:six:

1.1K 251 23
                                                  

Sooyoung mengeratkan cengkeramannya pada selimut. Dahi dan sekujur tubuhnya sudah basah karena keringat.

Terkutuklah trio tampan yang masuk ke dalam bunga tidurnya.


"Oh, aku bisa gila."

Gumam gadis itu sembari menyingkap selimutnya, melirik ke arah nakas kecil disamping single bednya.

Pukul 05.10 KST.

Sooyoung memutuskan mandi setelahnya, memakai seragam musim panas sekolahnya dan menenteng tas punggungnya menuruni tangga.

"Halmeoni, Harabeoji, Ibu, selamat pagi!"

Sapa ceria gadis berambut hitam sepunggung itu.

Sooyoung meletakkan dirinya dikursi meja makan, meraup sepotong roti tuna dari atas piring.

"Sooyoung berangkat!"

Tepat sebelum sol sepatu gadis itu keluar dari halaman, Nyonya Park mendatanginya.

"Jangan dekat dekat dengan Kim Taehyung, sayang."

Sooyoung terkejut di tempatnya, Ibunya jelas tidak menyukai Taehyung. Tapi, kenapa?

Sooyoung bahkan tak punya alasan untuk menjauhi Taehyung, kecuali fakta bahwa pria itu menyebalkan.


"Ke-?"

"Selamat pagi, Park ahjumma, Soo."

Belum sempat Sooyoung bertanya, Jimin sudah menginterupsinya, mendekati ibu dan anak itu dengan seulas senyum cerianya.

"Oh, selamat pagi, Nak Jimin. Ada perlu apa?"

Nyonya Park menyambut hangat Jimin, menatap pemuda itu keibuan.


"Saya ingin mengajak Sooyoung berangkat bersama, ahjumma. Apakah boleh?"

"Tentu saja boleh. Ayo, cepat kalian berangkat!"

Nyonya Park mendorong kecil bahu Sooyoung, tersenyum senang mengetahui bahwa Jimin dan Sooyoung dekat.

"Kami berangkat."

"Hati-hati dijalan."

Sooyoung mengabaikan lambaian Ibunya, melangkah malas menuju persimpangan. Sedangkan, Jimin masih antusias membalas lambaian Nyonya Park.


"Ibumu ramah sekali, Soo."

Ucap Jimin setelah 5 menit mereka berjalan. Sooyoung hanya menggumam, menghiraukan ocehan pria riang itu.


"Berbeda sekali dengan anaknya."

Sooyoung langsung berbalik, menghadiahi pemuda itu tatapan tajam.

"Apa?"

"Aku hanya bercanda."

Jimin terkekeh pelan, melanjutkan langkahnya mendahului Sooyoung.


"Oh, Hai, Soo, Jim."

Tanpa di duga-duga, Jeon Jungkook muncul dengan sepedanya. Berhenti tepat di depan Sooyoung yang memandang pria itu bingung.

"Kau mengagetkanku, Jung."

Kesal Sooyoung, Jungkook tertawa renyah, memperdengarkan suara tawanya yang khas dan begitu enak di dengar.

Apakah dia memang Jungkook yang selalu mencuri permenku? Batin Sooyoung.

Pria itu berubah terlalu banyak, kelewat banyak hingga Sooyoung tak mampu menyesuaikan dirinya.

wнen yoυ love ѕoмeone. [ vjoy ]✔ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang