04 : Cari Muka

49 11 13

Alhasil, karena kakak Stucoun yang memaksanya, ia telat memasuki kelas. Beruntung, sang kakak justru menyelamatkannya.

"Ka, yang masuk guru apa?"

"Ekonomi, nanti gua bantu ngomong," ucap lelaki itu santai.

"Bu Sarah, permisi, mau anterin anak, tadi saya ada perlu sama dia."

"Oh iya nak, silahkan duduk, Ibu juga baru sampai sini."

Terjadilah pembicaraan kecil diantara Bu Sarah dan Reon. Sesekali, mereka melihat ke arah gadis yang bersama Reon. Setelah selesai, Bu Sarah langsung menyampaikan materi Wiyata Mandala.

Disela berjalan, Bu Sarah menanyai Mira.

"Kamu anak OSN IPS ya?"

"Iya Bu, Alhamdulillah, juara kemaren."

Wah, kata si Reon bener nih... Batin Bu Sarah.

"Yaudah, kalo gitu, kamu nanti saya tes untuk masuk prodi ekonomi."

Mira pun terus bersikap jaim di depan guru yang satu ini. Ia melakukannya hingga ia pulang. Pulang kali ini, Mira dijemput oleh bis kota yang penuh penumpang. Namun akhirnya, Mira merasa lututnya bermasalah, mencengkram seperti ingin jatuh ke lantai dan kakinya memang ambruk.

"Adek, kenapa dek?"

"Saya gapapa kak, bisa berdiri kok."

"Sini duduk dek," akhirnya seseorang mengalah untuknya.

"Lututnya pernah jatuh ya dek?" Sampingnya pun langsung bertanya.

"Tulang sendi lutut saya pernah geser karena dulu material art saya terlalu maksain bu," jelas gadis itu.

***

Itu yang Mira jatoh karena sendi lututnya pernah geser, pengalaman gua di metro beberapa minggu lalu. Pokoknya pas itu gue pulang sekolah sendi gue sakit lagi.

Well, emang belom masuk konflik

Hujan Kala TerikBaca cerita ini secara GRATIS!