#39

16.9K 757 14





Semoga suka!!!
Oh yah, aku udah publish cerita SECRET ADMIRER, jangan lupa baca yah! Semoga suka sama ceritanya walaupun udah mainstream banget wkwk.

Typo 999+++

Happy reading~~

<•~•>

Keesokan harinya, Werlyn dengan rasa takut tapi juga penasaran siapa yang mengajak ia ketemu dengan pesan teror itu. Semalam, Landon dan Werlyn, telah membicarakan hal ini. Lelaki itu membiarkan istrinya untuk mengunjungi ke peneror itu.

Mulanya Werlyn sempat menolak karena rasa takut, tapi Landon memastikan kalau ia akan tetap aman. Karena ia akan berada di sana dan memperhatikan istrinya dari jauh.

"Kau sudah siap? Aku akan ada di dekatmu." Kata Landon di dalam mobil yang di sampingnya adalah sebuah cafe yang di tuju di pesan itu.

Werlyn mengangguk tidak pasti.

Landon mengusap kepala Werlyn dan tersenyum pasti. "Kau harus sayang, aku akan ada di dekatmu. Kalau dia berani macam denganmu, aku pasti akan menghajarnya."

"Bagaimana kalau dia itu cewek? Mana mungkin seorang lelaki memukul perempuan."

"Tenang saja, aku sudah menyiapkan semuanya. Akan ada seseorang yang membantu kita." Balas Landon dan tersenyum pasti.

Werlyn mengangguk pelan, namun hatinya enggan untuk menerima. "Baiklah, aku akan turun, tetap di dekatku."
.
.
.
Dengan secangkir teh hangat di depannya, gadis itu menyeruput tehnya dengan pelan. Tangannya menjadi dingin sembari menunggu kedatangan peneror itu.

Tepat di belakang ujung kiri, Landon berada di sana. Matanya tidak lepas menatap istrinya, namun tangannya memegang sebuah handphone yang siap kapan saja.

Sebuah pintu terbuka seiring bel yang berbunyi menandakan ada pengunjung yang datang. Pakaian yang hitam, jaket hitam serta topi berwarna hitam. Sangat tertutup dan hampir mirip seperti untuk ngelayat.

Werlyn memperhatikan pengunjung itu dengan teliti. Postur tubuh seperti lelaki, dan juga tinggi.

Pengunjung itu mendekat ke arah Werlyn dan langsung duduk di kursi hadapannya. Werlyn sedikit memundurkan tubuhnya dan duduk tegak.

"Aku pikir kau tidak akan datang." Imbuh pengunjung itu.

Werlyn tersenyum kaku," mana mungkin aku tidak datang, kau mengancam dengan kedua orangtuaku. Betapa kekananakannya, kau!"

Pengunjung itu menyeringai pelan namun dalam sekejab tangan Werlyn sudah berada di genggamannya. Ia mendekatkan dirinya ke Werlyn dan membisikkan sesuatu.

"Jika kau ingin masalah ini cepat selesai, ceraikan Landon dan menikah dengan seorang lelaki yang sudah mengharapkanmu saat kau bersekolah." Bisiknya lalu melepas tangan Werlyn dan menjauhkan kepalanya.

"Apa hak mu memintaku bercerai dengannya?!" Werlyn menaikkan sedikit nadanya dan menggerbak mejanya.

Landon yang di belakang bersiap-siap untuk berdiri dan langsung menghajarnya, namun ia tahan karena pengunjung itu belum melakukan hal kekerasan.

"Slow babe! Lebih baik kau lakukan atau kau akan mendengar berita duka dari salah satu sanak keluargamu." Kata pengunjung itu.

"Dan satu lagi, jangan libatkan polisi dalam hal ini. Kau tau aku sangat malas berurusan dengan itu." Tambahnya.

"Apa kau pengecut, kau tidak bermain dengan polisi." Ucap Werlyn dengan seringaian mengejek.

"Siapa yang menyuruhmu sebenarnya?!" Tambah Werlyn dengan nada yang cukup besar.

Pengunjung itu mendekat dan berjarak beberapa senti dengan wajah Werlyn.

"Kau tidak harus mengetahui itu." Bisiknya.

Di saat itu juga Landon mendekat ke Werlyn dan menarik baju pengunjung itu dengan kasar.

Sekarang semua tatapan di cafe itu beralih ke Landon, Werlyn, dan pengunjung itu.

"Kau membawa suamimu? Sudah ku bilang untuk datang sendiri, bitch!" Ucap pengunjung itu.

Buk!

Satu pukulan jatuh di wajah Pengunjung itu. Darah keluar di sudut bibir pengunjung itu dan menyeringai kecil. Pengunjung itu tertawa kecil sambil mengelap darah itu dengan ibu jarinya. Setelahnya ia memukul Landon dan langsung tersungkur karena ia belum melakukan persiapan.

Landon kembali bangun dan memukul pengunjung itu hingga keduanya saling memukul. Wajah keduanya sudah memar-memar dan banyak darah yang keluar.

Akhirnya Landon berhasil meraih bajunya lagi dan di saat itu juga, pengunjung itu meminta untuk di lepaskan.

"Lepas!" Teriak pengunjung itu dengan kesal sambil menatap lekat Landon. Amarah di mata keduanya sangat terlihat, Werlyn yang berdiri di antaranya, badannya sudah bergetar ketakutan.

Ini pertama kalinya Landon memukul seseorang di hadapannya. Wanita itu menangis dan tidak bisa mengontrol tubuhnya yang sudah ketakutan.

Di saat itu juga sebuah sirene polisi terdengar. Pengunjung itu dengan cepat bilang, "cepat kau lakukan hal itu atau kau akan mendengar kabar buruk dari keluargamu."

Landon menggeram kesal sambil menatap kepergian pengunjung itu. Setelahnya ia sadar kalau istrinya sedang tidak baik dan dengan segera ia memeluknya dan mengelus rambutnya.

"Kau tenang saja, kita pasti bisa melewati ini." Ucap Landon.

Sorry baru bisa up sekarang,
Aku ngebut loh buatnya untuk chapter ini,
So jangan lupa di vote n comment,
Oh yah BTW THANKS UNTUK 50K nya, thanks untuk segalanya :)
Love u guys,
Bighug,
M.Y

2017.11.23

CLOSE STRANGER (COMPLETED)Where stories live. Discover now