BAB 2

21 1 0


BUK

" Aduh " aku memegang kepalaku. Sakit woo. Aku mengangkat kepala. Aku yakin kepalaku terhantuk dengan kepala orang. Ye lah , mana ada dinding tengah-tengah jalan ni.

" Auch " terdengar perlahan suaranya.

" Err.. Awak ? " aku cuba memanggilnya. Orang itu ? Hanya menunduk ke jalan.

Sambil memegang kepalanya , dia mendongak. " Err sorry. Saya ingat nak tolong ambilkan sampai tak perasan ada awak " kata jejaka itu.

Aku terpana seketika. Bagai terkena panahan cinta. Ecewahh. Very good looking lah dia ni. Mata bundar berwarna coklat kemudian mataku melirik ke arah hidungnya yang mancung. Pehh macam mat saleh bhaii. Tergugat iman aku yang teguh ni.

" Hey girl ? Dah puas tilik muka saya yang handsome ni ? " belum sempat aku sambung menilik mukanya. Dia kembalikan aku ke alam realiti.

" Eh ma- mana ada saya tilik muka awak. Sa- saya just pelik. Saya tak pernah nampak awak kat sekolah ni " yes !! Thank you very much otak sebab dapat berfungsi dengan baik hari ni.

" Oh like that. Saya budak baru. " katanya sambil mengambil bola tadi lalu dihulurkan kepadaku. " thanks " kataku ringkas.

" Oh btw , saya ada training , so i got to go. And... nice to meet you budak baru " aku terus berlari ke arah padang. Mesti kena bebel dengan minah tu nanti sebab lambat. Ah siapa suruh pukul kuat-kuat.

Lambat-lambat lelaki itu tersenyum. " Nice to meet you too girl " dan terus melangkah ke arah kereta papa nya yang berada tidak jauh dari situ.














JAM aku menunjukkan pukul 10:30 a.m . Maka tamat lah sesi latihan kami. Fuhh lega tak terkata. Aku berjalan ke arah Nina yang sedang meneguk air.

" Nina , nak tau satu benda tak ? " niatku ingin memberitahunya hal tadi.

" Taknak " eii perempuan ni tak habis lagi dengan rajuknya. Haa ! Dapat dah idea !

" Takpe lah kalau kau taknak tau pasal budak baru tu " aku pura-pura merajuk ahaks. Dia pasti termakan punya.

" Haa ? Budak baru ? Masuk pun belum nak cerita apanya " nampaknya dia dah masuk sikit.

" Haa tu lah yang aku nak cerita ! Tadi aku jumpa dia !! " kataku seolah-olah macam jumpa artis. Happy semacam.

" Like seriously ? How is he look ? Handsome or what ??? " kata Nina sambil menggoncang tubuhku. Aduh perempuan ni. Miang betul.

" Err.. muka macam...... " kataku sambil meletakkan ibu jari dan jari telunjuk di dagu dan mata memandang atas seperti sedang berfikir.

Nina yang tak sabar terus membebel lagi " macam siapa ? Aaron Aziz ? Aliff Aziz ? Adi Putra ? " tubuhku digoncang lagi.

" Macam Aramugan " muka kubuat serius.

" Hah? Laa ingat handsome "

Aku terus ketawa macam orang gila tak ingat dunia. Mana taknya , senang je si Nina ni kena tipu.

" Kau asal gelak ? Kelakar ke ? " jelingan maut dihadiahkan kepadaku.

" Nope. Okay like this. Actually that guy bukan macam Aramugam pon " kataku dengan ketawa yang masih bersisa.

Nina membuat muka selenge terhebat abad ni " Then ? "

" Haih aku taknak lah cerita. "

" Why ? "

" Aku risau lah "

Muka ku aku serius kan lagi. Jarang kenakan Nina miang ni. Dah ada pakwe pun gatal lagi.

" Risau pasal apa pulak ? Dia jahat ke ? " mukanya berkerut.

" Aku risau.. Kalau aku cerita nanti kesian lah dekat Daniel kena tinggal sebab kau gilakan that guy " aku ketawa berdekah-dekah melihat muka Nina yang macam nak bunuh aku. Hahaha.

Keluhan berat dilepaskan sebelum berkata " aku ni loyal tau. Daniel tu lah satu-satunya jejaka idaman aku. Hanya satu di hatiku "

Aduhh jiwang pulak minah ni.

" Okay then. Takyah lah bazir air liur aku nak cerita. "

" Alaaaaa... cerita laa Rissa " muncung Donald Duck dihadiahkan lagi untukku.

" Hahaha ye lah. Aku cerita. " Aku pun menceritakan dari A sampai Z tanpa miss satu pun.

" Ohh patutlah lama betul kau ambil bola. Rupanya jumpa prince charming " katanya sambil mencuit lenganku.

" Banyaklah kau punya prince charming " pipi membahang. Malu beb. Tapi dalam hati suka. Ahaks gedik kau Rissa.

Kami berbual dan terus berbual sehingga daddy sampai. Lebih baik aku balik dari layan Nina miang. Suka sangat nak match kan aku dengan budak lelaki kat sekolah.

" Bye budak miang " aku terus masuk ke dalam kereta sebelum dibelasah teruk oleh Nina.














" RISSA , mari turun makan sayang. Daddy ada benda nak bagitau. " laung mummy yang berada di dapur.

" Ye mummy. I'm coming " aku melangkah laju ke dapur.

" What is that thing ? " katak setelah ti a di dapur.

" Makan dulu lepas tu daddy bagitahu. " kata daddy dengan lagak biasa.

" Okay then " aku mengambil tempat dan makan setelah mengaminkan bacaan doa.

Setelah selesai makan. Mummy dan daddy mengajak untuk berbual di ruang tamu. Lama sungguh tidak berbual dengam mummy dan daddy.

Aku mengambil tempat di sebelah mummy manakala daddy duduk di sofa single.

" You serius nak bagitahu ? " tanya daddy kepada mummy.

Apakah ? Asal susah sangat nak bagitahu.

" Ye lah abang. Sampai bila kita nak rahsia kan dari Arissa. She is our daughter and she need to know " balas mummy lembut.

" Mummy , daddy bagitahu apa ? Jangan lah buat Rissa takut. " kataku. Kalau boleh nampak atas kepala aku banyak tanda soal. Tertanya-tanya.

" But Rissa need to promise me " daddy memulakan bicara.

" Janji apa ? "

" You must promise that you will accept all my words. Boleh ? "

" Daddy tak cakap lagi how can I promised you ? " aku jadi pelik.

Aku takde lah hilang ingatan sampai tak tahu apa-apa. Setahu aku , mummy dan daddy akan cerita semua benda. Takkan ada yang tinggal.

" Promise me first then daddy will tell you everything that you never know "

Oh my. Daddy dan mummy ada rahsiakan sesuatu dari aku selama ni. But why ? Aku anak diorang kot. Why ? Kenapa perlu ada rahsia. Aku perlu tahu. Aku tekad. Janji tak janji aku tak kisah.

" Okay. Rissa janji " aku memberi kata putus.

Dalam otakku ligat memikir apa yang sebenarnya mereka ingin beritahu. Aku ni anak angkat ke ? Or anak pungut ? Aduh apa yang aku fikir ni

Satu keluhan berat dilepaskan daddy. Nampak berat je rahsia ni.

" Sebenarnya.... "



×××××××××××××××××××××××××

Jangan lupa VOTE and COMMENT.
Kerjasama korang amat saya hargai ;)

Much love💞
Author 💕

KEMBARRead this story for FREE!