1# Permulaan yang Buruk

41 2 0

Angin yang sedikit berhembus membolak balikkan daun pohon yang berguguran,  Terasa sedikit menyentuh kulit, Orang orang yang bercakap cakap dari kejauhan kulihat dengan jelas, Tukang Sapu sekolah yang menjalankan tugasnya dengan penuh kesabaran..

membersihkan sisa sisa daun yang telah gugur, Beberapa orang yang dengan riang berlari saling bercanda satu sama lain.. dan Langit diatas yang terlihat sangat cerah.. tidak ada tanda tanda sedikitpun akan turun hujan.. serta burung burung kecil yang hinggap di atas pohon dengan siulan suaranya yang khas.. kecil tapi cukup enak di dengar telinga..

Akupun hanya duduk disini sendirian dan mengamati hal hal kecil seperti itu, sambil memakan bekal yang di bawakan ibuku tadi pagi.. nasi telur dengan mie kering dan campuran sayur sawi yang dipisahkan dari kuahnya.

Aku tak tahu Sejak kapan hal ini terjadi tetapi aku seperti sangat ketakutan ketika aku berhadapan dengan orang apalagi orang banyak di sekelilingku aku merasa canggung dan tak bisa mengucapkan satu patah katapun mungkin itulah yang bisa mewakili Siapakah aku.

Aku tak pernah berpikir kalau aku adalah pemain utama dalam sebuah cerita, tapi aku hanyalah pemain cadangan yang muncul jika diperlukan,

Sebesar itukah rasa benciku...

" Abdi San, apa kabar... genki desu ka??"

Kenapa kau begitu mudah bercakap cakap dengan orang yang tidak begitu dekat dengan mu.. pikirku dalam hati..
Akupun juga bingung apa yang aku katakan dengan seorang perempuan yang baru baru ini masuk dalam kehidupanku..

Padahal dia adalah golongan murid baru, tapi kenapa dia berusaha mendekatiku, apakah dia kasihan padaku yang menyedihkan ini.

" Kenapa bahasamu campur campur sih.. "

Dengan senyuman manis yang seakan tak merespon apa yang barusan aku katakan, dia seperti orang yang tak berdosa.. kepalanyapun agak dimiringkan.. sedikit ke kanan..

" kenapa ya... " sambil menyandarkan telunjuknya ke pipi sedikit dekat dengan bibir seakan akan sedang bingung.

" Aku yakin kamu bingung.. aku saja bingung.. " Ucapnya dengan sedikit malu malu

" Door.. bercanda doang, aku nggak bingung kok.. " Kali ini dia sedikit agak tegas mengagetkanku.. sambil membentuk jari jemarinya menyerupai pistor yang di arahkan padaku...

Perubahan ekspresi yang begitu cepat seakan akan dia sudah professional dalam bidang tersebut, jujur saja aku makin bingung apa sih yang dia inginkan sebenarnya.. ataukah dia hanyalah pembohong kelas kakap yang siap menendang kapan saja ketika aku sudah terlena..

" Alasannya sih ' aku ndak sadar aja ' kemaren barusan diajak nonton bioskop sama ina, film jepang - Kimi no Nawa -, romantis banget endingnya,  percakapan yang saling bertautan, memberi kesan menarik, sampai sampai aku sedikit paham gaya bicaranya... hehe "

" hee.. kok jadi curhat sih.. emangnya aku peduli "
Ups keceplosan.. sikap acuh tak acuh ku terkadang muncul tiba tiba disaat yang tidak tepat, entah karena aku terlalu lama tenggelam dalam kesendirian atau memang itu sudah menjadi bawaan ku sejak lahir.

Sepertinya aku menyakiti hatinya.. mukanya pun mengerut,  apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku katakan, perkataanku begitu kaku, apalagi dengan seorang perempuan.

" Tidak apa apa kok.. aku nggak marah, santai aja.. "

Aku kaget, seakan akan dia bisa baca apa yang sedang kupikirkan, dan menyiapkan jawaban atas kekakuanku.

Ekspresinyapun cepat sekali berubah, seakan seperti transisi video yang hanya sekian detik, padahal tadi aku lihat jelas dia agak mengerut mukanya, tapi tiba tiba tersenyum dengan mata yang ikut memejam sejenak..

" Maafkan perkataanku tadi,  aku sebenarnya... "

Belum selesai bicara, telunjuknya di sandarkan ke bibirku, seakan akan memberi isyarat, kalau dia sudah tahu, dan menyuruh untuk tidak diteruskan lagi..

" Abdi, kau tau.. banyak hal yang ada di dunia ini terkadang tidak kita mengerti dan mungkin berbeda dengan apa yang selalu kita pikirkan, tetapi percayalah bahwa tak kan ada yang sia sia dari sebuah usaha. "

He.. aku tercengang, kenapa tiba tiba dia bisa bicara seperti itu, seakan dia tau banyak tentang permasalahanku selama ini. Permasalahan yang selalu saja menghantuiku, bahkan sekian tahun lamanya.

" Aku telah lama mengamatimu, sejak aku pindah ke SMA ini, dan menjadi teman sekelasmu. aku lihat, kau selalu menyendiri,  murung dan seperti sibuk dengan duniamu sendiri, tetapi perlahan aku mulai paham situasinya,  Aku yakin kau sangat benci dengan gunjingan orang.. kau tidak tahan ketika dibicarakan orang, apalagi tentang keburukanmu, sehingga kau pun memilih untuk jauh dari semua orang dan membangun benteng yang menutupi dirimu sendiri. "

Tepat sekali apa yang kau bicarakan, sebenarnya kau ini siapa, kenapa bisa sampai sedetail itu, apakah kau penguntit atau kau itu adalah orang yang suka mencampuri urusan orang lain..? Pada akhirnya pertanyaan itu hanyalah terucap dalam hatiku, dan tak dapat ku katakan padanya..




*************
Shira Kayato
Instagram @shirakayato
Blog Karya Pribadi http://shirakayato.rahmancyber.net
Twitter @shirakayato

Kebohongan Nase Akari_Baca cerita ini secara GRATIS!