Mr.Troublemaker - #10

22.5K 2.3K 586

Aku sedang tertawa bersama Nancy saat sedang videocall bersama Teresa di kantin. Sempat terhenti lantaran aku memandang Romeo, yang memasuki kantin bersama Debra. Ia Debra. Keduanya membawa nampan makanan dan duduk di bagian ujung.

"Ella! Halo!" Suara Teresa di ponsel memecahkan perhatianku yang tertuju pada pasangan itu.

"Ya, Tere?" Panggilanku untuk Teresa. "Nanti pulang aku ke sana. Kita cerita lebih lanjut!"

"Kamu akan kaget mengetahui berita terbaru!" Timpa Nancy.

"Baiklah. Siang ini tidak ada kelas lagi bukan?"

Aku dan Nancy mengangguk bersamaan. Tidak lama kemudian, kami menyelesaikan sambungan telepon tersebut.

Aku memakan sup di depanku dengan tidak bersemangat. Ada rasa sesak di dadaku. Apa mungkin aku sakit? Setahuku, aku tidak mempunyai riwayat sesak napas.

"Mereka jadi akrab," ucap Nancy yang tahu aku sedang memikirkan keduanya.

Aku hanya mengangkat kedua bahu untuk membalas ucapannya. Kalau Romeo menyukai Debra, ya sudah. Bukan urusanku. Walaupun aku sedikit tidak ikhlas. Angel pasti sama denganku.

"Maaf!"

Aku dan Nancy menoleh bersamaan pada pemilik suara berat itu.

Edward sudah berdiri di sebelahku. "Apa kamu yang bernama Ella?"

Bukan menjawab, aku justru terfokus pada rambut halus di rahangnya. Aku suka dengan pria dewasa. Mengingatkanku pada sosok Daddy. Selalu bisa melindungi wanita yang lebih muda darinya.

Nancy menyikutku. "Ella, kamu ditanya!" Bisiknya.

"Eh!"

"Kamu, Ella? Ella Elinor?" Tanyanya lagi.

"Iya. Saya Ella, Prof!" Aku gugup.

"Saya sudah membaca paper buatanmu. Saya sangat tertarik dengan idemu itu. Apa keberatan setelah makan siang, ke ruanganku sebentar?"

"Aku sudah selesai!" Terlalu bersemangat. Seakan ada kekuatan dari dalam diriku. Aku sampai bangkit dari duduk.

"Kalau begitu. Silahkan!" Dengan gentle-nya dosen kloningan vampir itu mempersilahkanku, dengan satu tangan terentang ke depan. Ini baru nanya sang pangeran.

Aku melihat Nancy sebentar, yang dibalas anggukkan. Maksudnya, ia akan menungguku hingga selesai.

Melangkah pelan. Menjaga image pada dosen tampan ini. Aku menunduk dan tersenyum lembut.



❤️❤️❤️❤️❤️


Aku menutup pintu ruang dosen dengan senyum mengembang. Senyum lebar. Senyum bahagia. Aku yang melihat Nancy duduk di salah satu kursi besi tidak jauh dari tempat ku berdiri, lekas menghampirinya dengan berputar. Menari layaknya seorang balerina.

Nancy sempat menaruh punggung tangannya pada keningku. Ia menghela napas. Memaklumi kelakuanku.

Kami melangkah ke arah parkir mobil fakultas. Di sela-sela tawa kami, ada seorang yang meneriaki namaku.

"Ella!"

Si perusak kebahagiaan. Nancy tidak peduli. Ia tetap melangkah menuju mobilnya. Aku mengikuti Nancy. Tidak sempat menyamai langkah dengan sahabatku itu. Tanganku lebih dulu dicekal oleh Romeo. Tubuhku berbalik. Menghadapnya. "Ingin kemana kamu?"

Aku melipat kening. "Kenapa memangnya?"

"Kita pulang!" Ia menarik paksa aku. Jelas, aku memberontak. "Kamu kenapa, huh?"

My Sexy Bra And Mr. TroublemakerBaca cerita ini secara GRATIS!