:seven:

1.1K 227 38
                                              

Mengingat ini musim panas, Sooyoung amat bersyukur karena ia duduk di pojokan, sebab kipas angin tepat berada di atasnya.

Tapi, sayangnya, ia harus bersebelahan dengan Kim Taehyung.

Sejak Taehyung memutuskan menemaninya menuju ke kelas, mereka tak terlibat percakapan apapun.

Sooyoung bingung. Ia ingin bertanya kepada Taehyung, persis seperti pertanyaannya pada Jungkook. Namun, Jungkook saja menghindari pertanyaan itu, apalagi Taehyung nanti.

"Apa yang kau pikirkan?"

Sooyoung mengedipkan matanya beberapa kali, terkejut. Melirik ke arah Taehyung yang juga memandangnya datar.

"Rahasia."

Ucap Sooyoung, mencoba mengabaikan Taehyung dengan cara membaca novel.

"Apa kau tak kegerahan mengenakan sweater?"

Terkutuklah mulut Sooyoung yang tak bisa berhenti bertanya.

Sooyoung menyengir ke arah Taehyung, yang dibalas dengan Taehyung pergi meninggalkan bangkunya.

"Ck, menyebalkan."

Gumam Sooyoung pelan, kembali melanjutkan membaca novel.

"Park Sooyoung?"

Sooyoung menengok ke asal suara itu. Mendapati gadis seusianya menatapnya dengan senyum kecil.

Wajahnya familiar, tapi Sooyoung itu payah dalam mengingat nama.

"Hai. Lama tak berjumpa."

Gadis tadi mendekati Sooyoung, duduk di bangku Taehyung.

"Ekhm, sebaiknya kau memilih tempat duduk yang lain. Itu milik Taehyung."

Sooyoung berbisik ke arah gadis itu, menekankan nama Taehyung.

"Haha, aku hanya disini sebentar. Kelasku disebelah, bersama Jimin dan Jungkook."

Sooyoung ber-oh ria. Menatap gadis itu penuh tanya.

"Kau tak mengingatku?"

Gadis tadi menunjuk dirinya dan memandang Sooyoung kecewa.

"Maaf."

"Aku Yeri. Anak pemilik kios buah. Mengingatku?"

Oh, Sooyoung ingat. Yeri adalah teman masa kecilnya, sama seperti Jungkook. Tapi, mereka lebih akur. Tidak seperti Jungkook yang selalu menjahilinya.

"Tentu saja."

Seru Sooyoung antusias. Gadis itu tersenyum amat lebar. Bahagia karena ia sudah mempunyai satu teman wanita disini.

"Kau tahu, aku benar benar merindukanmu, Soo."

Yeri memeluk tubuh Sooyoung, tersenyum kecil mengingat kenangannya dengan Sooyoung.

"Aku juga merindukanmu."

Kata Sooyoung sambil melepas pelukan Yeri, ia menatap Yeri lamat lamat.

Yeri berubah jadi gadis cantik, Sooyoung bahkan merasa wajahnya lebih cantik dari wajah Soyoung.

Dulu sekali, waktu mereka kecil, Sooyoung ingat betul Yeri yang tomboy, yang selalu memakai kawat gigi, dan selalu menggunakan topi memancing ayahnya.

Dan lihatlah sekarang, gadis itu bahkan tahu cara berdandan.

Hidup memang tidak bisa disangka sangka.

"Hei, kau tak masuk ke kelas?"

Si Menyebalkan Taehyung masuk ke dalam kelas dengan sebungkus roti cokelat di tangannya.

Yeri memutar bola mata sebal, mengerucutkan bibirnya tak senang.

"Dasar pengganggu!"

Yeri bangkit dari duduknya, melambai ke arah Sooyoung dan sempat sempatnya menendang bangku Taehyung.

"Ya!"

Pekik Taehyung tak terima. Sooyoung mengulum senyum, ternyata ada yang berani dengan Taehyung.

"Kau mengenal Yeri?"

Tanya Taehyung, masih sambil memakan rotinya.

"Telan dulu makananmu."

Kata Sooyoung sambil mengeluarkan buku pelajaran pertama.

"Jawab aku, Soo."

"Iya, aku mengenalnya. Dia juga teman masa kecilku."

"Oh."

Taehyung menggumam, melanjutkan memakan suapan terakhir rotinya.

🍀

"Kau sudah bertemu Sooyoung?"

Jungkook menengok ke arah samping, ke presensi Yeri.

"Sudah. Dia benar benar cantik."

"Tapi, kau lebih cantik, dear."

Jungkook mengelus pipi Yeri pelan, sedangkan Yeri hanya memandang Jungkook jengah.

"Cih, jangan bersandiwara, Jeon. Aku tahu bahwa kau mendekatinya."

Yeri menepis tangan Jungkook, berpindah bangku ke samping Seulgi.

"Ada masalah apa?"

Tiba tiba, Jimin datang sambil membawa roti yang sama dengan Taehyung.

Jungkook yang melihat itu segera menyambar roti Jimin.

"Ya! Beli sendiri!"

Jimin memukul kepala Jungkook, membuat pria itu tertawa karena berhasil mengerjai Jimin.

"Jadi, Yeri sudah bertemu Sooyoung?"

"Hm."

"Ku harap dia tak mencakar Sooyoung."

Jungkook terkekeh pelan, memandang ke arah Yeri yang sibuk mengobrol dengan Seulgi.

"Dia tak akan melakukan itu."

"Kenapa? Bukankah dia sangat posesif padamu?"

"Ya. Pokoknya, aku jamin dia tak akan melukai Sooyoung."

Jawab Jungkook enteng, pria itu menekuk lengannya dan menenggelamkan kepalanya diantara lengan.

"Hei! Jangan tidur, Jeon!"

Jimin mengguncang tubuh kekar Jungkook. Masih penasaran dengan perkataan Jungkook.

"Tak akan ada yang marah padaku jika aku tidur. Karena aku anak pemilik sekolah. Ingat?"

Jungkook berbicara pelan, sedikit tidak jelas karena tertutup lengan.


"Oh, ayolah, Jeon. Tak perlu menyombongkan diri, oke?"

Jimin merotasikan bola matanya, memilih meninggalkan bangku Yeri dan duduk disamping Hoseok.

Jungkook bangkit dari tidurnya, memandang dingin ke arah Jimin.















"Berhentilah mengurusi urusanku, pemakai."

Desis pria itu datar, lalu kembali menelungkupkan wajah pada lengan.[]

Wadow :"v udah keluar satu tuh rahasianya. Adakah yang ngeh? 😂

Prasaan ff ini terlalu misterius 😂 kacoo jadi muter tujuh keliling nih mikir jalan ceritanya 😂

Btw, don't forget to voment guys :"))

XOXO
-author yg kejang tujuh hari tujuh malem liat abs sehun :"))

wнen yoυ love ѕoмeone. [ vjoy ]✔ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang