernah pacaran, dia perempuan pertama di hidup gua yang hadir setelah mamah. Dia selalu ada, sebagai teman, sebagai guru, sebagai orang yang gue sayang. Dia emang segalanya.

Gue tercekat, gue menggigit bibir bawah gue pelan, menahan air mata yang udah mendesak keluar. Gue gak pernah nyangka, Daniel Setega ini. Dia dengan lantangnya bilang ke gue soal itu.

Dada gue sakit seketika, dalam artian hati gue sedang tidak baik baik saja. Ketika laki laki yang lo sayang bilang kayak gitu didepan lo apa reaksi lo? Dengan lantangnya dia bilang segala definisi dari kehadiran seseorang di hidup dia.


Tangan gue mengepal, kaki gue melemas, bahu gue sedikit bergetar.



Daniel :  Maaf, gue sama Doyeon emang gak bisa gitu aja lepas tanpa hubungan. Dia selalu ada buat gue saat itu. Dengan gue yang bersikap seolah tidak terjadi apa apa itu susah. Gue berasa kayak anak gak tau diri kalo kayak gitu.



Jagoan | Kang Daniel✓Baca cerita ini secara GRATIS!