03 : Dasar OSIS Gila!

72 14 37

Hari pertama sekolah, gadis itu duduk di kelas dan hari ini adalah hari bertemu dengan kakak OSIS atau disini disebut dengan Stucoun.

"Pagi adik-adik sekalian, ada yang kenal saya sebelumnya?"

Hampir seluruhnya kenal dengan lelaki itu, kecuali Mira. Mira memang sering tak peduli pada hal yang seperti itu.

"Oke, kakak Greyson Michael Chance, sering dipanggil Reon."

"Cih, kalo Greyson Chance gini, ogah banget gua!" Gumam gadis bernama Mira itu pelan.

"Eh, yang ngedumel itu, kondisikan," lelaki itu melempar tatapan kemenangan pada Mira.

Materi MPLS pun terus disampaikan meskipun Mira sudah muak mendengar cuap-cuap dari kakak kelasnya. Sampai pada akhirnya, Materi Teori Kepemimpinan selesai dan digunakan untuk istirahat. Mira keluar bersama Chelsea ke Kantin.

"Chel, gue tuh kesel sama yang ta--" Belum selesai gadis itu bicara, seseorang menabraknya.

Sehingga, Mira jatuh dalam keadaan duduk dan diatasnya terdapat seorang laki-laki yang diperkirakan kakak kelas.

"Demi Tuhan! Bantuin gua plis! Lo ikut gua, ayo ini urgent!" Ucap lelaki itu yang ternyata seorang Stucoun, dia Reon.

Maka diboyonglah gadis itu menuju ke Kantin.

"Satu sekolah tau lu ga suka sama gua, buat pura-pura plis jadi pacar gua."

Mira hanya mematung di Kantin. Ia bingung harus berbuat apa.

"Bu Ratna! Mie Ayam dua!" Itu merupakan sogokan dari Reon.

"Gue anak baru dan gue ga Suka sama lo, gimana?"

"Woy, Gua serius! Gua bakal bayar sesuai yang lo minta saat lo pura-pura jadi pacar gua."

"Oke, Tapi saya ga mau kehormatan saya di depan umum tercemar," Mira langsung menegaskan pada lelaki di depan matanya itu.

Sebagai uang muka, Reon hanya membeli Mie Ayam dan es teh Manis.

"Lu tuh... Astaga, gila apa gimana sih? Gua ga mau deh ka Re."

"Plis banget Mir, gua ga mungkin dikejar cewek, secara gua laki-laki woy, plis."

"Ga! Tetap aja ga mau, dari sekian banyak cewek yang pinter dan cantik serta alim, kenapa lu milih gua?" Mira tetap menolaknya.

"Mira Raika, lu musti jadi pacar pura-pura gua," Reon tetap memaksa dan memelankan kata pura-pura.

"Gua ga!"

"Demi, ayolah..."

"Yaudah, syaratnya..."

"Apa?" Kali ini Reon menjawabnya dingin.

"Gue harus terdaftar sebagai anggota Prodi Ekonomi."

Reon langsung bergeming di tempat. Reon pun bingung bagaimana membujuk guru yang terkenal sulit dipengaruhi, bahkan dengan uang sekalipun. Reon berpikir bagaimana ia akan  menembus pertahanan sang guru ekonomi.

"Gimana? Ga sanggup?"

"Iya gua sanggupin!" Dia langsung kabur untuk menghubungi guru ekonomi.

Mira hanya memakan mie ayam sebagai uang muka dari Reon. Walaupun ia bisa beli, never reject a free food. Ia juga kesal dengan Reon, sudah tak bisa bersama teman baru di SMA, ditinggalkan begitu saja.

"Dasar Stucoun sableng!"

Prash!

Segelas air teh sukses membasahi seragam baru Mira. Yah, disaat mpls pun sudah diwajibkan untuk menggunakan seragam SMA.

"Eh, gak usah sok kecantikan deh lo! Reon tuh punya gua!" Sang ketua barisan eksis; Grace langsung menindak gadis yang tak tau apapun itu.

"O... Oke..."

Reon langsung datang berdua bersama temannya, Ari. Reon yang menyaksikan Mira disiram dan menunduk pada Grace pun langsung mendekat. Grace langsung dihalau oleh Reon.

"Grace, ini junior lu, pacar gua, namanya Mira, kalo suka sama gua, ga gini caranya, makanya gua ga suka."

Grace langsung pergi ke Kelas yang ia tempati dan menyimpan rasa kesal pada Mira. Sementara di Kantin, Mira ditinggal dengan Ari. Sementara Reon, mencari petugas koperasi untuk membeli seragam baru.

"Ini ganti, keburu guru mpls masuk, rempong dah lu."

Meski Mira masih kesal pada kakak Stucoun itu, ia tetap memakai seragam baru dari Reon.

Hujan Kala TerikBaca cerita ini secara GRATIS!